
Anggi hanya diam, ia bingung harus menjawab apa. Jika ditanya cinta, ia akan berkata jujur jika ia masih sangat mencintai Satria, namun kepahitan rumah tangganya di masa lalu, membuatnya harus meredam perasaannya sedalam mungkin.
Anggi tak mau berharap lebih, rumah tangganya akan kembali , yang terpenting baginya adalah membesarkan Aisya dan Kinar, dengan atau tanpa status pernikahan dengan Satria
”Hufh, tanpa kamu bicara, diam mu menjawabnya nak. Nenek menyayangimu melebihi cucu nenek sendiri. Nenek hanya ingin kamu bahagia, jika kamu ragu maka berikan hatimu waktu untuk percaya lagi, berikan waktu untuk hatimu sembuh dari lukanya dan setelah kamu yakin jalan mana yang akan kamu ambil, maka tetapkan hatimu, tutup rapat masa lalu mu dan melangkahkan kedepan, jangan pernah menengok kembali kebelakang”ucap Ayu pelana namun sangat mengena di hati Anggi
”Besok kami akan kembali ke Bali, sudah terlalu lama kami pergi, kalian hiduplah yang rukun dan selesaikan masalah kalian dari hati ke hati.
Empat bulan lagi pernikahan Ridwan, kami perlu mempersiapkan semuanya, ditambah lagi Bagus sudah menetapkan hatinya ingin melamar seseorang dan nenek mau bertanya pendapatmu”
”Alhamdulillah akhirnya kak Bagus, dengan siapa nek?”tanya Anggi antusias
”Prapti , asisten sekaligus adik angkat mu”ucap Ayu tersenyum lebar
”Alhamdulillah ya Allah, nek, Prapti gadis yang baik, aku harap nenek dan kakek bisa menerimanya dan menyayanginya"ucap Anggi setengah memohon
”Huh sejak kapan nenekmu ini memandang seseorang melalui status hah? bagi nenek asalkan ia baik dan anak nenek menerimanya dan bahagia dengan wanita itu, itu sudah cukup buat nenek.
Nenek menyukai gadis itu”ucap Ayu tersenyum
Anggi terharu sekaligus bangga, ia juga tahu jika Ayu bukan sosok yang mengutamakan kedudukan.
Anggi tersenyum bahagia, bulir kecil menetes di sudut matanya
”Terima kasih nek” ucap Anggi memeluk nenek Ayu
”Jadi kapan rencananya nek? Prapti sudah tidak memiliki keluarga seorang pun, hanya aku keluarga baginya"ucap Anggi menatap lurus kedepan, terbayang saat dimana ia pertama kali bertemu Prapti
seorang gadis kecil yang mengais sampah demi memenuhi kebutuhan hidupnya, yang menyelamatkan dirinya dari kejaran preman-preman yang di sewa Andi
Hingga akhirnya Anggi membawanya pulang dan menjadikannya asisten nya di rumah, karena pendidikan Prapti yang hanya sekolah dasar, seiring waktu, Anggi membiayai Prapti sekolah, ia bekerja sambil sekolah untuk mengejar pendidikannya, hingga kini walau hanya asisten, Prapti bergelar sarjana ekonomi management
__ADS_1
”Aku tahu kamu sangat menyayangi Prapti, tak perlu berterima kasih seperti itu, empat bulan lagi kita langsungkan acara pertunangan Prapti dan Bagus saat pernikahan Ridwan dan Irine , aku menyerahkan semua acaranya padamu sebagai kakaknya Prapti
”Terima kasih nek, aku akan lakukan yang terbaik” ucap Anggi
”Lihatlah anak itu begitu bahagia dan lihat senyum Satria tak lepas dari wajahnya, nenek mau bertanya padamu, apa yang akan kamu lakukan kedepannya?”
