Suami Sewaan

Suami Sewaan
Rumah Makan


__ADS_3

Widya hanya melihat malas menatap menu yang di bawa oleh pelayan rumah makan.


Sementara, Satria antusias memesan beberapa makanan serta pencuci mulut, es teler.


Satria memicingkan matanya menatap istrinya yang sedari tadi masih diam menatap buku menu di tangannya, membolak-balik buku menunya dengan wajah di tekuk


"Sayang apa kamu belum menemukan yang kamu mau pesan? " tanya Satria


"Aku gak yakin mau pesan apa mas, kamu yang pilihkan, sama saja" ucap Widya malas lalu menyodorkan buku menu ke arah pelayan warung makan. Widya memilih menatap kolam di sampingnya.


Widya langsung bad mood saat Satria mengajaknya makan di rumah makan ini, ia berharap makan malam di mall, memakan masakan Jepang kesukaannya, namun kini mereka di sini, di sebuah rumah makan ya walaupun suasananya sangat nyaman, namun Widya tidak suka.


Apapun jika hati tidak sreg, hal yang indah pun tak akan berpengaruh padanya.


Widya melirik suaminya yang memilihkan makanan untuknya , sementara nafsu makan Widya sudah meluap entah kemana.


"uhmm, kamu harus coba menu andalan disini, kamu nanti pasti suka. Mas pesan ini saja ya?" tanya Satria yang di balas anggukan malam Widya


Lalu Satria memesan beberapa menu dan juice alpukat kesukaan Widya, sementara Widya sudah asik berselancar di dunia maya dengan teman-temannya, sesekali ia terlihat tersenyum dan tertawa pelan.


Satria menopang kan dagunya dengan tangan, menatap lekat wajah istrinya yang terlihat cantik kala tersenyum, senyum yang membuat Satria rela melakukan apapun demi mempertahankannya.

__ADS_1


Widya menghentikan aktivitasnya, ia merasa ada sepasang mata yang mengawasinya sedari tadi. Dilihatnya Satria sedang menatapnya sambil tersenyum


"ih apa sih mas, liatin aku aja, malu tau. Kaya ABG lagi jatuh cinta aja" Widya memanyunkan bibirnya lalu meraih juice alpukat yang sudah tersedia di depannya, yang ntah kapan tiba karena ia asik dengan ponselnya.


Widya sudah tidak tahan, akhirnya mengatakan apa yang ada di pikirannya, mengapa suaminya mengajak dirinya makan di rumah makan sederhana bernuansa alam ini, alih-alih makan di restoran yang bertebaran di mall yang mereka kunjungi tadi.


"Mas, apa kamu gak salah? kenapa kita makan disini, kan tadi di mall banyak mas restoran yang enak, bersih"


ucap Widya merajuk


"Apa yang salah dengan rumah makan ini sayang?? mas pikir ini sangat layak, bersih, nyaman dan pemandangannya bikin kita nafsu makan. Uhm satu lagi, disini makanannya di jamin enak- enak, mas jamin kamu pasti akan ketagihan.";ucap Satria


"Entah lah, kita lihat nanti saja" Widya menatap sekeliling, memang ada beberapa tempat yang di sediakan oleh pihak rumah makan, ad yang lesehan berada di gubuk-bubukan kecil terbuat dari kayu yang tengah-tengahnya terdapat kolam yang luas, serta tanaman-tanaman yang tertata apik.


ikan nila besar yang terlihat cruncy, serta udang madu pedas manis yang di bakar , cah kangkung, sambal terasi, sementara di depan Satria terdapat satu mangkuk besar ayam lodho ( ayam kampung yang di bakar lalu di masak kuah) nasi merah dan ada oncom oseng leunca. Hingga meja mereka penuh.


Widya melongo melihat semua makanan yang tersaji di meja, dan menatap suaminya


"Sayang apa kita berpesta, banyak banget makanannya? kamu yakin bisa habiskan semua? " tanya Widya menatap makanan yang tersaji di depannya.Awalnya dia kesal karena harus makan di rumah makan ini, namun begitu satu persatu makanan yang mereka pesan membuat Widya menelan Saliva nya


Bau harum dan penampilan mereka mengubah selera

__ADS_1


"Kalau gak habis kan bisa take way sayang, udah kamu cuci tangan dulu sana terus coba ini, kamu pasti ketagihan deh" Satria mengambilkan sepotong ayam ke piring Widya.


Setelah mencuci tangannya, Widya terlihat ragu memakan ayam yang sudah diambilkan Satria, sedangkan Satria sedang lahap memakan ayam di piringnya, Widya menjadi penasaran dan mulai memakannya, bola matanya membulat, Ia tak menyangka jika ayam tersebut memiliki cita rasa yang gurih, enak, empuk dengan aroma bakar karena sebelumnya ayam tersebut di bakar terlebih dahulu. Satria tersenyum melihat istrinya asyik menikmati makanannya


Widya mulai mencoba semua hidangan yang ada di meja tersebut dan ia terlihat lahap.


"Bagaimana? " tanya Satria yang di balas anggukan Widya, sebab mulutnya masih penuh dengan makanan.


Satria hanya menggeleng melihat istrinya yang makan dengan lahap nya, ia sampai membantu mengelap mulut Widya yang belepotan makanan


"Sayang, makannya pelan-pelan aja, kalau kurang bisa nampak kok" ucap Satria tersenyum


"Mas, sumpah aku suka banget ini, ia ayam apa tadi??? ya Allah, juara mas, gurih, ya dapat, pedasnya pas, ada aroma bakar-bakar gitu, juara pokoknya”


"Ayam Lodoh namanya, ini favorit mas, kamu gaka akan nemuin di restoran lain, ini warisan nenek moyang, sudah langka yang menyajikan ini.


Lodoh artinya blonyok tapi bukan blonyok hancur, dia masih utuh hanya bumbunya yang makin meresap"


"Uhmm, Aku suka, mas bis take way gak buat besok sarapan pagi" ucap Widya malu


"Siap sayang, cepat habiskan makananmu, sudah malam, kasian kamu kelelahan" ucap Satria lembut merapihkan anak rambut istrinya yang menutupi wajah cantik Widya.

__ADS_1


"Sebentar apa mas, aku lagi nikmatin ini, enak pake banget mas"


"Sepertinya kamu ketagihan, next time kita kesini lagi ya???" ucap Satria yang di balas anggukan bersemangat Widya


__ADS_2