Suami Sewaan

Suami Sewaan
Mencarimu


__ADS_3

Satria sudah memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam tas ranselnya, lalu ia bergegas keluar dari kamarnya


Bagus yang sedang berada di ruang keluarga di buat heran dengan penampilan Satria yang seperti akan bepergian


"Mau kemana kamu? "


"Aku mau ketempat kakek kak, aku yakin Anggi bersembunyi di sana atau setidaknya kakek dan nenek tahu keberadaan Anggi" ucap Satria


"Tunggu sebentar, aku akan ikut denganmu" ucap Bagus bangkit dari tempat duduknya lalu masuk ke dalam kamarnya, tak lama kemudian ia sudah kembali dengan berpakaian rapih


"Ayo" ajaknya sambil meraih kunci mobil diatas meja, mereka langsung tancap gas menuju bandara


Tak ada percakapan selama perjalanan, mereka, baik Bagus maupun Satria sibuk dengan pikiran masing-masing, hingga sebuah panggilan masuk pada ponsel Bagus memecah kebisuan


D****rtttttttt ****Drrrtttt Drrrrttttt****


"Ya apa? sudah kau pastikan itu wanita yang kita cari? kau yakin? baiklah, terus awasi jangan sampai lengah atau karirmu tamat" Ancam Bagus di ujung telepon


Satria yang sejak tadi menajamkan pendengarannya, menjadi penasaran siapa sebenarnya wanita yang di bahas bagus dengan anak buahnya


"Kak" tanya Satria tak bisa membendung rasa penasarannya.


"Uhm" jawab Bagus singkat sambil konsentrasi dengan jalanan di depannya


"Tadi Satria dengar kakak bicara dengan anak buah kakak, menemukan siapa? " tanya Satria menyelidik


"Apa kau sekarang mempunyai hobby menguping? " tanya Bagus sambil memicingkan mata


"Maaf kak, aku hanya penasaran, aku yakin itu ada kaitannya dengan istriku"


"Memang" jawab Bagus singkat membuat Satria langsung menarik tangan Bagus, membuat mobil yang mereka kemudikan oleng


"Hentikan bodoh, apa kau mau kita mati? " teriak Bagus lalu mengerem mobil mereka dan berhenti di pinggir jalan


"Dengar Satria, kakak gak mengerti sama kamu, apa otakmu menjadi bodoh pada saat seperti ini? jika kau ingin mati, matilah sendiri, kakak belum menikah dan menikmati surga dunia.


Kelakuanmu tak seperti pria di usiamu, sungguh mengecewakan" bentak Bagus kesal


"Maaf kak, aku hanya penasaran dan menduga kalau kalian membicarakan istriku, di mana mereka? katakan kak" Satria memegang tangan Bagus, namun Bagus diam sambil menatap tangan Satria yang mencengkramnya, membuat Satria menarik tangannya kembali


"Kami sudah melacak keberadaan Widya, dan kami menemukannya" ucap Bagus melirik sekilas kearah Satria, namun laki-laki itu malah terdiam

__ADS_1


"Kau mau mencari Widya atau Anggi, semua pilihan ditanganmu" Bagus lalu keluar dari mobilnya, menyalahkan rokok, membiarkan Satria bergelut dengan pikiran dan egonya


Sudah dua batang rokok ia hisap, namun Satria masih belum memberikan jawaban, Bagus kecewa di buatnya


Bagus membuang puntung rokok ketiganya, ia kecewa dan menduga Satria lebih memilih mencari Widya wanita tak bermoral itu


"Kak, kita lanjutkan perjalanan ke bandara, aku harus menemukan Anggi terlebih dahulu, selama inu aku sudah egois selalu mengabaikan dia demi Widya, namun kini aku ingin menemukan dia segera, karena ia korban dari kebodohan dan keegoisanku" ucap Satria mantab


"Bagilah, ayo masuk ke dalam mobil" ucap Bagus, ada senyum samar di wajahnya, tadinya ia akan membenci ponakannya ini karena mengabaikan Anggi kembali, namun keputusan Satria membuat Bagus senang


Mereka sampai di bandara, lalu mereka menaiki pesawat memuju kediaman Putu


sebelumnya Bagus sudah memberitahu tentang kedatangan mereka, sehingga Putu dan Ayu sudah mempersiapkan diri mereka, berakting seolah tak tahu menahu


Dua jam kemudian mereka sampai di kediaman Putu, Satria turun dari mobil dan terdiam menatap bangunan di depannya, masih terbayang jelas saat ia dan Anggi bulan madu di tempat ini, ia merasa sangat bahagia dan bersyukur memiliki Anggi dalam hidupnya


Masih teringat juga saat ia berjanji pada Anggi, bahwa ia akan mencintai dan melindungi Anggi selamanya, namun kenyataannya, ia mengingkari semuanya


"Maafkan mas sayang, mas akan menebus semuanya, mas pasti akan menemukanmu" gumam Satria dalam hati


"Ayo masuk, kenapa bongong? " ajak Bagus yang langsung masuk tanpa menunggu Satria


Satria mengikuti Bagus dari belakang, nampak kakek dan neneknya sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu, aura ruangan itu terasa mencekam


