
Satria lalu mengambil ponsel yang di sodorkan Widya lalu matanya membulat karena terkejut dan ngeri
"Sayang..??"
"Ya itu urgent nya, foto itu aku ambil tadi siang. Itu foto kondisi Anggi saat ini" terang Widya
Tangan Satria mengepal menahan amarah melihat luka yang di derita Anggi
"Bagaimana Anggi bisa mendapat luka itu? tanya Satria emosi
"Mantan suaminya yang psikopat itu, dia yang melakukannya"
"Dasar ba**ngan" umpat Satria kesal
"Aku minta maaf mas, karena aku tidak memberitahu keberadaan ku, aku terlalu panik melihat kondisi Anggi seperti itu"
"Iya sayang, makasih kamu sudah mau merawat Anggi, kamu memang istriku yang paling baik"ucap Satria memeluk istrinya
Widya balas memeluk Satria penuh rasa syukur, benar perkataan Anggi, jika ia wanita yang paling beruntung di muka bumi, karena di sayangi dan dicintai sebesar itu oleh suaminya
"Aku memang wanita yang paling bahagia memiliki suami seperti mas Satria, namun aku juga wanita bodoh yang sudah menyia-nyiakan suamiku, dan karena kebodohan ku aku jatuh ke pelukan Bobby hingga ada anak ini. Aku tak bisa mundur lagi dari rencana ku.
jika boleh jujur aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengan mas Satria dan membesarkan anak ini, membuatnya menjadi anak mas Satria namun Bobby sialan itu terus mengancam ku. Tak ada jalan untuk kembali" gumam Widya menatap lekat suaminya
"Mas, makasih ya, sudah jadi suami terbaik buat Widya. Widya sangat bersyukur mas memberikan cinta yang sangat besar dan mencintaiku tulus" ucap Widya mengecup pipi suaminya
__ADS_1
"Sama-sama sayang"
"Mas ayo kita lihat kondisi Anggi, mas pasti penasaran kan? "tanya Widya kemudian yang di balas anggukan Satria
Mereka lalu berjalan menuju kamar Anggi.
Awalnya Satria merasa canggung melihat wanita tak memakai baju, mengekspos leher jenjang dan kulitnya yang putih bersih, walau posisi Anggi telungkup, ia masih bisa melihat kemulusan tubuh Anggi yang terlihat jelas
"Ayo sayang" ajak Widya karena melihat Satria ragu-ragu
Dengan perlahan Widya dan Satria menghampiri Anggi yang tertidur karena pengaruh obat
Wajah Satria sudah merah padam menahan emosi, ia melihat jelas kekejaman mantan suami Anggi yang biadab itu
"Masalahnya dia gak mau di bawa kerumah sakit, Anggi tidak mau kekerasan yang mantan suaminya lakukan akan di ekspos orang atau malah bisa di bawa ke ranah hukum.
Mantan mertua Anggi sedang kritis, Anggi menahan sakitnya demi menjaga perasaan mantan mertuanya" ucap Widya pelan
Satria lalu menarik Widya keluar dari kamar Anggi, mereka kembali duduk di ruang tamu.
Widya memanggil Tinah dan Prapti untuk duduk merundingkan masalah Anggi, walau Prapti adalah pembantu sekaligus asisten pribadi Anggi, tetapi menurut Widya, Prapti bisa dimintai pendapat melihat kedekatan Prapti dengan Anggi.
"Menurutku Anggi tetap harus mendapatkan perawatan intensive melihat keadaan lukanya yang lumayan parah"ucap Satria
"Tapi mas, kamu sudah tahu kalau Anggi bersikeras menolak dibawa ke dokter atau memanggil dokter untuk merawat lukanya" jawab Widya
__ADS_1
Mereka lalu memanggil Prapti dan Tinah untuk meminta pendapat mereka
"Tinah,Prapti, saya akan tetap menyarankan Anggi di rawat oleh yang ahli karena jika terinfeksi malah nyawa Anggi taruhannya, bagaimana menurut kamu? " tanya Satria
"Saya sebenarnya setuju dengan pak Satria, tapi bu Anggi nya? " tanya Tinah ragu -ragu
"iya benar pak, say saja sudah capek meminta beliau ke dokter, beliau bersikukuh tidak mau" ucap Prapti menambahkan
"Aku punya solusinya, kalian tenang saja. rahasia tetap aman dan Anggi akan tetap di rawat oleh dokter" ucap Satria membuat semua menatapnya bingung
"Apa sih mas maksud kamu, aku gak mengerti" tanya Widya yang di ikuti Anggukan Tinah dan Prapti tanda dia juga belum paham arah pembicaraan Satria
"Kamu ingat Brian, anak part time di kantor kita dulu? Dia sekarang sudah menjadi dokter.
Dulu dia satu kost an sama mas, jadi kami lumayan dekat.
Baru-baru ini kami juga bertemu untuk makan siang, aku akan minta bantuan dia"ucap Satria menjelaskan
"Apa Brian bisa di percaya mas? " tanya Widya ragu
"Aku bisa menjamin untuk itu, aku telepon sekarang, besok ia akan ku minta kemari untuk melihat kondisi Anggi"
"Baiklah saya ikut kata bapak sama ibu yang terbaik buat kesembuhan bu Anggi.
Sebaiknya bapak dan Ibu istirahat disini, kamarnya akan saya siapkan, kasian bu Widya sedang hamil besar jika harus pulang dan kembali lagi besok" ucap Tinah lalu permisi mempersiapkan kamar untuk mereka istirahat.
__ADS_1