Suami Sewaan

Suami Sewaan
Pertemuan


__ADS_3

Seperti janji Satria, siang ini mereka menuju rumah sakit untuk memeriksa kehamilan Widya, Sebenarnya Satria sedikit sangsi, pasalnya ia sudah lama tidak berhubungan, tapi Widya berkeras hati pernah berhubungan dan Satria lupa.


Bagaimanapun Satria bersyukur istrinya mau mengandung,setelah sekian lama ia merayu Widya untuk hamil , namun selalu di tolak oleh Widya, dengan alasan belom siap dan lain-lain.


Kali ini Widya hamil, membuat Satria merasa suami yang paling beruntung di dunia.


Senyum di wajah Satria terus merekah ketika mereka meninggalkan ruang dokter kandungan


Usia kandungan Widya baru empat Minggu, usia riskan bagi ibu hamil di trimester pertama


Widya tidak di perbolehkan kelelahan dan stres, sebisa mungkin pikirannya relax dan bahagia.


Satria memandangi istrinya yang terlihat lebih cantik di kehamilannya, ia menggandeng tangan Widya dan mengecup kening istrinya tersebut.


"Sayang terimakasih ya sudah mau mengabulkan keinginan mas"ucap Satria menggenggam tangan Widya dan mengecupnya


Widya tersenyum kecut, hati Widya terenyuh, Ia merasa bersalah telah membohongi Satria, namun tak ada jalan lain baginya untuk membesarkan anaknya.


Widya harus bergantung pada Satria yang mapan. Sementara ayah biologis anaknya hanya sampah yang tak bisa mengurus dirinya sendiri.


Widya jadi menyesal dan berharap jika ia benar-benar mengandung anak Satria.


Widya menghela napas, ia berusaha tersenyum walau hatinya sakit


"Maafkan aku mas"gumam Widya dalam hati


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di sebuah mall yang terbesar di kota tersebut, Widya berjalan dengan semangat, menggandeng tangan suaminya, mengajak Satria menuju ke sebuah toko tas branded


Langkahnya yang tergesa-gesa tanpa melihat kedepan, membuatnya menabrak seseorang di depannya hingga hampir terjatuh, Satria dengan sigap memegang istrinya yang terhuyung


"Kamuuuuu??????" ucap Widya marah setelah melihat siapa orang yang menabraknya, namun Wanita itu tetap menunduk tak melihat kearah orang di depannya, ia sibuk memasukkan sesuatu ke dalam tas nya


"Maafkan aku buru-buru sehingga tidak melihat anda"ucap wanita tersebut

__ADS_1


"Anggi? " panggil Satria


Wanita itu menoleh kearah suara yang memanggilnya.


"Mas Satria ????maafkan aku gak sengaja menabrak istrimu"ucap Anggi dengan wajah bersalah


"Kamu sengaja kan mau celakain aku? biar aku keguguran dan kamu kamu bisa ambil suamiku? hardik Widya sinis


"Maafkan aku mba Widya aku bener-benar tidak sengaja. maafkan aku tidak bermaksud buruk padamu. selamat ya atas kehamilan mu" ucap Anggi mengulurkan tangan nya


Widya hanya memandang dengan sebelah mata tanpa mau membalas uluran tangan Anggi


Satria melihat sorot ketidaksukaan terpancar dari sikap dan sorotan mata Widya yang penuh benci memandang Anggi, Widya memalingkan wajahnya kesal.


Satria berusaha mencairkan suasana


"Terima kasih Anggi. kamu tidak perlu minta maaf lagi. aku yakin kamu gak sengaja"ucap Satria canggung


"Sayang sudahlah, Anggi sudah minta maaf, lagi pula dia gak sengaja kan??? sudah cukup, kita jadi tontonan orang, malu"ucap Satria setengah berbisik


Beberapa orang memang sudah berkerumun karena melihat dan mendengar keributan itu.


