Suami Sewaan

Suami Sewaan
PASRAH


__ADS_3

Anggi melihat Satria yang menangis sambil memeluk Widya, berusaha menenangkan. Hati Anggi sangat sakit melihat betapa Satri sangat mencintai istrinya. Anggi merasa sangat bersalah


Anggi bersimpuh di kaki Widya, kepala nya tertunduk dan terus menangis, sesekali terdengar ia mengucapkan kata maaf berkali-kali, nmun Widya seolah tak mendengar dan tak perduli bagaimana Anggi memohon, ia lebih memilih memalingkan wajahnya ke arah lain sambil menangis


"Sayang maafkan mas, mas rela melakukan apa saja asal kamu memaafkan mas" ucap Satria memohon


Widya mendorong Satria, ia juga menghempas tangan Kinar pada kakinya, berjalan menuju kamar tidur kemudian membanting pintu tersebut dengan keraa


Setelah masuk kamar tidur ia langsung naik ke tempat tidur, meringkuk memeluk guling lalu menangis


Satria lalu menyusul Widya di kamar.


berkali-kali Satria membujuknya, meminta maaf, Widya tetap diam seribu bahasa. ia tetap memunggungi Satria dan tidak menggubris ucapan Satria.


Satria mengacak-acak rambutnya kasar, frustasi,lalu mendekati Anggi yang masih terduduk di lantai sambil menangis


"Kamu sebaiknya pulang dulu, maaf atas ke khilafanku. Aku bener-benar memohon maaf padamu, namun aku mohon kamu jangan menuntut ku lebih, aku sangat mencintai Widya, dia hidupku, aku tak bisa hidup tanpanya, aku mohon kamu mengerti posisiku saat ini.


Aku tak mungkin menikahi mu, aku sadar aku laki-laki buruk Dimata mu, namun aku sungguh minta maaf mengatakan ini dan atas semuanya aku minta maaf.


Aku harap kamu mengerti, apa yang terjadi di masa lalu biarlah berlalu dan menjadi kenangan indah yang akan kita ingat sampai tua, namun kini aku sudah menikah dan sebentar lagi akan menjadi ayah. Aku harap kamu bisa mengerti”


"Anggi juga minta maaf mas, sudah membuat rumah tangga mas kacau,.


mengenai apa yang sudah terjadi, anggap saja tak pernah terjadi.


Mas gak usah repot-repot menjelaskan pada Anggi, Anggi tahu jika Anggi tak pantas berharap lebih pada mas, Anggi hanyalah masa lalu mas. maafkan Anggi mas” ucap Anggi berlari keluar rumah menahan sesak dadanya , sakit hati


Anggi tak bisa sepenuhnya menyalahkan Satria atas apa yang telah terjadi.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Anggi tak berhenti menangis.


Sementara di kamar Widya masih sesegukan menangis.


"Sayang please maafkan mas, mas tahu apa yang sudah mas lakukan keterlaluan dan sulit kamu maafkan. tapi semua terjadi begitu saja, mas juga gak tau mengapa mas seperti di beri obat perangsang. Berhenti sayang, ingat kamu sedang mengandung, kasian anak kita"


"Mas janji akan melakukan apa aja asalkan kamu memaafkan mas.


Please sayang jangan siksa mas seperti ini.


Aku sangat mencintaimu sayang” ucap Satria lirih


Widya tersenyum dalam hati, walaupun ia sakit hati atas apa yang terjadi antara Anggi dan Satria, namun kejadian tersebut membuka celah baginya untuk memanfaatkan kesalahan Satria


"Aku tak yakin bisa memaafkamu mas, kejadian ini sangat menyakitkan untukku, kamu menyembunyikan kebenaran dariku, padahal aku sudah memintamu menikah dengan Anggi, tapi kamu malah memilih berbut tak senonoh di depanku, apa itu yang dinamakan cinta?????”


