Suami Sewaan

Suami Sewaan
Permohonan Terakhir Widya


__ADS_3

"Mba harus sembuh, kita kumpul-kumpul lagi"


"Anggi, aku tahu usiaku tak lama lagi, aku juga sudah lelah menerima siksaan dan hinaan ini, aku akan jujur padamu satu hal.


Aku mengkhianati mas Satria hingga akhirnya aku mengandung anak pria lain" Widya menghentikan ucapannya, ia terlihat susah bernafas


Sementara Anggi terbelalak tak percaya dengan ucapan Widya, ia berusaha mencerna semuanya tanpa memotong ucapan Widya


"Aku awalnya menikahi mas Satria karena hanya ingin memanfaatkannya, sebenarnya aku sudah memiliki kekasih, Bobby namanya ia ayah dari anak yang ku kandung.


kamu pasti sekarang jijik dan muak melihat wanita sepertiku kan?" ucap Widya meneliti wajah Anggi, namun Anggi berusaha menyembunyikan perasaannya.


Anggi tak habis pikir, bagaimana Widya tega melakukan semuanya, padahal Satria begitu mencintai dan memujanya, sungguh ia tak habis pikir jalan pikiran Widya, semakin ia berusaha memahami, semakin ia tak mengerti.


Gila..!!! satu kata yang tepat


Setelah mengatur nafasnya, Widya kembali berbicara


”Namun perhatian mas Satria, membuatku jatuh cinta padanya. Mungkin kamu akan mengatakan aku munafik, jahat, serakah atau apapun, aku terima.


Aku mencintai mas Satria, dan semakin hari semakin aku mencintainya, semakin aku takut kehilangannya.


Namun kesalahan itu tak bisa aku tutupi selamanya, aku menyesal, sangat menyesal telah membuang dan menyia-nyiakan pria sesempurna dirinya.


Anak yang ku kandung itu adalah bukti dosaku di masa lalu, aku memohon ia menerimamu, agar aku bisa tenang jika suatu saat aku pergi meninggalkannya”ucap Widya batuk, nafasnya semakin sesak


”Mba, sebaiknya istirahat dulu, kita lanjutkan pembicaraan kita nanti lagi setelah mba enakan" ucap Widya menyerahkan air putih pada Widya, namun Widya menggeleng


”Aku tak punya banyak waktu lagi, aku harus membuka semua kebenarannya, agar kamu tidak merasa bersalah, justru aku berterima kasih kamu hadir dalam hidup kami.


Maafkan aku sudah memanfaatkan mu, aku menerima uangmu seakan aku sudah menjual suamiku, aku berkata menyewakan suamiku untuk melindungimu, semua hanya rencana ku saja, aku butuh uang untuk membesarkan anakku setelah aku pergi.


Namun aku juga lega mas Satria bersama orang yang tepat, aku juga senang kamu bisa di lindungi mas Satria dari mantan suamimu, maafkan aku Anggi.

__ADS_1


Kini aku sudah menerima karma akan perbuatan ku.


Bobby menjual ku pada lelaki hidung belang, ia malah memiliki wanita lain dan menjadikan anakku sebagai tawanan agar aku mau jadi ladang uangnya, sebagai wanita penghibur ” Widya menangis ia menyeka air matanya


Anggi ikutan menangis dan memeluk Widya, Anggi tak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya kini


Anggi membenci Widya yang sudah berbuat yang menurutnya di luar logika, namun apa yang di dapat Widya kini sungguh tragis, pria yang ia pilih justru menjualnya, menjadikannya wanita hina pemuas lelaki hidung belang, dan anak yang tak bersalah justru di jadikan sebagai alat untuk mengancam Widya, laki-laki dan ayah macam apa yang tega berbuat begitu? Anggi sungguh geram, ia mengutuk lelaki itu dalam hati


Ia memang tak membenarkan tindakan Widya, namun apa yang Widya alami kini sungguh miris


”Aku memang tak pantas memohon padamu, tapi aku tak tahu lagi harus meminta tolong pada siapa? aku tak punya siapapun di dunia ini, tolong selamatkan anakku, tolong....


Jika Allah cabut nyawaku kini pun aku sudah ikhlas, namun aku tak mau anakku bersama laki-laki itu, ia bukan ayahnya, ia lebih hina dari binatang.


