
Satu tahun kemudian
Semua orang sudah kembali ke rutinitas harian mereka, walau tidka bisa di pungkiri, ada yang hilang di hati mereka, namun kenangan tentang orang yang paling berharga dalam hidup mereka tak akan pernah hilang walau di telan waktu.
Makin hari, kesehatan Putu kian memburuk, ia seolah menutup diri dari dunia luar, kehilangan istri tercintanya seolah membuatnya kehilangan ujian hidup.
Taka da lagi Putu yang penuh karisma, putu yang hangat dan sering sharing tentang bisnis dengan anak dan cucunya, putu yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan perusahaan, semua tak ada. Yang ada hanya Putu yang pendiam dan tersenyum hambar, sering melamun dan mengurung diri di kamarnya
Kesehatan Putu pun dalam setahun merosot drastis, tubuhnya kini makin kurus dan tak terawat, seluruh keluarga sudah frustasi dan tak tahu harus bagaiman menghadapi Putu, mereka merindukan saat-saat indah saat Ayu masih ada.
Pagi dini hari, tubuh Putu panas tinggi, ia sampai kejang-kejang membuat seluruh keluarga panik dan takut jika sesuatu terjadi pada Putu.
Sesampainya di rumah sakit, dokter langsung memeriksa dan memasang selang infus di tangan Putu, Puti depresi berat dan tak ada gairah hidup.
Putu tak sadarkan diri dan langsung di pindahkan ke ruang ICU.
Gagal jantung dan kondisi nya yang lemah memperparah kondisi kesehatan Putu.
Ridwan, Bagus dan Satria sudah pasrah.Setelah berdiskusi alit, akhirnya mereka memutuskan bahwa mereka harus ikhlas.
mereka membisikkan ke telinganya Putu jika mereka mengikhlaskan Putu, karena mungkin ini yang terbaik untuknya.
Putu menghela nafas panjang seolah mendengar perkataan anaknya lalu mesin monitor detak jantung berbunyi, Putu pergi dengan mudahnya, seolah ia sedang tertidur, seperti halnya Ayu, Putu menyunggingkan senyum, seolah berkata, ia akan bertemu pujaan hatinya lagi di alam sana.
Sungguh pasangan suami istri sehidup semati
Tangis pecah dalam ruangan tersebut, sekuat apapun para pria itu, tak ayal tetap juga merasa sedih dan terpukul atas kepergian putu.
Jenazah Putu langsung di bawa pulang , Anggi yang sudah menghubungi Irine dan Prapti terlihat sangat terpukul, hanya selang kurang dari setahun mereka kehilangan orangtua mereka, sahabat mereka.
Jenazah memasuki pelataran rumah Anggi, bendera kuning sudah terpasang serta kiriman bunga yang jumlahnya tak terkira berasal dari para sahabat serta rekan bisnis Putu yang merasa kehilangan dengan kepergian Putu .
Pemakaman berjalan dengan khidmat, satu persatu meninggalkan pemakaman itu, Nampak nisan bersandingan, Putu dan Istrinya Ayu
__ADS_1
Mereka menjalankan amanat terakhir almarhum jika ingin berada di samping makan istrinya jika ia meninggal nanti.
Pengajian di gelar di kediaman Anggi, bergantian di rumah Ridwan dan Bagus.
waktu berjalan cepat, sudah setahun sejak kepergian kakek dan neneknya.
anak-anak juga sudah tidak pernah lagi menanyakan ataupun merengek menanyakan kakek buyut dan nenek buyut mereka, mungkin sudah lelah atau mungkin mereka sudah memahami jika yang sudah meninggal, tak akan kembali.
Sejak kepergian nenek dan kakeknya, kamar itu masih dengan posisi yang sama, tak ada satu barang pun yang berubah letaknya, karena Satria ingin seperti itu, keadaan seperti saat kakek dan neneknya masih ada disana.
Seluruh keluarga sepakat jika rumah orangtua mereka yang di Bali, mereka tetap rawat, namun beberapa rumah lainnya yang berada di sekitaran Bali, mereka jual sebagain dan sebagian lagi mereka hibahkan untuk panti asuhan dan anak terlantar.
Satria sangat merindukan sosok kakek dan neneknya, pagi itu , ia masuk kedalam kamar yang dulu mereka tinggali.
Satria duduk di sebuah meja belajar, dimana dulu putu sering menyelesaikan pekerjaannya di temani istrinya yang duduk di sofa membaca novel.