"Sayang mas harus katakan berapa kali, mas juga merasa ada yang aneh dengan tubuh mas, seperti mas meminum obat perangsang"


"Bukan, bukan gitu, ok mas salah, ini semua salah mas, kamu berhak marah atau menghukum mas, tapi jangan benci mas, mas gak bisa hidup tanpa mu.


Mas akan lakukan apapun asal mendapat maaf darimu, please"


"Apa janji mas bisa dipegang?? aku sangsi, sedang janji pernikahan kita saja mas ingkari, aku tak percaya mas" ucap Widya mencibir


"Ma janji akan kabulkan apapun yang kamu mau" ucap Satria penuh keyakinan


”Nah mas, akhirnya kamu masuk dalam perangkap ku, aku menunggu kamu mengatakan ini, walau sangat menyakitkan tapi aku harus terus menjalankan rencana, masa depan anakku di tanganku" gumam Widya dalam hati, ia tersenyum samar


"Aku memang membenci mas karena mas sungguh membuatku sangat kecewa, namun aku juga harus bersikap adil pada Anggi, mas sudah menodai Anggi, walau sesakit apapun hatiku, aku mau mas menikah dengan Anggi"

__ADS_1


”Sayang mas tidak mau, selain menikahi Anggi”


"Belum ada sejam mas berjanji, mas sudah ingkari.


Aku paling benci cowok yang tidak bisa memegang kata-katanya, sebaiknya lupakan semua. Aku mau kita pisah”


Jedeeeeeeerrrree


Bagai petir di siang bolong, Satria terdiam kaku saat Widya mengucapkan kata itu, sudah sewajarnya Widya sangat membencinya, wanita mana yang kuat melihat suaminya bermain gila di depannya, namun ini sangat berat bagi Satria. Ia sungguh takut Widya meninggalkannya membawa pergi anak mereka, namun ia juga tak mau menikah dengan Anggi


”Sekarang mas putuskan, Mas menikahi Anggi atau kita pisah, Aku memang sakit hati pada mas, tapi aku juga tak mu punya suami yang tidak bertanggung jawab atas perbuatannya”


"Ok mas Janji sayang, demi anak dalam kandungan mu, mas akan membuatmu dan anak kita bahagia, mas mohon jangan tinggalkan mas ya sayang, mas akan memikirkannya, beri mas waktu.


Satria memeluk istrinya erat, ia sangat takut Widya akan meninggalkannya


"Mas sangat sayang kamu, hanya kamu wanita dalam hidup mas, selamanya" ucap Satria lirih sambil mengecup kening Widya lembut


"*K*amu bisa berkata seperti itu mas sekarang, tapi jika kamu mengetahui kesalahan demi kesalahan yang aku lakukan, apakah kamu tetap akan menerimaku????? mencintaiku???? dan menyayangiku????terlebih jika kamu tahu anak dalam kandunganku ternyata anak orang lain, apakah kamu masih bisa mencintaiku? " Widya tersenyum masam dalam hati


"Aku harus memikirkan bagaimana caranya agar mas Satria setuju menikahi Anggi. gumam Widya dalam hati


Karena kelelahan sehabis menangis, akhirnya Widya tertidur dalam pelukan Satria


Satria bangkit lalu menuju dapur, ia masih bingung dengan kejadian yang terkesan sudah di rencanakan.


Ia tak bisa menuduh istrinya karena tak mungkin Widya akan melakukan hal seperti itu, kecurigaan Satria mengarah pada Anggi, walau ia pun tak yakin mengingat Anggi adalah wanita yang pernah jadi bagian hidupnya dan Satria sangat paham Sifat Anggi.


Anggi tak mungkin melakukan sesuatu yang tak bermoral seperti itu, dah Satri sangat percaya itu.

__ADS_1


"Sial apa yang telah aku lakukan? Sepertinya ada yang tidak beres dengan makanan nya" gumam Satria mengepalkan tangannya.


Kini Satria harus siap melaksanakan janjinya jika suatu saat Widya menagihnya, Satria tak tahu bagaimana caranya membagi kasih sayangnya sama Adil, ia tertekan.


__ADS_2