"Assalamu'alaikun kek, nek"


"Wa'alaikum salam, duduklah" ucap Kakek dingin, tak ada senyum yang biasa terukir di bibir kakek dan neneknya


"Apa yang kau lakukan sehingga dia pergi? " tanya Putu tanpa ekspresi


"Maaf kek" Satria tak berani menatap kakek dan neneknya


"Buat apa kamu minta maaf sama kami, seharusnya maaf itu kamu ucapkan pada istrinu, Anggi" timpal Ayu yang sejak tadi diam


"Kakek sudah mempringatimu berulang-ulang, namun kamu tak pernah mendengar perkataan orangtua ini, sekarang apa tujuanmu datang kemari? Apa kau berfikir Anggi disini dan kamu menyembunyikannya?" tanya Putu menatap tajam kearah Satria


"Bukan begitu kek, Satria mengaku salah kek, Satria salah sudah menuduh Anggi yang bukan-bukan, Satria juga sudah menyakiti hatinya, Satria harus menemukan Anggi, Satria ingin menebus semua kesalahan Satria pada Anggi, Satria mohon kek, bantu Satria menemukan Anggi, Satria masih cinta Anggi" ucap Satria parau


"Maaf nak, kakek gak bisa bantu kamu, bukan berati kakek menyembunyikan istrimu itu, kakek hanya mau kamu bertanggung jawab atas kesalahan yang kamu perbuat, carilah istrimu dengan kekuatanmu sendiri, itu setimpal atas perbuatanmu pada Anggi.


Kakek melakukan itu semua agar kau belajar dewasa dan menghargai orang lain, silahkan kamu istirahat, kakek dan nenek akan istirahat lebih dahulu" ucap Putu menggandeng tangan istrinya

__ADS_1


"Kehilangan akan mengajarkanmu menghargai apa yang kau miliki suatu saat nanti, berdoalah Anggi dan cicit kakek sehat dimanapun ia berada" ucap Putu lalu berbaik badan meninggalkan Satria yang terduduk lemah


"Sebaiknya kau istirahat, jika kau ingin mencari istrimu lagi mungkin kau perlu datangi tempat favorid atau yang sering ia kunjungi, dan jangan katakan kau tak tahu apa yang istrimu suka" ucap Bagus lalu berlalu


Kini tinggal Satria yang terdiam mencerna kata-kata kakeknya dan Bagus


Selama ini ia tak pernh tahu apa yang Anggi suka, kemana Anggi suka pergi, bahkan makanan favorit Anggi pun ia sudah lupa, semua kenyataan itu menyiksanya, membuat dirinya larut dalam penyesalan, ia menangis tanpa suara


Sementara di kamar Putu


"Kek, apa kita tak terlalu keras pada cucu kita? walaupun nenek masih sakit hati namun melihat kondisinya saat ini, nenek yakin ia sudah sangat tersiksa


"Jangan goyah hanya karena kamu prihatin padanya, jika kita mau Satria bertaubat sesungguhnya, kita harus sedikit kejam, ini semua demi masa depannya"


"Baik kek, nenek nurut semua apa kata kakek, cepat hubungi Ridwan kek, nenek kangen sama cucu nenek" rajuk Ayu pada suaminya


"Satria disini nek" Putu memperingati Ayu


"Aku tahu, kita keruang kerjamu, di sana lebih aman, ayo kek" ajak Ayu menarik tangan suaminya


Sementara di Villa luar kota


Ridwan nampak sedang menerima telepon dari seseorang, wajahnya menampilkan ekspresi berubah-ubah, mendengar perkataan orang di ujung telepon


"Biar kan ia mencari dan mencari, hingga ia putus asa dan dewasa, biarkan ia merasakan bahagaimana rasanya kehilangan" ucap Ridwan tersenyum sinis


"Baiklah pa, papa dan mama jaga kesehatan kalian, Ridwan akan menjaga Anggi dan cicit papa dengan baik, wa'alaikum salam" ucap Ridwan mengakhiri panggilann teleponnya


Terlihat ia sedang memutar video yang di rekam adiknya beberapa saat lalu, nampak senyum mengejek terlihat di bibir Ridwan


"Kau harus belajar menghargai orang yang kau cintai dan nikmati kesedihanmu " ucap Ridwan lirih


Tanpa Ridwan sadari sedari tadi ada seseorang yang menguping pembicaraannya tanpa sengaja, orang itu adalah Anggi


Anggi kembali ke kamarnya, ia tak mau Ridwan tahu jika ia mendengarkan pembicaraannya dengan Putu, ia memilih lemvali ke kamarnya dan menangis


"Jangan cari aku mas, aku tak akan kembali padamu, tak akan...!!! " isak Anggi pilu


Luka di hatinya masih teramat sakit, ia memang masih sangat mencintai Satria dan merindukannya, namun rasa sakit dan takutnya membuatnya membulatkan tekad tak ingin kembali pada Satria


Anggi mengelus perutnya

__ADS_1


"Maafkan mama yang egois sayang, mama takut papamu mengabaikan mama dan menyakiti mama lagi, jika Allah takdirkan kita bersama lagi, baru mama akan kembali padanya" ucap Anggi sambil membelai lembut perutnya


__ADS_2