
Sementara di dalam ruangan Dimas masih menangis, menyesal dan marah dengan keadaan.
Ia kecewa dan marah dengan kekasihnya Bella yang tega berbuat ini padanya.
”Ma, maafkan Dimas” ucap Dimas lirih
”Mama sulit memaafkan mu” ucap Mariska singkat
"Dimas janji akan menuruti semua apa kata mama, asalkan mama mau memaafkan Dimas”ucap Dimas putus asa karena mama nya seolah benci padanya
Awalnya Mariska enggan menanggapi anaknya, sudah lelah ia berharap anaknya mau mendengar perkataannya.
Damar yang sedari tadi memijit punggung mamanya mendekatkan kepalanya ke Mariska lalu membisikkan sesuatu tanpa Dimas sadari karena ia terus menunduk penuh Penyesalan
”Maaa, bagaimana kalau kak Dimas menikah dengan kak Kinar.
Damar yakin mama suka kak Kinar dan Kak Kinar orang yang tepat, selain cantik dia juga baik hati”bisik lirih Damar takut terdengar oleh kakaknya
Mata Mariska yang sayu tiba-tiba berbinar penuh harap, ia sedikit setuju dengan perkataan Damar, namun ia tka mau egois mengorbankan masa depan Kinar demi nama baik keluarganya, Mariska menggeleng pelan.
Damar tak mungkin terus berbicara, ia khawatir Dimas melihatnya dan membencinya karena mem provokator mamanya untuk membuatnya menikah dengan wanita lain.
”Sebaiknya loe pulang dulu kak, biarkan mama tenang untuk sementara waktu. Biar gue yang jaga mama"ucap Damar tiba-tiba
Walaupun Mariska tak tahu apa maksud putra bungsunya itu, namun Mariska yakin Damar memiliki alasan nya sendiri, sehingga Mariska memilih diam dan membiarkan Dimas di minta pulang oleh Damar
Dimas menatap sedih pada Mariska, namun Mariska buru-buru memalingkan wajahnya, ia masih sangat kecewa dan malu atas apa yang telah terjadi.
Setelah kepergian Dimas, Mariska langsung menatap Damar meminta penjelasan, sedang Kinar masih berada di luar
”Mama, Damar yakin Kinar wanita yang tepat.
Mama juga menyukai kak Kinar kan? selain itu gak ada pilihan lain.
kita harus menyelamatkan nama baik keluarga kita, dimana kita bisa mendapatkan calon mempelai wanita yang sesuai keinginan mama” ucap Damar
"Tapi nak, itu gak adik buat Kinar, dia sangat baik sama mama, masa mama memanfaatkan dia untuk kepentingan kelurga kita??? gak sayang, kamu tahu bagaimana sikap kakakmu? tak da wanita yang akan bertahan disisinya dengan sikap egoisnya itu, kecuali wanita matre itu, ia bisa mengontrol Dimas seperti mainan, karena kakakmu sudah buta , buta akan cinta” ringis Mariska sedih
"Kita akan berikan sesuatu sebagai balasan nya ma.
Mama pasti tahu mamanya kak Kinar sedang sakit, nah yang Dimas tahu, kak Kinar sedang mencari pekerjaan untuk biaya operasi mamanya.
Ditambah papanya juga habis kecelakaan.
Sepertinya perekonomian mereka sedang gak baik ma.
Menurut feeling Damar sih, kak Kinar akan menerima tawaran mama asalkan mama mau membantu kelurga kak Kinar, khususnya mamanya kak Kinar.
Kak Kinar sangat menyayangi mamanya, itulah mengapa ia bisa juga menyayangi mama karena kak Kinar wanita berhati lembut”terang Damar, sementara Mariska hanya mengangguk kecil setuju dengan pernyataan Damar.
”Apakah kondisi kesehatan mamanya Kinar mengkhawatirkan?”tanya Mariska iba
Damar hanya mengangguk membenarkan
”Baiklah, mama akan pikirkan.
tapi tetap saja mama merasa bersalah”
”Anggap saj mama mendapatkan anak wanita yang mama inginkan sekaligus menjaga bayi tua yang menyebalkan itu.