Widya mengurungkan niatnya untuk memperpanjangnya, ia tak mau Satria menjadi menilai dia buruk, dia tak mau Satria yang nampak sudah mulai kehilangan kesabaran nya meledak marah karena ulahnya kali ini


"Baiklah aku maafkan, lain kali aku gak akan sungkan lagi"ucap Widya Acuh sambil berlalu meninggalkan toko


"Sayang kamu mau kemana? kok malah balik arah?" tanya Satria melihat istrinya berjalan menjauh


"Anggi, mengenai kejadian hari ini aku minta maaf ya?


oh ya apa kamu baik-baik saja? wajahmu pucat" tanya Satria melihat wajah Anggi yang pucat


"Iya mas aku maklum, mba Widya mungkin cemburu denganku, ditambah hormon kehamilannya membuat emosinya tidak stabil, lupakan saja.

__ADS_1


Semua salahku karena terburu-buru setelah mendengar kabar ayahku di rawat di rumah sakit, sampai aku teledor dan menabrak istrimu" ucap Anggi hampir menangis


"Yang sabar ya Anggi, maaf aku tidak bisa mengantarmu.hati-hati dijalan ya.


Aku permisi dulu, istriku sudah berjalan jauh. maaf ya"ucap Satria lalu bergegas menyusul Widya yang tambah marah karena Satria masih terus berbicara dengan Anggi ketika dirinya sudah menjauh dari mereka


"huh menyebalkan, awas saja kamu Anggi, berani- beraninya terang-terangan menggoda suamiku, sial. awas kamu mas, teganya kamu sama aku, aku merajuk bukan kamu kejar, malah asik ngobrol sama wanita sialan itu"gerutu Widya


Sementara Anggi masih terdiam di tempat , ia dia diam mematung memandang tubuh pria yang sangat di cintai nya berjalan bersama istrinya hingga menghilang di tengah kerumunan


"Alangkah bahagianya jika aku yang jadi istrimu mas. kamu lelaki yang baik dan penuh cinta"gumam Anggi dalam hati.


Takdir begitu kejam padanya, ia harus di jodohkan dengan orang yang tidak dicintai, dan setelah menikah mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi.


Kini ia harus bertemu dengan pria yang sangat di cintai nya dan menyaksikan pria itu hidup bahagia dengan kekasihnya, sungguh hatinya terasa sakit, kehidupan begitu kejam mempermainkan hatinya.


Sejak beberapa tahun silam, ia harus memutuskan hubungan dengan Satria karena kemauan ayahnya , ia lalu di jodohkan dengan pria pilihan ayahnya dan meneruskan kuliah di kampus yang sama dengan pria itu atas biaya calon mertuanya.


Sejak saat itu kehidupannya sangat menyedihkan, ia menahan semua perasaannya demi ibunya di tanah air, ia harus kuat, karena ayahnya mengancam kehidupan ibunya, ia harus menukarnya dengan kemauan ayahnya, menikah dengan pria yang ayahnya pilihkan.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tak terasa sudah. bertahun tahun lamanya, namun cinta Anggi pada Satria tak pernah pudar malah main dalam dan kuat.


Ia berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan Satria nya dan hidup bersamanya, namun kenyataannya setelah ia terbebas dari mantan suaminya, ia justru dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa Satria sudah berkeluarga dan ia amat mencintai istrinya tersebut, Hati Anggi terasa hancur berkeping-keping, ia tak akan pernah menyalahkan Satria karena mencari penggantinya karena ia duluan yang telah meninggalkan Satria demi orangtuanya.


Anggi menyeka air mata yang menetes di sudut matanya, ia ikhlas dengan semua.


Melihat kekasihnya bahagia itu sudah cukup.


Anggi berjalan gontai menuju parkiran, ia harus segera menemui ayahnya yang di kabarkan masuk kerumah sakit, se benci apapun ia pada ayahnya, pria itu tetap ayahnya, ada darahnya yang mengalir dalam tubuh Anggi.


Kesalahan ayahnya di masa lalu sudah ia maafkan, kini ia hanya ingin berdamai dengan masa lalu, ia terlalu lelah untuk benci dan kecewa.


Anggi melajukan kendaraannya menuju rumah sakit dimana ayahnya di rawat.

__ADS_1


__ADS_2