Aku takut anakku akan bernasib seperti ku, cukup aku saja yang salah jalan”ucap Widya, nafasnya sudah terputus-putus, ia seperti ingin berkata sesuatu, namun suaranya sudah tercekat di tenggorokan


Anggi mengeluarkan pena dan notebook yang biasa ia bawa dan menyerahkan pada Widya


”To...Loong.....”


Tiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt...............


Widya menghembuskan nafasnya yang terakhir


Dokter berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa Widya tak bisa di selamatkan, ia tutup usia dengan keadaan yang mengenaskan


Darah berbau busuk keluar dari sela-sela pahanya dan wajahnya yang seakan belum Ikhlas pergi karena masih menanggung beban memikirkan anaknya


”Innalilahi Wa Inna illahi rojiun.


Mba Widya, aku maafkan semua kesalahan mba padaku, mba istirahatlah yang tenang, semoga Allah mengampuni segala dosa yang telah mba perbuat.


Aku berjanji akan merawat Kinar dengan baik, seperti putriku sendiri, rahasia ini akan ku simpan selamanya”ucap Anggi berbisik di telinga Widya

__ADS_1


Nampak wajah Widya kini terlihat damai, Anggi berjanji memenuhi amanatnya sehingga areanya bisa pergi dengan tenang


Anggi mengurus pemakaman Widya, ia juga meminta Ridwan tidak menceritakan apa yang ia lihat beberapa waktu lalu, Anggi memohon pada Ridwan untuk menyimpan semuanya rapat-rapat selamanya


Ridwan tak habis fikir, bagaimana Anggi begitu berbesar hati memaafkan Widya yang sudah membuat hidupnya sengsara secara tak langsung dan juga dengan ikhlas merawat Kinar, putri dari Widya dengan lelaki lain dan menjadikannya putrinya


Ridwan melihat, Anggi adalah wanita berhati malaikat, memiliki maaf dan cinta seluas samudra, sungguh beruntung lelaki manapun yang bisa menjadikan Anggi istrinya


Ridwan dan polisi segera menuju alamat yang di berikan oleh Widya sebelum ia meninggal.


Mereka akan menyelamatkan putri Widya dan memasukkan Bobby kedalam penjara dengan tuduhan penjualan wanita, kekerasan dalam rumah tangga dan penyekapan dan penyiksaan anak di bawah umur


Sesampainya di alamat yang di tuju polisi langsung menggerebek rumah kontrakan yang selama ini Bobby dan Widya tempati termasuk Dara, seorang wanita simpanan Bobby yang kerap menyiksa Kinar, balita kecil yang tak tahu apa-apa


Dara berhasil di tangkap dengan bukti nyata di depan mata sedang mengikat tangan Kinar pada sebuah bangku kecil, tubuh balita itu penuh dengan bekas luka kebab an sudut bibirnya pecah, entah setan apa yang bersemayam pada tubuh Dara dan Bobby hingga tega menyiksa bocah kecil yang tak bersalah hanya karena ia menangis


Bobby berhasil kabur, namun polisi dengan sigap mengejarnya, hingga sebuah peluru panas berhasil mendarat di kaki dan dada Bobby, polisi membawa Bobby kerumah sakit, namun Bobby meninggal sebelum sampai rumah sakit


Kinar di bawa kerumah sakit yang sama dimana Satria di rawat, atas permintaan Anggi.


Saat pertama kali Anggi melihat bocah malang itu, ia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Kinar, menciumi pipi balita itu yang terlihat kurus dan sangat mengenaskan. Seluruh badannya penuh dengan luka lebam dimana-mana, bahkan lengan balita ini juga terdapat bekas gigitan.


Sungguh biadab mereka, lebih hina dari binatang. Binatang pun tahu tidak akan menyakiti anaknya sendiri, Anggi makin bertekad untuk merawat Kinar, menyayangi Kinar seperti anaknya sendiri, membesarkannya bersama Aisya sebagai adik dan kakak


Hai reader ku tercinta, bagaimana kabar kalian????semoga kita semua selalu sehat ya,


jangan lupa selalu mengikuti protokol kesehatan dan kurangi kegiatan diluar jika tidak perlu.


Terima kasih selalu mengikuti karya author, jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian sebagai dukungan untuk author.


terima kasih


pooh

__ADS_1


__ADS_2