
Satria meninggalkan kamarnya, ia butuh udara segar menenangkan pikirannya, di satu pihak ia ingin melindungi seseorang yang pernah jadi bagian dalam hidupnya dulu atau tepatnya, masih ada tempat Anggi di hati Satria, walau sekuat apapun Satria berusaha untuk menutupinya, tak ayal jika hatinya bergetar terlebih ia saat berdekatan dengan Anggi hati Satria bergetar.
Semula Satria hanya mengira jika ia mengenang masa lalu dengan anggi, namun setelah kejadian penganiayaan yang di alami Anggi, jiwa Satria menjadi tak tenang ingin melindungi dan menjaga Anggi.
Bukan tak cinta dengan Widya, justru Satria amat sangat mencintai Widya, namun Anggi mempunyai tempat lain di hati nya
Dilain sisi, Satria tidak mau menyakiti wanita yang kini menjadi istrinya, namun permintaan widya bisa menjadi celah untuknya berselingkuh hati, dan Satria tidak ingin itu terjadi.
Bila ia harus memilih, maka Widya adalah pilihannya.
Satria masih merenung, menghisap rokok di tangannya, kemudian menghempaskannya ke lantai, Entah sudah berapa banyak rokok yang di hisapnya
Anggi yang melihat Satria dari kejauhan, enggan mendekati. Anggi paham. benar, jika suasana hati Satria saat ini sedang kacau.
Satria bukan tipe perokok, dan bila saat ini ia terlihat seperti pecandu rokok artinya saat ini Satria sedang ada permasalahan yang berat.
Setelah hampir dua jam Anggi memperhatikan dari kejauhan, akhirnya ia memberanikan diri mendekati Satria
__ADS_1
"Mas, mas Satria"
"Oh Anggi, ada apa Nggi? kamu gak sudah enakan kah?
"Anggi sudah baikan kok mas, mas lagi apa disini? mengapa mas seperti orang banyak masalah?
"Eh uhmm mas cuma lagi iseng aja" kila Satria
"Mas, Anggi kenal banget siapa mas, mas gak akan merokok kecuali sedang tertekan. mas bisa cerita sama Anggi, sebenarnya ada masalah apa? "
Satria memandang Anggi sejenak, ia bimbang antara mengatakan sejujurnya atau tidak, namun dahulu ketika masih belum bersama Anggi, Satria selalu terbuka dengan Anggi.
"mas, seburuk apapun kenyataan baik di katakan, jangan simpan sembunyikan, apalagi di pendam sendiri"
"Begini, kami memutuskan, tepatnya Widya yang memutuskan untuk tetap tinggal di rumah mu sampai dua minggu kedepan.
Jika selama itu mantan suami mu tidak mengganggumu makan kami kembali kerumah dan Widya tidak memaksaku untuk menikahi mu. tapi jika mantanmu dalam kurun waktu itu datang dan mengganggumu, maka mas di paksa menikahimu, dan jujut itu pilihan terberat dalam hidup mas.
__ADS_1
Maaf Anggi mas harus jujur, bagi mas Widya adalah masa depan mas kini dan selamanya.
Mas gak mau membagi hati mas untuk wanita lain karena mas sangat mencintai Widya"
Deg, jantung Widya seakan berhenti berdetak, ia menelan salivanya sendiri yang terasa bagai empedu, pahit.
Hatinya seakan di gores sembilu mendwngar kejujuran Satria.
Anggi masih sangat mencintai Satria dulu dan kini, namun perkataan Satria menghancurkan hatinya.
Anggi mengerti jika perasaan yang ia miliki salah, namun ia tak bisa membohongi hati nurani nya sendiri jika ia masih sangat mencintai Satria.
Tanpa terasa air mata Anggi menetes, ia buru-buru menyeka air matanya namun Satria melihatnya
"Maafkan mas Anggi, mas gak bermaksud menyakitimu. kamu layak mendapatkan yang lebih baik dari mas" ucap Satria menggenggam tangan Anggi, sementara Anggie menunduk sambil menangis
"Yang aku mau cuma kamu mas, kamu yang suka sempurna buatku, walau aku tahu itu salah" gumam Anggi dalam hati
__ADS_1
"Please jangan menangis, mas gak bisa melihat kamu menangis. maafin mas ya" ucap Satria reflek memeluk Anggi
"Aku rindu kamu mas" ucap Anggi lirih