Suami Sewaan

Suami Sewaan
Anak Pungut II


__ADS_3

Satria melajukan kendaraannya menuju sekolahan Kinar, sebelumnya ia sudah membuat janji dengan wali kelas Kinar setelah mendengar penuturan istrinya.


Satria marah sekaligus kecewa anaknya bisa mendapatkan perlakuan buruk di sekolahnya, ia takut mental Kinar tertekan sebab ia tahu benar jika Kinar sedikit tertutup dan tak pandai berkomunikasi dengan orang banyak, hanya dengan keluarganya saja ia bisa tertawa lepas, namun jika di luar Kinar cenderung pendiam.


Satria dan Anggi sudah membawa Kinar beberapa kali Terapy ke psikiater terkait trauma masa kecilnya


Kinar kecil dulu sering menangis dan berteriak saat ia tertidur, kini berlangsung membaik, hanya saja luka masa kecilnya masih membekas di ingatannya walau samar-samar


Satria sampai di sekolahan Kinar lalu langsung menuju ruang guru, Bu Fatimah langsung menyambut kedatangan Satria, mereka lalu masuk ke dalam ruang tamu yang berada di ruang guru


”Maaf kalau kedatangan saya mendadak Bu, ini prihal anak saya Kinar.


Siang ini dia pulang sambil menangis karena teman sekelasnya mengejeknya anak pungut.


ini semua bermula dari ejekan temannya yang bernama Susan yang mengatai putri saya jelek hitam dan berbeda dengan mamanya”


”Astaghfirullah, maaf pak saya tidak tahu jika kejadiannya seperti itu”ycap Fatima berempati


”Saya mohon dengan sangat Bu Fatima sebagai wali kelas bisa menegur mereka agar tidak melakukan hal seperti ini lagi.


Kinar sangat terpukul dan terlihat sangat sedih, ia jd mengurung diri di kamar akibat kejadian ini.


saya harap bullying tidak akan terjadi lagi di sekolah ini baik pada anak saya ataupun anak-anak yang lainnya.


Saya berharap ini yang terakhir kalinya.” ucap Satria


”Saya selaku wali kelas Kinar memohon maaf pada bapak sekeluarga, terutama Kinar.


Saya kan pastikan hal itu tidak akan terjadi lagi.


saya akan panggil orangtua murid untuk menyampaikan ini semua, sekali lagi saya mohon maaf pa”ucap Bu Fatima pelan


”Saya sangat berterima kasih atas bantuan ibu.


Saya hanya berharap semua anak bisa belajar dengan baik tanpa ada tekanan dari pihak manapun”


”Baik pak, saya mengerti” jawab Bu Fatima


”Saya minta izin Kinar tidak ke sekolah beberapa hari, Kinar terlihat sangat tertekan akibat kejadian itu”


”baik pak, saya mengizinkan, semoga Kinar bisa secepatnya belajar kembali dan saya akan pastikan kejadian itu tak akan terulang lagi”ucap Bu Fatima


”Kalau begitu saya permisi Bu, terima kasih atas pengertian dan waktunya”ucap Satria bangkit


Satria lalu kembali mengendarai kendaraannya, namun di tengah jalan ia memutar arah mobilnya dan kembali menuju rumah

__ADS_1


Hatinya tak tenang sebelum memastikan kondisi Kinar.


”Hallo, Kak bagus aku gak balik ke kantor lagi, Kinar sedang tak enak badan”ucap Satria menghubungi Bagus dari ponselnya


”Apa Kinar sakit?”tanya bagus di ujung telepon


”Kinar baik-baik saja. hanya saja siang ini sepulang sekolah ia menangis karena di sekolah temannya membully nya, mengatakan jika ia anak pungut”


”Astaghfirullah, terus gimana cucu ponakan kakak?” tanya Bagus dengan nada khawatir


”Sudah aku tangani kak, aku sudah bertemu dengan wali kelasnya Kinar meminta tolong pelaku bullying di tindak dan berharap tak akan ada lagi bullying di masa depan. Namun aku tak tenang jika di kantor, aku belum memastikan kondisi Kinar”


”Baiklah, urus saja anakmu, masalah kantor biar kak Bagus yang handle”


”Makasih kak, assalamu'alaikum”


"Wa'alaikum salam”balas Bagus lalu panggilan berakhir


Satria menghentikan kendaraannya di sebuah mall, ia turun lalu langsung menuju toko mainan anak, membeli beberapa mainan untuk semua anak-anaknya tak terkecuali si baby Raffi dan Raffa.


Setelah itu ia menuju toko ice cream lalu membeli beberapa untuk di bawa pulang.


Ia juga mampir ke counter ponsel dan membeli satu unit ponsel yang akan ia berikan untuk Kinar.


Satria memang melarang anak-anaknya memegang ponsel agar anaknya memiliki waktu banyak untuk bermain sesuai dengan usianya, bukan sibuk berselancar di dunia Maya.


