
Tiba-tiba Satria mendengar suara keributan di luar kamarnya, suara Prapti dan Widya yang berteriak-teriak marah.
Satria bergegas keluar kamar, ia tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya, Widya
Satria melihat istrinya dan Prapti sedang menghalang-halangi seorang pria, mereka terlihat berantem omongan, Satria yang melihat hal tersebut bergegas mendekati istrinya, ia takut lelaki tersebut bertindam nekat tanpa perduli wanita hamil didepannya
"Siapa anda masuk kerumah orang tanpa permisi? " bentah Satria sambil menarik Widya menjauj dari pria tersebut
Si pria melihat heran dan menatap intens ke arah Satria
"Mengapa aku harus meminta izin masuk kerumahku sendiri? " jawab si lelaki tersebut ecuh tak acuk lalu melangkah ke sofa dan duduk dengan santai
Prapti lalu mendekati Satria dan membisika. sesuatu
__ADS_1
"Itu mantan suami ibu Angi" ucap Prapti pelan yang di balas lirikan Si Pria yang ternyata mantan suami Anggi yang bernama Andy
Sementara Satria menatap nanar ke arah si pria tersebut, ia masih memendam dendam atas perbuatannya pada Anggi tempo hari.
"Jadi loe udah tahu siapa gue kan? sekarang kalian enyah dari sini" ucap Andy mengibaskan tangan dengan senyum mencemooh
"Sebaiknya anda yang keluar dari rumah ini pak Andy, atau saya akan menelpon polisi" hardil Prapti emosi
"Hah, pembantu rendahan macam loe mau ngusir gue? apa dirumah ini sudah gak ada kaca?, hingga pembantu rendahan bisa bersuara gak sepantasnya begitu?"ucap Andy merendahkan Prapti, membuat Prapti makin naik pitam hendak menjambak rambut Andy, namun Satria menarik tangan Prapti dan menggelengkan kepala, melarang Prapti melampiaskan kemarahannya
"Siapa loe berani menasehati apa yang harus dan gak boleh gue lakukan? loe bukan orangtua gue yang berhak ngatur gue" bentak Andy merasa tersinggung
"Justru karena orangtua anda sudah tidak sanggum menasihati anak seperti anda, sungguh kasian mereka punya anak yang tidak punya rasaprikemanusiaan"
__ADS_1
Uacapan Satria membuat Andy naik pitam, ia langsung bangun dari duduknya dan mendekati Satria, membuat Widya takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada Satria, namun Satria menepuk tangan Widya dan memintanya menjauh
Prapti dengan segera membawa Widya masuk kedalam kamar Anggi lalu mengonci pintu kamar tersebut, ia sangat paham situasi kini berubah jadi bahaya, karena Satria sudah menyentil sisi sensitif dari Andy.
Andy paling tidak suka seseorang membawa-bawa orangtuanya, seburuk apapun ia sangat menghargai orangtuanya
"Loe punya nyawa berapa? berani-beraninya loe nilai kehidupan gue? loe udah bosen hidup ya? ucap Andy dingin
"Gue? gue calon suami Anggi, jadi gue tahu benar manusia macam apa loe.
manusia kasar, bejat dan sakit jiwa" ucap Satria santai
Andy menarik baju kaos Satria hendak menghadiahkan Satria bogem mentah, namun Satria dengan gesit menahan lalu menarik tangan Andy dan memuntirnya kebelakang tubuhnya, kini Andy posisinya terkunci dengan tangan di belakang lalu Satria menjegal kaki Andy hingga kini jatuh berlutu dan tangan satunya pun ikut di kunci kebelakang
__ADS_1
"Jadi segini doang gertakan anda tuan Andy yang terhormat? pantas saja, anda hanya berani menyiksa wanita karena anda lemah" ucap Satria tepat di kuping Andy membuat Andy meronta-ronta berusaha melepaskan kuncian tangan Satria, namun tak berhasil hingga Andy berteriak memanggil nama seseorang, tak lama kemudia masuklah dua pria bertubuh tegap besar, Pria tersebut terkejut melihat bos mereka berlutut dengan tangan di cekal kebelakang
"Jangan bengong aja ****, lepasin gue dari kecoa ini dah hajar dia" perintah Andy pada kedua bodyguard nya