
Kinar janji gak akan nakal lagi, jaga mama dan dedek Aisya , tapi papa jangan pergi lagi” Rajuk Kinar
”Papa gak marah sama kau, papi gak akan pergi sayang, papa akan ada untuk kamu dan dedek Aisya” ucap Satria menghapus air matanya
Jika Kinar bukan anaknya, memang mengapa????
Satria sudah terlanjut jatuh hati pada gadis kecil ini
Bagaimanapun latar belakang Kinar, anak ini adalah tanggung jawab Satria
Anggi yang menyaksikan mereka ikut menangis, ia sudah bisa sedikit lega karena Satria bisa menerima Kinar.
Kini tinggal nasib rumah tangganya, karena tak bisa di pungkiri jika Satria masih sangat marah padanya
Satri dengan telaten menyuapi Kinar, mereka seolah tidak menyadari keberadaan Anggi, sehingga Anggi memilih untuk duduk dan hanya memandang anak dan mantan suaminya begitu dekat dan akrab.
Sesekali terdengar tawa dan canda mereka berdua.
Anggi cukup lega, tak apa jika Satria masih marah padanya, asalkan Satria bisa menerima Kinar. itu sudah cukup baginya
Selesai makan, Kinar tertidur
Satria bangkit dari kursi rodanya, ia merasa bodoh Duduk diatas kursi roda saat kondisinya ia nilai baik-baik saja.
Ia mendekati Anggi dan duduk di depannya, sementara Anggi gelagapan tak tahu harus bagaimana, ia terlihat serba salah
”Bagaimana kabarmu” tanya Satria tak terduga, membuat Anggi terkejut.
Anggi tak menyangka jika Satria akan melontarkan pertanyaan seperti itu
”Ba..baik” ucap Anggi tergagap
”Aku tak bisa mengabaikan Kinar walau dia anakku atau bukan, aku tak bisa tidak perduli padanya”ucap Satria lirih namun penuh penekanan.
Anggi sadar ada nada kekecewaan disana ,membuatnya makin tak tenang.
Ia hanya menunggu Satria menumpahkan amarahnya, ia ikhlas.
Toh semua memang kesalahannya, dan ia sudah tahu konsekuensinya, termasuk yang paling buruk sekalipun.
Susah payah Anggi menelan Saliva nya
”Maafkan aku mas” ucap Anggi lirih
Sementara Satria hanya bisa menghela nafas, ia seolah meredam emosi yang bergejolak dalam dirinya, Wajahnya yang putih nampak merah karena marah
__ADS_1
”Jangan kamu katakan maaf dulu padaku, kamu masih banyak menyimpan rahasia dariku.
Aku sungguh tak menyangka jika kamu memandangku se hina itu, ah tidak, kalian menilai ku begitu tak berguna, kalian anggap aku benda tak bernyawa yang tak bernilai” Dengus Satria masih dengan suara lirihnya nun aura dingin langsung tercipta di ruangan itu.
Walau Satria mengucapkan nya dengan pelan, namun sarat akan makna dan kekesalannya
”Apa, apa maksudmu mas?”tanya Anggi memberanikan diri bertanya, matanya bertemu dengan mata Satria yang tajam menusuk
”Apakah kamu lupa? berapa banyak dosamu hingga kamu lupa?
Anggi, Anggi. wanita seperti apa yang aku cintai ini tega melakukan hal seperti ini.
Apakah kamu tahu sedalam apa cintaku padamu dan sesakit apa aku setelah aku tahu kebenarannya jika kedua istriku melakukan transaksi di belakangku.
Apa aku masih kalian anggap seorang imam?????
”Suami Sewaan???????” ”
Satria tertawa seolah lucu, namun tidak dengan Anggi, wajahnya pucat pasi setelah mendengar ucapan Satria
”Mas, aku bisa jelaskan” ucap Anggi memohon
”Aku sudah mengetahui semuanya, tak ada yang bisa kamu jelaskan lagi.
Aku sungguh amat kecewa dengan kamu.
Kamu ataupun Widya sama saja.
Aku sudah mengingat semuanya, bagaimana aku kecelakaan itu, aku mengingat semuanya” ucap Satria, lalu terdiam lama
”Awalnya aku sangat menyesal, aku hanya merasa bersalah pada Widya, namun setelah tahu perbuatannya, aku membencinya.
Aku manusia bodoh yang tidak bisa membedakan antara cinta dan obsesi.
