
Ayu memeluk tubuh kecil cicitnya, ia tak menyangka rahasia itu ternyata cepat terbongkar.Diusia Kinar yang masih belia, Kinar mampu mengolah emosinya sedemikian rupa sehingga tak ada orang yang menyadari kesedihan yang selama ini ia simpan karena mengetahui asal usul dirinya.
Setelah tenang, perlahan Ayu melepas pelukannya, ia menghapus air mata Kinar dan merapihkan anak rambut Kinar
”Kamu harus ingat dan tanam dalam hatimu, apapun yang terjadi kamu tetap cicit nenek buyut dan anak dari papa Satria dan mama Anggi.
Kamu tentu tahu mamamu sangat menyayangimu dan tidak pernah membedakan kalian, bagi mereka kalian semua anak-anak mereka yang sangat berarti.
Jadi sayang, kamu juga harus menyayangi kedua orangtua penggantimu itu, mereka tulus menyayangimu seperti orangtua kandungmu sendiri” ucap lembut Ayu sambil membelai rambut Kinar
"Enggak nek, Kinar tahu semua....” sanggah Kinar berkaca-kaca
”Maksud kamu ???” Ayu terkejut dengan ucapan Kinar
"di dunia ini hanya papa Satria dan mama Anggi orang tua Kinar. Kinar tahu semuanya nek, siapa orangtua kandung Kinar, mereka orang jahat”ucap Kinar menggigit bibir bawahnya
”Maafkam nenek buyut sayang, menurut nenek kamu harus tetap menghormati mereka bagaimanapun mereka orangtua kandungmu. Sebagai anak yang Sholeha kamu harus mendoakan, apa kamu mengerti sayang?” tanya Ayu lembut yang di jawab anggukan kecil Kinar
”Apa kamu suka dengan pemberian nenek??” tanya Ayu mengalihkan pembicaraan
”Suka banget nek, gelang ini cantik banget, Kinar suka" senyum lebar menghias wajah cantik Kinar
”Simoan itu ya, dan selalu ingat nenek. Kalau kamu sedih, kamu lihat gelang itu, mereka berkaitan satu dengan yang lainnya membentuk lingkaran, seperti hal nya hidup ini saling terkait satu sama lainnya, setiap awal pasti ada akhir, setiap kejadian pasti ada sebabnya, di balik semua pasti ada hikmah yang terkandung.
Ingat semua perkataan nenek buyut, suatu saat jika kamu besar, kamu akan mengerti maksud dari ucapan nenek buyut” Kinar mengangguk dan memeluk Ayu, menghujani nya dengan ciuman sebagai ucapan terima kasih.
”Anak pintar, sekarang panggil adik-adikmu kesini, nenek punya sesuatu untuk mereka semua"ucap Ayu
Kinar segera bergegas keluar kamar nenek buyutnya, lalu memanggil adik-adiknya beserta farel yang sudah datang dengan orangtuanya beberapa waktu lalu.
”Nenek, nenek buyut" teriak anak-anak itu begitu masuk ke dalam kamar Ayu, mereka berlomba-lomba sampai dan langsung memeluk Ayu, tak terkecuali si kembar Raffa dan Raffi yang kini berusia lima tahun, mereka ikut berlari menuju kamar Ayu, mengikuti kakak-kakak mereka
Suasana kamar ayu menjadi gaduh oleh teriakan para kurcaci kecil itu
”Oh cucu dan cicit ku tersayang” ucap Ayu merentangkan tangannya, satu persatu mereka berhamburan memeluk Ayu
__ADS_1
”Sekarang kalian duduk yang manis, nenek akan memberikan kalian hadiah”
"Asiiikkkk” teriak mereka serempak
”Aku, aku mau hadiah"teriak si bungsu Raffi
”aku juga nenek uyut" ucap Raffa tak mau kalah dari adiknya
”Aku juga nek” teriak Aisya dan Reyhan tak mau kalah dari adik kembarnya itu
”Iya, iya ,semua tenang” ucap Ayu tersenyum lebar melihat kelucuan cucu dan cicitnya
”Huh dasar anak kecil, gak sabaran” Dengus Farel melihat kehebohan saudara-saudarinya
”Kamu juga masih kecil, sok tua huh, kak Farel jangan di kasih ”gerutu Reyhan tak terima di ejek anak kecil
Ayu hanya menggeleng pelan melihat kelakuan mereka
”Sudah diam dan dengarkan nenek buyut, atau hadiah kalian kakak ambil semua” ancam Kinar, membuat adik-adiknya langsung terdiam dengan bibir yang di manyun kan karena kesal
"Nenek akan panggil ya, kalian antri dan gak boleh berisik"ucap Ayu lalu memulai memanggil cucu serta cicitnya.