Satria memandang semua tentengan yang di bawanya lalu tersenyum, ia tak perduli uang yang di keluarkan asal anak-anaknya bahagia, baginya uang bisa di cari lagi nanti


Segera Satria melajukan kendaraannya menuju rumah.


Sementara di rumah Kinar sudah tidak sedih lagi. ia juga sudah asik bermain dengan saudara-saudaranya.


Hari ini Ayu membelikan Kinar sebuah tas selempang cantik , sedang untuk Aisya sebuah boneka Teddy bear besar dan untuk di kecil Reyhan ia mendapat mobil balap remote.


Ayu sejak tadi makan siang merasa penasaran mengapa Anggi menangis dan kini ia terlihat murung, hanya melihat dari kejauhan anak-anaknya bermain, sedang ia sedang menyusui kedua buah hati kembarnya


Ayu menghampiri Anggi dan duduk di samping cucunya itu


Ia lalu perlahan menanyakan mengapa Anggi terlihat murung setelah kembali dari kamar Kinar.


Anggi menceritakan kejadian yang menimpa Kumar, keduanya terlihat marah sekaligus sedih dan menyangkan hal tersebut bisa terjadi di lingkungan sekolahan.


”Kamu jangan sedih seperti ini, kamu harus kuat. Nenek tahu ini tak mudah bagimu, namun demi anak-anakmu kamu harus kuat setegar karang. Walau bagaimanapun saat ini bukan waktu yang tepat kinar tahu semuanya. Kamu harus memberitahunya saat ia dewasa, bagaimanapun ia harus tahu kebenarannya, asal usulnya dan orangtua nya sesungguhnya.”ucap Ayu


”Iya nek, semoga pada waktunya nanti Anggi kuat menyampaikan kebenaran itu padanya” ucap Anggi lirih

__ADS_1


”Itu harus nak, Kinar punya hak untuk tahu kebenarannya, tapi tidak sekarang.


Apa Satria tahu ini? itukah sebabnya tadi siang kamu menangis?” tanya Ayu lembut


”Iya nek, mas Satria langsung menyelesaikan semuanya, ia tidak mau Kinar terus jadi korban bullying”


”Baiklah, kamu tidak perlu khawatir lagi, sekarang tersenyumlah, anak-anak membutuhkan mamanya”ucap Ayu menepuk punggung tangan cucu mantunya itu


Setelah kenyang menyusu kedua bayi kembar nan tampan itu tertidur. Anggi meletakkan mereka di box nya yang sengaja ia persiapkan di ruang keluarga agar mudah mengawasi si kembar sekaligus bisa mengawasi anak-anaknya yang lain.


”Assalmu'alaikum. Hayo anak-anak, papa bawa apa???” sapa Satria yang baru saja masuk ke ruang keluarga


"Papaaaaa...” teriak mereka bertiga berlari menuju Satria dengan wajah penuh bahagia


Satria langsung memberikan hadiah yang ia bawa pada putra dan putrinya, mereka tak lupa mengucapkan terima kasih lalu mencium pipi Satria, membuka hadiah mereka masing-masing sambil bersorak bahagia.


Mereka lupa jika adik kembar mereka berada disana.


Beruntung si kembar tidak terbangun karena suara teriakan mereka


”Terima kasih papa, Reyhan sayang papa”ucao Reyhan memeluk Satria dan menghadiahkan papanya itu sebuah ciuman


”Aisya juga sayang papa, papa ia the best ya kan dek?” tanya Aisya


”Papa keyen"ucap Reyhan kencang


"papa makasih, Kinar suka"ucap Kinar malu-malu.


Satria membentangkan tangannya meminta Kinar memeluknya.


Kinar menghampiri Satria dan memeluknya


”Anak gadis papa yang paling cantik "ucap Satria mengelus puncak kelapa Kinar, membuat Kinar berbinar senang


"Aisya juga cantik kok pa”protes Aisya iri melihat kakaknya dipuji oleh papanya


”Semua cantik, anak kesayangan papa dan mama” ucap Satria tersenyum


"Reyhan gak mau cantik, kata Bu guru kalau laki-laki ganteng” celoteh si kecil Reyhan memprotes ucapan Satria


”Iya deh papa salah, Reyhan ganteng. semua anak papa dan mama yang paling cakep"ucap Satria menggelitik anak-anaknya. Mereka berlarian menghindari Satria sambil tertawa senang


Anggi dan Ayu tersenyum melihat keceriaan anak-anak mereka


”Nenek ingin hidup lebih lama agar bisa melihat cicit nenek tumbuh ” ucap Ayu seolah berkata pada dirinya sendiri

__ADS_1


"Nenek akan panjang umur dan melihat semua cicit -cicit nenek besar dan tambah pintar"ucap Anggi menggenggam tangan ayu


”Amiiinnn ya Allah, bismillah”ucap Ayu berkaca-kaca.


__ADS_2