Setelah semua kejadian itu, aku menyadari semua kesalahanku dan ingin minta maaf padamu, memulai semua dari awal, namun aku tak bisa menemukanmu hingga aku bertemu Widya di sebuah night clubs, dia menjadi penjajah sex, ku kejar hingga .....” Satria menghela nafas, sementara Anggi sudah terisak menangis.
”Yang lebih parahnya, seluruh keluargaku seolah menentang ku dan mendukung mu untuk meninggalkanku. Mereka bahkan menyembunyikan mu dan memblokir semua informasi tentangmu, itulah mengapa aku tak bisa menemukan keberadaanmu
Tidakkah kamu tahu bagaimana perasaanku??? hancurnya aku??? Aku mencari mu siang malam hingga terkapar di rumah sakit, demi mencari mu” Suara Satria parau, sementara Anggi menangis kian sesegukan
”Aku tahu aku salah, dan aku sangat menyesali itu, semua karena cinta bodohku pada Widya, maafkan aku telah membuatmu terluka, maafkan aku sudah membuatmu menderita” ucap Satria lirih dan mulai menangis tanpa suara
Anggi mendekati Satria dan memeluknya
”Maafkan aku mas jika apa yang kulakukan di masa lalu menyakitimu.
__ADS_1
Perjanjian itu mba Widya yang minta, aku sangat membutuhkanmu dan menginginkanmu sehingga aku gelap mata. Posisiku saat itu juga terdesak dan aku hanya bisa melihat kamu satu-satunya jalan keluar ku.
Aku tak mau kehilanganmu dan sangat mencintaimu, aku pun rela hanya menjadi istri keduamu dan menjadi bayang-bayang mba Widya asalkan kamu jadi suamiku, itu sudah cukup bagiku.
Aku memang memberikan mba Widya beberapa hartaku.
Demi Tuhan, bukan membeli mu, itu wujud syukurku bisa memilikimu walau jadi yang kedua, bagiku tak mengapa.
Aku tak perlu hartaku, asal bersamamu bagiku cukup” ucap Anggi menangkap wajah Satria
Mendengar perkataan Anggi, hati Satria yang panas seolah di siram oleh air es,, meleleh.
Ia tak tahu perasaan dan pengorbanan Anggi padanya begitu dalam. Satria langsung mengecup kening Anggi dan menenggelamkannya dalam pelukannya
”Tentang Kinar...” Satria menempatkan telunjuk tangannya di depan mulut Anggi, membuat Anggi urung meneruskan ucapannya
”Aku menyayangi anak itu dan tak perduli dengan masa lalunya atau siapa orang tuanya. Aku menyayangi anak itu seperti anakku sendiri” ucap Satria seolah tahu kegelisahan Anggi
Anggi menatap tak percaya pada Satria, ia menutupi mulutnya, tak terasa air matanya menetes
”Terima kasih mas”ucap Anggi senang dan haru
Mereka saling menatap, Satria membelai wajah cantik Anggi yang tampak lelah.
Menghadiahkan Anggi dengan ciuman-ciuman kecil, hingga matanya tertuju pada bibir ranum Anggi.
Satria langsung ********** lembut dan penuh perasaan, Anggi menikmatinya, ia juga hanyut dengan perasaanya, menutup matanya dan membuka mulutnya lebih lebar agar Satria bisa menjelajah mulutnya lebih dalam. Lidah mereka saling meredam, menghisap.
Kerinduan selama beberapa tahun sejak perpisahan mereka kini lebur sudah.,
”Paaa, maaaa”suara lirih Kinar membuat mereka melepaskan ciuman mereka dan segera menghampiri Kinar
Kinar meraih tangan Anggi dan Satria, lalu menyatukan tangan keduanya dan tersenyum
”Kinar mau papa dan mama selalu sama Kinar”ucapnya polos
Anggi menatap Satria, sementara Satria langsung tersenyum lebar
”Papa dan mama akan selalu ada buat Kinar dan dedek Aisya.
Sekarang Kinar bobo ya istirahat, setelah Kinar sehat, kita akan berlibur ke pantai”
Kinar berteriak kegirangan, namun Satria menahannya, ia takut infusan di tangan Kinar terlepas, sementara Anggi hanya menatap Satria bertanya.
Permasalahan antara mereka memang sudah selesai, namun ia tak mau berharap terlalu tinggi tentang hubungannya dengan Satria
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya Kinar tertidur.
Satria menggenggam tangan Anggi, ia mengambil dompetnya dan mengeluarkan .....