Suami Sewaan

Suami Sewaan
Kritis


__ADS_3

Walau banyak yang berubah daru Widya, Anggi masih bisa mengenali Widya dengan baik.


"Mba Widya??" pekik Anggi langsung menghampiri Widya yang


"Karena mba mengenal pasien, apa mba punya ikatan keluarga dengan pasien? " tanya si suster


"Di,, dia kakak angkat saya" ucap Anggi


"Baiklah mba, saya akan mengantar andaememui dokter Krisno, beliau dokter yang menangani kakak anda" ucapnya suster lalu mengantar Anggi menemui dokter Krisno


"Aku akan ikut denganmu"ucap Ridwan tahu-tahu sudah berada di sebelah Anggi


"Kak Ridwan? " ucap Anggi terkejut


"Ayo" ajak Ridwan, mereka berjalan menuju ruangan dokter Krisno


Ridwan dan Anggi masuk ke dalam ruang kerja dokter Krisno


"Pagi dok" sapa Ridwan dan Anggi


"Pagi, maaf dengan keluarga pasien bernama Widya Apasari? " tanya dokter Krisno meyakinkan dirinya


"Saya adik angkatnya, ini kakak saya juga, beliau juga seorang dokter" ucap Anggi


"Senang bertemu anda dokter...? "


"Ridwan dok" ucap Ridwan


"Baik dokter Ridwan saya akan langsung saja, jadi begini ibu Widya menderita kanker serviks stadium akhir 4b, dan kankernya sudah menyebar ke organ tubuh lainnya, tulang, hati, paru-paru dan kelenjar getah bening.


Keadaan pasien di perparah karena ia mengidap HIV juga, yanv mungkin di tularkan dari pasangannya" ucap dokter Krisno memggeleng lemah


"Astaghfirullah" pekik Anggi tak percaya dengan pendengarannya, matanya melotot dan air matanya berlinang


Ridwan menggenggam tangan Anggi menguatkan, ia tak tahu bagaimana hubungan Anggi dengan mantan istri Satria itu, namun terlihat sekali jika Anggi sangat shock mendengar kabar itu

__ADS_1


"Apa masih ada cara untuk menyelamatkannya dok? " tanya Ridwan lirih, ia juga tak yakin dengan pertanyaannya, sebab Ridwan tahu itu mustahil, walau ia adalah dokter bedah syaraf, ia mempunyai pengetahuan sedikit tentang penyakit yang di derita Widya


"Kita sama-sama tahu dok, jika kita memaksakan untuk operasi, itu sia-sia " ucap dokter Krisno menghela


Tangis Anggi makin kencang, Ridwan membawa Anggi dalam pelukannya


"Saya mohon, lakukan yang terbaik untuk Widya dok" ucap Ridwan, sebenarnya ia enggan jika melihat apa yang Widya lakukan di masa lalu, namun melihat kondisinya kini, Ridwan merasa kasian


"Sungguh miris nasib wanita itu, apakah ini adalah karma atas semua perbuatannya di masa lalu, semua adalah rahasia Illahi.


Sesungguhnya Allah maha tahu yang manusia tak tahu, sesungguhnya pembalasan Allah teramat pedih" gumam Ridwan melihat hasil lab dan ronsen Widya


Mereka lalu pamit, Ridwan harus memapah tubuh Anggi yang lemah,


"Kasian dia kak, kakak harus bantu dia, aku mohon kak" ucap Widya mengatupkan kedua tangannya ke depan, memohon


"Anggi, istighfar, dokter sudah berusaha yang terbaik, kita hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban, hanya itu yang bisa kakak katakan" ucap Ridwan tak mau memberi harapan palsu pada Anggi


Anggi kembali masuk kedalam ruang rawat Widya, ia duduk di sisi tempat tidur Widya, memegang tangan Widya yang dingin


Sudah dua hari ia tak sadarkan diri, Anggi menatap Widya lekat, ia memindai tubuh Widya yang kini kurus dangan banyak luka di kaki dan tangannya, serta di leher Widya lebab, seolab bekas di cekik


Widya lah orang yang menolongnya saat ia dalam masa terpuruk, Widya yang menolongnya saat mantan suaminya menyiksanya, Widya pula yang membuat Anggi bisa menikahi Satria, walau ia hanya menyewakannya namun Anggi bersyukur bisa menikah dengan Satria


Anggi juga tak perduli berapa banyak uang yang ia berikan pada Widya sebagai kompensasi perjanjian mereka, jika Widya meminta semua hartanya, niscaya Anggi akan berikan, asal ia bisa bersama Satria, karena harta itu lah ia menderita, hartanya tak pernah membuatnya bahagia


Namun pada akhirnya, Anggi kalah.