Iseng Satria membuka laci meja kerja kakeknya, ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, sebuah kotak kayu, di dalamnya terdapat USB dan selembar kertas yang dilipat rapih.
Satria membuka laptop mendiang kakeknya, lalu mencolok kan flashdisk tersebut ke sana
"Jika kalian menemukan flashdisk ini artinya aku sudah pergi jauh. Maafkan aku yang tidak sekuat Yaang kalian inginkan, rasa sakit ini terus menderaku setiap menit, setiap detik sangat menyiksa, namun aku tidak akan mengeluh itu semua”
"untuk suamiku tercinta, terima kasih sudah menggenggam tanganku selama lebih dari lima puluh tahun, memaafkan segala kekhilafan ku, selalu memaklumi ku dengan segala sikap manjaku, aku wanita yang sangat beruntung menikah denganmu” Ayu berhenti, menghapus air matanya lalu berusaha tersenyum.
”Dalam hidup ini satu penyesalanku adalah, membiarkan putriku sendirian diluaran sana hingga akhirnya ku dapati kabarnya sudah meninggal dalam kecelakaan. Aku merutuki diriku sendiri karena aku merasa gagal sebagai seorang ibu, hingga ku habiskan separuh hidupku menebus kesalahanku mencari keberadaan cucuku, anak dari putri kecil kami yang dtitipkan di panti asuhan karena ia sebatang kara.”
”Untuk cucuku, maafkan nenekmu yang telah membuatmu menderita dan tak merasakan kasih sayang kedua orangtuamu, maafkan nenek" Ayu kembali menghapus air mata yang memaksa keluar dari sudut matanya
”Hingga takdir membawa cucuku kembali, kami hidup dalam kebahagiaan walau ada rintangan namun akhirnya semua bisa di lewati.
Harapan dan doaku terkabul pada akhirnya.
kami bisa berkumpul kembali.
__ADS_1
Kehadiran cicit-cicit kami pun menambah kebahagian kami di hari tua kami, rasanya lengkap dan Allah sudah memberikan lebih dari yang ku minta, tak ada penyesalan jika Allah mengambil nyawaku”
”Kian hari rasa sakit di kepalaku makin sering, aku tahu usiaku tak lama lagi, namun aku tak takut, semua impianku sudah terkabul. operasi pertama hingga operasi yang kan datang, aku tak takut, yang aku takutkan adalah suamiku, cinta sejati ku akan sendiri. bagaimana menghabiskan hidupnya tanpaku????
untuk suamiku tercinta, maafkan aku tak menepati janjiku, namun percayalah, mungkin jasadku tak lagi di sisimu, namun hati dan cintaku akan selalu berada di sisimu.
"Untuk anak dan cucuku terima kasih telah memberikan kebahagian yang tak terhingga, harapanku kalian bisa akur , saling menjaga dan menyayangi.
Aku sayang kalian semua" ucap Ayu mengakhiri videonya
Satria menangis sejadi-jadinya, ternyata neneknya sudah meninggalkan pesan untuk mereka semua, mungkin juga kakeknya sudah melihat pesan singkat ini????
Satria kemudian meraih selembar kertas yang di gulung rapih disana, lalu mulai membacanya
Mei 2020
Sejak kepergian mu aku merasa hampa, seolah jiwaku pergi bersamamu kekasihku
Ikhlas sudah ku ikhlaskan, namun entah mengapa aku sepeti orang yang tersesat tanpamu, aku merasa sendiri dan asing dalam duniaku sendiri, aku makin menyadari betapa besar arti mu dalam hidupku.
Aku memaafkan kamu ingkar janji akan terus menemaniku dan membiarkan aku pergi lebih dulu darimu, namun kenyataannya kamu lebih dulu meninggalkanku.
Aku ikhlas, karena aku tahu kamu menderita selama ini didera rasa sakit, maafkan suamimu ini yang telah berbuat egois padamu, ....
Assalamu'alaikum semuanya
Author ingin memberitahu bahwa dalam beberapa chapter lagi suami sewaan akan tamat.
Insha Allah Author akan rilis part dua nya yang menceritakan tentang kehidupan Kinar nantinya yang pastinya tak kalah seru.
Author ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada para reader yang selalu mendukung author, memberikan semangat melalui like dan coment nya, semoga karya aitor lebih baik kedepannya.
sekali lagi terima kasih.
__ADS_1
wassalamu'alaikum
Pooh