
"Please jangan menangis, mas gak bisa melihat kamu menangis. maafin mas ya" ucap Satria reflek memeluk Anggi
"Aku rindu kamu mas" ucap Anggi lirih
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang memperhatikan kelakuan mereka sejak tadi.
dua pasang mata yang menangis haru karena senang majikannya terlihat seintim itu dengan orang yang di cintainya walau ia sadar itu salah
"Ya Tuhan, semoga bu Anggi menemukan lelaki yang sebaik dan sesempurna pak Satria, kalau saja pak Satria masih single, Parti berdoa agar mereka di persatukan, walau apa yang Parti liat ini salah, namun biarkan bi Anggi merasakan pelukan dan perhatian dari orang yang di cintainya " gumam Parti dari kejauhan.
Sementara di sudut ruangan sepajang mata menatap nanar ke arah kedua insan tersebut.
Ada rasa marah, cemburu, benci dan kecewa serta sedih di sana.
Mata tersebut tak lain dan tak bukan adalah milik Widya.
"Hati ku sakit melihat ini, kian hari rasa cintaku pada mas Satria makin dalam dan dalam. Apakah aku sanggup melihat Satria menikah lagi dengan Anggi?
Apakah aku sanggup meninggalkan dirinya nanti jika waktunya tiba.
Mengapa cinta ini datang di saat yang salah.
mengapa aku tidak menyadarinya sejak awal, jika orang yang bisa membahagiakanku hanya mas Satria"gumam Widya menghapus air matanya yang meleleh membasahi pipi nya.
Widya kembali masuk ke dalam kamar, ia tak kuasa menahan kesedihan di hatinya.
kini hanya penyesalan yang terlambat.
Satria membopong Anggi ke kamarnya, setelah menangis lama akhirnya Anggi tertidur dalam pelukan Satria.
__ADS_1
Satria meletakkan Anggi di pembaringan, ia menatap lekat wajah wanita yang pernah di cintainya
Ada rasa sakit di hatinya telah mengatakan kebohongan pada Anggi, namun itulah yang terbaik menurut Satria.
"Tahu kah kamu, aku juga masih sayang kamu, namun rasa itu letaknya jauh di relung hatiku. dengan kondisi ku saat ini, rasanya aku tak akan membiarkan rasa itu muncul.
Aku tak ingin keluargaku hancur karena ke egoisanku.
Maafkan aku, ini yang terbaik buat kita" gumam Satria membelai wajah Anggi lalu ia mengecup kening Anggi.
Satria melangkah keluar dari kamar Anggi dengan perasaan yang tidak bisa di ungkapkan
"Aku tahu kamu masih mencintaiku mas, itu sudah cukup buat ku mas. Aku bahagia, masih ada aku di hatimu.
Aku juga tak bermaksud merebut kamu dari istrimu" ucap Anggi yang tiba-tiba terbangun.
Anggi tersenyum dan kembali merebahkan tubuhnya, masih terasa hangat pelukan Satria, aroma tubuh Satria dan kecupan manis di dahi nya.
Sementara itu, Satria keluar dari rumah dan pergi membawa kendaraannya.
Ketika ia sampai di kamar, dilihatnya Widya sedang tertidur pulas, sehingga ia tidak memberitahu kepergiannya karena tidak mau mengganggu tidur Widya.
Widya bangun dari tidurnya, ia hanya berpura-pura tertidur.
setelah melihat kendaraan Satria keluar dari pintu gerbang rumah Anggia, Widya bergegas menuju kamar Anggi
Anggi yang mendengar pintu kamar nya diketuk, lalu bangkit dan membukakan pintu
Dilihatnya Widya yang berdiri dengan perut buncitnya dan wajah sembab karena habis menangis
__ADS_1
"Boleh aku masuh? "
Anggi mengangguk dan mereka pun duduk di Sofa yang terdapat di kamar Anggi.
Widya menatap Anggi tajam, ia yang selama ini ramah berubah menjadi kaku dan sedikit judes, membuat Anggi serba salah, ia hanya dapat menyimpulkan jika Widya menyaksikan kejadian tadi
"Wid aku gak bermaksud... "
"Aku sudah melihat semuanya"
"Tapi menurutku kamu salah paham"
"Aku menolongmu untuk menghindarimu dari mantan suamimu, dan mas Satria adalah solusinya, tapi menurutku kamu sudah memanfaatkan kami"
"Wid kamu salah paham"
"Aku melihat semuanya Nggi, aku belum buta.
bagaimana jika aku mengijinkan suamiku nikah kontrak denganmu, ku sewakan suamiku padamu sebagai suami pura-pura.
Sebagai balasannya aku membutuhkan jaminan untuk masa depan anak ku.
aku tak tahu apa yang akan kalian perbuat suatu saat nanti di belakangku"
"Astagfirullah, Wid, mas Satria suamimu"
"Aku tahu batasannya. memang dia suamiku tapi kamu cinta dan ingin dia kan? gak usah munafik, aku tahu itu.
Aku sudah berbaik hati memberikan suamiku padamu, hanya sebagai suami dalam kertas. Sampai masalahmu selesai, maka saat itu kontrakmu dengan suamiku berakhir"
__ADS_1