Cinta suaminya lebih besar pada Widya dan hanya Widya di hati Satria, tidak pernah ada dirinya.


Anggi masih merasa beruntung di tengah penderitaannya, Allah titipka malaikat cantik pada rahimnya yang kini tumbuh menjadi gadis cantik nan menggemaskan


"Mba bangun mba, Anggi disini" bisik Anggi lirih


Anggi menyandarkan kepalanya bertumpu pada tangannya yang berada diatas kasur, ia sangat sedih melihat kondisi Widya kini

__ADS_1


Widya adalah satu-satunya teman bagi Anggi dan sudah ia anggap sebagai saudarinya sendiri, melihatnya seperti ini hatinya hancur


Dua orang yang Anggi sayangi sedang berjuang melawan maut


Tiba-tiba jari tangan Widya bergerak, Anggi langsung menegakkan tubuhnya dan memperhatikan dengan seksama, apalab hanya khayalannya saja atau benar jari Widya bergerak


Setelah memastikan, ia berlari memanggil suster


Ridwan memeriksa kondisi Widya dan terlihat wajahnya masam, tak lama kemudian dokter Krisno datang , melihat reaksi Ridwan dokter Krisno ragu, ia lalumemeriksa Widya dan wajahnya tak kalah muramnya dari Ridwan


"Sebaiknya anda menguatkan saudari anda dokter" ucap dokter Krisno


"Iya dok, saya mengerti, terima kasih sudab melakukan yang terbaik" ucap Ridwan


Anggi masuk kedalam ruang rawat Widya, Ridwan langsung merubah ekspresinya membuat Anggi mengeryitkan dahinya, namun pandangannya kemudian terarah pada suara lemah Widya


"Widya kamu sudah sadar? bagaimana keadaanmu? apa yang terjadi padamh hingga seperti ini? " cerocos Anggi


"Aku baik-baik saja, bagaimana dengan mas Satria? " tanya Widya lirih


"Mas Satria baik, dia sudah operasi dan sudah melewati masa kritisnya, sekarang dia sedang istirahat, kamu harus sembuh dan melihatnya sendiri" ucap Anggi sedikit berbohong, tak mungkin baginya berkata jika Satria masih koma


"Aku tidak pantas menemuinya lagi, aku sudah mendapatkan balasan yang setimpal karena sudah durhaka padanya" lirih Widya menarik nafasnya pelan


"Jangan seperti itu mba, mas Satria pasti senang bisa bertemu dengan mba lagi, dia mencari mba kemana-mana hingga saat ini"


Widya tersenyum pahit, ia menatap tembok di depannya, air matanya berlinang mengenang bagaimana suaminya itu begitu mencintainya, namun kepercayaan Satria ia khianati dengan berselingkuh dengan Bobby hingga ia hamil


"Mba harus sembuh, kita kumpul-kumpul lagi"


"Anggi, aku tahu usiaku tak lama lagi, aku juga sudah lelah menerima siksaan dan hinaan ini, aku akan jujur padamu satu hal.


Aku mengkhianati mas Satria hingga akhirnya aku mengandung anak pria lain" Widya menghentikan ucapannya, ia terlihat susah bernafas


Sementara Anggi terbelalak tak percaya dengan ucapan Widya, ia berusaha mencerna semuanya tanpa memotong ucapan Widya

__ADS_1


"Aku awalanya menikahi mas Satria karena hanya ingin memanfaatkannya, sebanarnya aku sudah memiliki kekasih, Bobby namanya ia ayah dari anak yang ku kandung, kamu pasti sekarang jijik dan muak melihat wanita sepertiku kan? ucap Widya meneliti wajah Anggi, namun Anggi berusaha menyembunyikan perasaannya, ia tak habis pikir, bagaimana Anggi tega melakukan semuanya, padahal Satria begitu mencintai dan memujanya, sungguh ia tak habis pikir jalan pikiran Widya, semakin ia berusaha memahami, semakin ia tak mengerti.


Gila..!!! satu kata yang tepat


__ADS_2