Raffa mendapatkan jam kompas klasik , karena Raffa suka membaca dan bercita-cita ingin menjadi arkeologi. menjelajah dunia untuk penelitian
untuk Reyhan, Ayu memberikan sebuah teleskop , karena Reyhan menyukai melihat bintang
Sementara Aisya mendapat sebuah kalung cantik, dengan motif yang sama dengan gelang tangan Kinar
dan si kembar Raffa dan Raffi, masing-masing ayu memberikan mereka seperangkat alat menggambar beserta buku nya. Ayu bingung memberikan apa karena usia mereka masih kecil. Si kembar Raffa dan Raffi berteriak kegirangan, mereka menciumi pipi nenek buyutnya, disusul kakak-kakaknya.
Ayu tersenyum bahagia menatap satu persatu wajah cucu dan cicitnya, tak terasa air matanya mengalir.
"Ya Robb, hamba tak ada penyesalan lagi dalam hidup hamba, engkau telah memberikan kebahagiaan yang tak ternilai harganya ini, jika esok engkau cabut nyawa hamba, hamba ikhlas”gumam Ayu dalam hati
”Nenek buyut kenapa menangis?"tanya si kecil Raffa langsung sedih melihat neneknya menangis
__ADS_1
"Nenek bahagia sayang, ini tangis bahagia"ucap Ayu liirh.
Si kembar langsung naik ke atas tempat tidur, memegang wajah nenek buyutnya lalu menghapus air mata Ayu dengan tangan kecil mereka membuat ayu tertawa senang.
”Terima kasih sayanya nenek buyut” ucap Ayu
"Raffa sayang nenek"ucap si kembar
"Raffi juga” ucapnya memeluk Ayu
"Kami semua sayang nenek buyut” ucap mereka serentak
”Ya, ya, nenek buyut sayang kalian. jadilah anak-anak yang baik dan penurut ya kalian semua, dengarkan perkataan mama dan papa kalian, belajar yang giat, biar kelak jadi orang yang berguna” ucap Ayu memberi nasihat cucu dan cicitnya
”Iya nenek" ucap mereka semua, sementara Raffa dan Raffi hanya mengangguk sambil memamerkan gigi mereka yang ompong
Hari itu Ayu bermain dengan cucu dan cicitnya seharian, semua keluarga amat senang karena hari ini Ayu kembali seperti nenek yang mereka kenal dulu, yang cerita dan penuh senyum.
Keesokan paginya
Hari ini Ayu akan menjalani operasinya yang kedua, tak ada ketegangan di wajahnya, namun terlihat semua orang cemas, berulang kali Ayu mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, namun tidak bisa membuat semuanya tenang.
Sebelum meninggalkan kediamannya, Ayu melambai dan tersenyum pada mantu dan cucu mantunya serta semua para malaikat kecil mereka yang ikut mengantar keberangkatan nenek mereka di depan rumah, hingga mobil yang mereka kendarai meninggalkan halaman rumah.
Tak terasa air mata Anggi menetes, entah mengapa sejak semalam ia tak bisa tenang, di tambah ia mimpi buruk, sehingga perasaanya tak enak, seolah itu merupakan pertemuan terakhir ia dan nenek nya
Irine mendekati Anggi dan memeluknya, mereka merasakan kegelisahan yang sama.
Sesampainya di rumah sakit Ayu langsung masuk ke dalam kamar perawatan, operasi hari ini di jadwalkan akan di lakukan siang ini. sudah sejak malam tadi Ayu berpuasa
Akhirnya setelah persiapan selesai, mereka membawa Ayu ke ruang operasi, sepanjang jalan Putu menggenggam tangan istrinya dengan erat, seolah ia takut Ayu pergi.
”Apa yang kamu takutkan? aku tak akan kemana -mana, bukankah kamu mencintaiku??? aku selalu ada di hatimu"ucap Ayu lirih
Putu hanya diam menatap istri tercintanya yang seolah tak pernah takut dengan pisau operasi yang sebentar lagi untuk kedua kalinya ia rasakan
__ADS_1
”Cepatlah sembuh sayang, aku mencintaimu"bisik Putu ?sebelum Ayu di dorong masuk ruang operasi
Tak ada jawaban hanya senyum yang terukir di wajah cantik Ayu.