
"Apakah aku harus seperti ini Tuhan, mas Satria tolong aku" gumam Anggi sambil memejamkan mata karena muak dengan pemandangan di depannya
Prapti yang mendengar teriak Anggi terdiam melihat pemandangan di depannya, ia ingin membantu tapi ia sadar tidak bisa melakukan apapum, tenaga nya kalah besar dengan mantan majikannya tersebut.
Prapti berlari ke arah kamar Satria yang berada di ruang depan, lalu menggendor pintunya sambil berteriak-teriak memanggil nama Satria
Satria yang terkejut lalu bergegas membuka pintu kamarnya dan mendapati Prapti dengan muka pucat dan memangis di depan kamarnya
"Pak, to..tolong tolong ibu.... " ucap Prapti terbantah-bantah sambil menyeka air matanya
Satria yang melihat itu langsung merasa firasat, sesuatu yang buruk terjadi pada Anggi
"Mas ada apa? " tanya Widya di belakangnya
"Kamu diam di kamar, sebelun mas balik, jangan bukakan pintu apapun yang terjadi, minta Brian datang sekarang juga dan hubungi pihak berwajib"
Widya menganggu, sementara Satria memberi isyarat Prapti untuk mengantarkan nya ketempat Anggi.
Widya langsung menutup pintu kamarnya dan segera melakukan perintah Satria, ia merasa ketakutan dan panik.
__ADS_1
Widya takut jika sesuatu terjadi pada Anggi melihat ekspresi ketakutan pada wajah Prapti dan takut suaminya kenapa-kenapa, bergegas ia menghubungi Brian untuk segera kerumah Anggi.
Sementara Prapti berlari menuju kolam renang yang letaknya di belakang dan mendapati Anggi sudah tak memakai sehelai pakaianpun, kimono, maupun bikini nya sudah tercabik-cabik di lantai.
Sedangkan kondisi Andy sama tanpa sehelai kain pun. Satria mengepalka. tangan nya, ia sangat marah.
Beruntung Satria datang saat Andy mau melempiaskan Hasratnya, ia sedang memposisikan juniornya pada Anggi yang terlihat pasrah
"Baj*ingan, binatang" teriak Satria menarik tubuh Andy lalu menendang nya, Satria memghajar Andy tanpa Ampun, ia seperti orang yang kesetanan, tak peduli Andy sudah bersimbah darah dan tak sadarkan diri.
Air kolam yang semula jernih kini bercampur darah Andy yang habis di pukuli Satria.
"Tolong buatkan teh hangat buat Anggi, dan ikat baj*ngan itu dengan tali atau apapun yang bisa digunakan buat mengikat, gak usah kawatir dia sudah tak bisa apa-apa" ucap Satria meyakinkan Prapti yang terlihat ragu-ragu
Mungkin Satria lupa jika Prapti ragu, karena untuk pertama kalinya , ia melihat tubuh telanjang seorang pria lengkap, Prapti merasa malu. namun ia buru-buru menyikirkan perasaan tersebut. ia bergegas menuju dapur dan membuat teh hangat buat Anggi.
Sementara di kamar Anggi
Satria menidurkan Anggi di kasurnya, Anggi membuka matanya, tatapannya sayu.
__ADS_1
"Mas Satriaa" ucap nya lirih lalu memeluk Satrua tanpa sadar kondisi nya saat ini
"Anggi lepaskan, lebih baik aku ambilkan kamu pakaian, sekarang kamh aman. ******** itu sudah mas bereskan" ucap Satria kikuk karena dua gunung kembar Anggi melekat dan menekan dada bidangnya
Tok Tok Tok
Pintu terbuka dan Prapti membawakan segelas air teh hangat, beruntung Satria sudah melepaskan pelukan Anggi
Setelah meletakkan teh hangat nya, Prapti kembali keluar kamar untuk mengikat Andy, mantan suami majikannya
Sementara di kamar Anggi, Satria merasa ada keanehan pada Anggi.
Anggi menjadi lebih Agresif, ia menciumi wajah dan leher Satria.
Sekuat-kuat nya iman, tak ayal kelakuan Anggi sudah membangunkan sesuatu di sana
"Anggi apa yang kamu lakukan? lepasin" ucap Satria berusaha melepaskan Anggi
"Apa Andy sudah memberikan obat perangsang pada Anggi ya? kelakuan Anggi seperti orang yang birahi" gumam Satria dalam hati
__ADS_1