Kak Dimas memang orang yang kasar dan egois, tapi dia tak pernah main tangan dengan wanita.
Seiring waktu pasti cinta akan hadir diantara mereka ma" ucap Damar meyakinkan
"Bagaimana jika Kinar menderita karena keputusan mama?” ucap Mariska mengigit bibir bawahnya
”Maka biarkan dia bebas, dan mama harus memastikan dia bebas. menentukan pilihannya”
__ADS_1
"Baiklah, mama akan pertimbangkan itu" ucap Mariska menghela nafasnya
Ia memang sangat menyukai Kinar dan sudah menganggapnya anak, ia juga ingin Kinar menjadi menantunya namun bukan cara seperti ini.
"Ya Allah, apakah aku harus menuruti perkataan anakku atau.....” Mariska terdiam, ia memang tak memiliki jln keluar lain.
Kinar masuk ke dalam ruangan dengan senyum menghias bibirnya, selalu terlihat cantik.
Walau kulit Kinar agak gelap namun ia cantik alami, i tak pernah memakai make up berlebih, hanya tipis-tipis, namun tak mengurangi kecantikannya.
Ditambah dua lesung Pipit di pipinya menambah kecantikannya.
"Tante, bagaimana kabarnya? "tanya Kinar yang sejak Mariska siuman ia belum sapa
"Alhamdulillah sudah enakan"ucap Mariska
”Tante jangan banyak pikiran, Tante hanya harus fokus pada penyembuhan Tante, jangan pikirkan apapun dulu saat ini”
"Tante gak bisa sayang, ini semua terlalu berat untuk tante” ucap Mariska menitikkan air matanya
Kinar memeluk Mariska berusaha menenangkan dan memberinya kekutan menghadapi musibah ini.
Ia tak sengaja dengar dari pertengkaran Dimas dan Damar beberapa waktu lalu.
Ia tahu apa yang kini di rasakan oleh Mariska
”Istighfar Tante, serahkan sama Allah.
Allah tak akan menguji umatnya di luar kemampuannya.
Kinar yakin Tante kuat" bisiknya
Hati Mariska merasa hangat mendengar perkataan Kinar.
ia memang sangat merindukan seorang anak perempuan yang bisa menjadi tempatnya manja dan bertukar pikiran, dan dari Kinar semua itu ia rasakan.
”Sayang, maukah kamu menolong Tante sekali lagi?
Sebenarnya tante malu karena sudah sangat keterlaluan.
Tapi Tante tak tahu lagi harus apa.
Maukah kamu menikah dengan Dimas??”tanya Mariska tiba-tiba membuat bola mata Kinar membulat sempurna
”Tante maaf...” ringos Kinar terkejut
”Tante tahu Tante sangat keterlaluan meminta sesuatu yang tidak sepantasnya.
Tapi Tante akan membalasnya.
Tante akan membiayai pengobatan ibumu sampai sembuh ”ucap Mariska membuat bibir Kinar kelu, ia ingin menyangkal, namun mendengar tawaran Mariska nyatanya membuatnya terdiam, bimbang
”Mau ya sayang, demi Tante.
Tante janji akan membiayai semua keperluan operasi mamamu. Pernikahan ini hanya untuk menutupi malu kelurga kami. Dua tahun, ya Dua tahun, jika sudah ya tahun kamu akan bebas. Tante sendiri yang akan urus semua proses perceraiannya dan kamu masih akan mendapat kompensasi apapun yang kamu mau” ucap Mariska memegang tangan Kinar
”Tan, ini....? Pernikahan bagi Kinar sesuatu yang sakral Tan, Kinar gak bisa membayangkan bagaimana menjalani pernikahan yang di batasi waktunya” keluh Kinar.
Kinar sangat menghormati yang namanya pernikahan, baginya menikah untuk sekali seumur hidup.
”Baiklah, maafkan Tante, tapi kamu mau ya menikah dengan Dimas, Please Kinar , Tante mohon sama kamu" Mariska memohon sambil menangis, harapannya hanya Kinar yang bisa membantunya
”Beri Kinar waktu Tan, Kinar butuh waktu berfikir.
Maaf Kinar pamit dulu"ucap Kinar mencium punggung tangan Mariska lalu melangkah keluar
”Tante percaya sama kamu"ucap Mariska sebelum Kinar keluar, Kinar hanya terdiam dan meneruskan langkahnya.
__ADS_1
Di pintu kamar ia bertemu dengan Damar yang menyapanya, namun Kinar hanya tersenyum dan mengangguk tanpa membalas ocehan Damar.
Hatinya tak karuan setelah mendengar perkataan Mariska.
Ia ingin marah namun juga ia merasa sedih, dua perasaan yang bergejolak di dalam hatinya.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Dokter Nugraha menelponnya
Nugraha Calling.........
Kinar buru-buru meraih ponselnya dan mengangkat telepon dari dokter Nugraha
"*Assalamu'alaikum, bagaimana kabarmu my princess???” tanya Nugraha berbasa-basi di ujung telepon
”wa’alaikum salam om, Alhamdulillah baik.
Ada hal penting apa om tumben telepon Kinar?”
”Cuma mau nyapa ponakan om yang cantik aja gak boleh gitu?” Rajuk Nugroho
” Boleh sih, tapi suara om seperti ada masalah? apa ini menyangkut mama?" tanya Kinar
” Ah itu hanya perasaanmu saja cah ayu” sangkal Nugraha.
ia baru saja kembali dari kediaman Orangtua Kinar. Kondisi Anggi makin memburuk dengan cepat.
Awalnya ia hanya akan menyapa Kinar, menduga gadis ini tahu, nyatanya tidak , dan Nugraha menjadi bimbang memberitahu atau tidak
”Om, Please katakan, atau Kinar akan membenci om kalau sampai Kinar tahu om membohongi Kinar di belakang. Jangan perlakukan Kinar seperti anak kecil, seperti papa perlakukan Kinar. Kinar sudah dewasa om,Kinar juga harus tahu kondisi mama” tuntut Kinar
Terdengar helaan nafas berat di ujung telepon
Tentu saja Nugraha tak akan mau di benci Kinar. ia menyayangi Kinar seperti putrinya sendiri.
”Sebenarnya.....”
Assalamu'alaikum reader semua,
semoga kalian semua sehat selalu ya ....
Maafkan author yang agak tersendat menulis novel ini di karena kesibukan author dari puasa hingga hari raya kemarin dan berlanjut sampai saat ini, author mohon maaf atas ketidak nyaman reader semua.
Author telah berusaha keras membagi waktu antara baking dan menulis novel, terkadang author harus menulis selesai mengerjakan orderan cake and cookies saat puasa kemarin, dan alhamdulillahnya karya "Suami Sewaan" akan memasuki ujung cerita
Author akan mengeluarkan bagian kedua dari novel ini yang menceritakan tentang Kinar, yang pastinya gak kalah seru ya.
karena lanjutan Kinar masih berhubungan dengan novel suami sewaan jadi di sarankan membaca suami sewaan dulu baru Kinar.
Author ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua reader yang selalu mengikuti jalan cerita "Suami Sewaan"
atas dukungan dan supportnya, terima kasih.
Mohon Dukung Terus karya author ya, dengan cara tinggalkan like di setiap chapternya, terkadang author sedih banyak yang baca tapi enggan memberikan like.
Like kalian adalah penyemangat author.
Kadang author bertanya apakah karyanya kurang bagus sampai like pun tak dapat padahal pembaca banyak, membuat author down dan tak bersemangat menulis.
So... jangan pelit-pelit ya tinggalkan like and comen nya. Gratis tis tis, cukup tinggalkan tanda jempol manismu di setiap capther, sehingga author tahu dukunganmu.
Oh ya, author juga berencana membuat novel bergenre horor, tapi masih dalam proses pematangan ( makanan kali heheh) 😂
ditunggu aja ya...
Salam berkarya untuk semua, sukses selalu dan jangan lupa jaga kesehatan
Wasalam
__ADS_1
Pooh