”Maafkan Anggi nek, Anggi tetap akan merahasiakan dari mas Satria, Anggi hanya ingin memberikan kebahagiaan pada Kinar, keluarga yang utuh. Ia yatim piatu nek. walau kita tak suka dengan orangtuanya, namun Kinar tak salah apapun, ia berhak bahagia”
"Nenek juga sangat menyukai gadis kecil itu, walau dia bukan cicit kandung nenek, namun bagi nenek ia adalah cicit kandung nenek, kakak Aisya” ucap Ayu menghapus kegundahan hati Anggi
"Nenek....” Anggi tak bisa meneruskan kata-katanya, ia sangat bahagia Ayu tidak mempermasalahkan keputusannya, malah ia menerima dengan senang hati keberadaan Kinar. Yang utama, ia mengakui Kinar sebagai cicit nya, tak terkatakan bagaimana bahagianya Anggi mendengar itu, ia menangis sesenggukan dalam pelukan Ayu
"Mengapa cucu nenek satu ini senang sekali menangis, sudah hapus air matamu, lihat cicit nenek wajahnya mulai gelap mau menangis melihat mamanya menangis" ucap Ayu yang tertawa geli melihat Aisya seperti mau menangis, bibirnya sudah memble bersiap menangis
”Aww anak kesayangan mama sedih ya lihat mamanya nangis, anak pintar”ucap Anggi menciumi pipi gembok Aisya hingga balita itu tertawa senang
”Nenek, terima kasih. Anggi tak tahu harus berkata apa lagi, nenek penguat Anggi, nenek segalanya buat Anggi, Anggi sayang nenek"ucap Anggi kembali memeluk Ayu
"Ada acara apa nih peluk-pelukan aja dari tadi” ucap Satria dengan nafas memburu karena ia harus mengejar Kinar yang berlari mendekati Anggi
”Kinar main perosotan sama papa ya?”tanya Anggi menyeka keringat di kening putri nya
”Uhm” ucapnya tersenyum
”Bilang apa sama papa udah ajak Kinar main?” tanya Anggi memangku Kinar di pangkuannya
”Makacih papa"ucapnya merentangkan tangan kearah Satria
Satria mengangkat tubuh Kinar, ia memeluk dan mencium pipi Kinar, terasa Asin , ekspresi Satria membuat gadis kecil itu tertawa terkekeh
”Sudah ayo turun dan duduk sayang, Oma bawakan minuman buat Kinar” ucap Ayu yang membawa nampan berisi minuman dingin untuk cicitnya
__ADS_1
”Makasih Oma"ucap Kinar memberi Ayu ciuman di pipinya, mereka semua tertawa senang
Waktu beranjak petang, tak terasa sudah lama mereka berada di taman belakang rumah, Anggi membawa anak-anaknya masuk ke kamar, menggant baju mereka yang basah karena habis bermain, lalu membantu Prapti menyiapkan makan siang untuk seluruh keluarga
Sekaligus mengumumkan acara pertunangan Prapti dan Bagus.
Semua keluarga sudah berkumpul. Anggi juga meminta Prapti duduk bersama mereka, awalnya Prapti menolak, namun dengan sedikit bujukan akhirnya mau, mereka makan sambil bersenda gurau
Setelah makan, Anggi membawa si kecil Aisya dan Kinar untuk tidur siang, sedang seluruh keluarga sudah pindah keruang keluarga membicarakan rencana pernikahan Ridwan
Setengah jam kemudian, Anggi sudah kembali bergabung karena kedua anaknya sudah tidur siang, di kejauhan ia melihat Prapti yang nampak canggung berada di tengah-tengah keluarga calon suaminya
"Tegang bener? santai aja sebentar lagi juga kamu akan jadi nyonya Bagus putra Putu natanegoro"ucap Anggi langsung duduk di samping Prapti yang wajahnya memerah karena malu
”Jadi beneran nih Bagus udah meleleh sama Prapti?"tanya Ridwan yang tidak tahu menahu
"Iya kak, tadi nenek yang sudah meminta Prapti untuk kak Bagus"timpal Anggi yang membuat Bagus maupun Prapti merona merah karena malu di ledek oleh Anggi
”Kalian lucu ya, wajah kalian kaya kepiting rebus tuh"ucap Ridwan tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya
Sementara Satria hanya bisa tersenyum melihat kelakuan om nya itu
Tiba-tiba tawa Ridwan hilang di ganti dengan rintisan kesakitan
"Aduh, duh sakit ma”ucap Ridwan memegangi kupingnya yang di tarik Ayu
”Terus goda adikmu, setidaknya Bagus lebih gantleman di banding kamu, ia bisa langsung mendekati pujaan hatinya dan mengatakan keseriusannya, tidak seperti kamu yang kaku kaya kanebo kering” Dengus Ayu membuat semua orang tertawa dengan perkataan Ayu, sesuatu yang hanya Anggi yang tahu, bagaimana kisah Ridwan dan Irine akhirnya bersama, dua orang yang sama-sama ego untuk mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, berkat dirinya lah akhirnya Ridwan dan Irine bersama.
Kini Bagus dan Prapti yang awalnya terpojok kini tertawa membalas Ridwan yang terbuka rahasianya
Mereka senang kini Ridwan kena batunya.
__ADS_1
"Mamaaaa...."Protesnya malu
Ayu hanya tersenyum cuek mendengar protes anak sulungnya, sementara Putu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya