Suami Sewaan

Suami Sewaan
Pisah Rumah II


__ADS_3

Setelah beberapa terhanyut dalam ciuman yang penuh hasrat, akhirnya mereka menyudahinya dan Anggi mendapatkan kembali kesadarannya, wajahnya merah bak kepiting rebus, karena malu, ia memalingkan wajahnya


Sementara Satria terlihat kikuk dan merasa bersalah, ia mengira Anggi marah padanya, karena melihat wanita itu memalingkan wajahnya


"Maafkan aku, aku tak bermaksud...


Aku sangat mencintaimu"ucap Satria lirih


”Itu bukan salahmu mas, tak perlu meminta maaf.


Aku tahu kamu mencintaiku, tapi...”Anggi menggigit bibir bawahnya, perasaannya campur aduk menjadi satu.


di lain sisi ia juga sangat mencintai Satria, ciuman tadi juga ia rindukan, namun di sisi lain masih ada keraguan yang mendalam, ragu yang harus di jawab Satria dengan kesungguhannya, dan semua hanya masalah waktu hingga Satria mampu membuat Anggi yakin


"Mas mengerti, dan mas akan membuatmu yakin bahwa mas sangat mencintai kamu. Mas akan buktikan itu padamu” ucap Satria memegang wajah Anggi menghadapnya


Mata keduanya bertemu seakan saling meneliti jauh ke dalam, yang ada ketulusan yang terlihat di mata Satria


Satria membelai wajah cantik Anggi, entah mengapa bibir merah Anggi membuatnya ketagihan, seperti candu manis yang membuatnya selalu ingin mencoba dan mencoba lagi, kalj ini Satria hanya mengecup bibir itu


namun Anggi bereaksi lain, ia membalasnya dan mereka kembali berciuman dengan mesra dan lembut.


Merasakan gairah yang selama ini terpendam di dalam hati masing-masing


Hingga....


Tok tok tok


Suara ketukan pintu menyadarkan mereka, lalu keduanya merapihkan diri dan memasang jarak.


Satria berpura-pura membaca sesuatu yang tergeletak di meja tersebut, sementara Anggi membukakan pintu


"Ada apa Prapti?"Tanya Anggi tak bisa menutupi kegugupannya


Prapti diam sejenak, pandangan matanya mengarah ke bibir Anggi yang terlihat sangat merah dan tebal, lalu pndangannya terarah pada Satria yang sedang membaca majalah bisnis di tangannya, namun tiba-tiba ia tersenyum dan menahan tawa


"Ditanya kok malah diam, sekarang tertawa, sebenarnya kenapa sih?"tanya Anggi bingung


"Bukan masalah besar kok mba, Aisya terbangun sebentar tadi dan membuat Kinar bangun, kini Kinar malah minta berenang, aku cuma mau izin takut mba nanti cari Kinar"ucap Prapti masih melirik Satria yang terlihat canggung melihat kearahnya


"Oh baiklah, jangan terlalu lama berenangnya, aku tak mau dia terkena flu karena itu"ucap Anggi


"Siap mba, lanjutkan acara kalian yang tertunda, oh ya mba, bilang sama mas Satria kalau mau baca majalah jangan terbalik, bye bye mba" ucap Prapti terkikik meninggalkan Anggi yang masih mencerna kalimat Prapti

__ADS_1


Pandangan mata Anggi tertuju pada Satria dan kemudian ia menepuk jidatnya malu mengerti arah pembicaraan Prapti, wajahnya langsung merah merona


”Aduh, apa yang Prapti pikirkan ya? sepertinya ia tahu kami sedang... arrrrrgggghhhhh mas Satria bikin malu"gerutu Anggi dalam hati


”Kamu kenapa sayang, kenapa wajah kamu merah begitu?" tanya Satria yang bingung


Tiba-tiba Anggi berjalan meninggalkan ruang kerja menuju kamarnya, Satria yang bingung hanya bengong, sejurus kemudian ia berlari menyusul Anggi


"Sayang kamu mau kemana, Anggi????" panggil Satria, namun Anggi cuek dan terus berjalan menuju kamarnya dengan wajah memerah malu


Beruntung Prapti sudah berada di kolam renang yang letaknya di belakang rumah, kalau tidak ia tak punya wajah lagi di depan Prapti


Anggi terus berjalan hingga Satria menarik tangannya meminta penjelasan


"Kamu kenapa? apa yang Prapti katakan sampai wajahmu merah begitu hah??”


"Maaaass, ih sebel, Prapti sepertinya tahu aku dan kamu...


arrrgghh aku malu mas, mas juga kenapa baca majalah sampai kebalik???” gerutu Anggi menutup wajahnya


Satria tertawa, membuat Anggi melotot padanya


Wanita ini sungguh sangat manis sekali membuatnya geregetan


Satria menarik Anggi dekapannya, lalu tiba-tiba menggendong Anggi ala bridal masuk ke dalam kamar mereka


Setelah sampai di dalam kamar, Satria kembali mencium bibir Anggi, mereka berciuman masih dengan posisi menggendong Anggi


Ciuman kali ini tak selama tadi, Satria menempelkan dahinya di dahi Anggi


"Aku sangat, sangat mencintai kamu, aku tak mau kehilanganmu lagi sayang"ucap Satria serak


"Aku juga mencintaimu mas” ucap Anggi pelan


Tiba-tiba Tangi Aisya pecah, keduanya langsung tersenyum menatap putri mereka sudah berdiri di dalam box tidurnya


”Turunkan aku mas, anakmu sudah bangun”ucap Anggi malu karena ia lupa masih dalam gendongan Satria


Satria mencium kening Anggi sekilas lalu menurunkan Anggi perlahan


"Aduh duh anak papa udah bangun?” tanya Satria lembut


"kamu istirahat saja, biar aku yang bermain dengan putri kecil kita"ucap Satria tak lepas memandang Aisya kecil yang terlihat senang melihat papa nya

__ADS_1


”Tapi mas???”


"Aku papanya, kamu lupa?? biarkan aku memerankan peranku sebagai papanya anak-anak”ucap Satria pelan, lalu ia membawa Aisya dalam gendongannya


”Sayang kenapa kening Aisya hangat, apa perlu kita bawa ke rumah sakit?"tanya Satria masih menempelkan telapak tangannya di dahi kecil Aisya


"Gak perlu mas, dia demam karena mau tumbuh gigi, aku sudah berusia penurun panas, sebentar lagi juga turun


"Apa itu tak apa sayang??" tanya Satria masih dengan nada khawatir


”Gak apa-apa papa sayang" ucap Anggi menoel hidung Satria gemas


”Sayang, sepertinya aku benar-benar harus pindah rumah, aku tak sanggup. Godaannya terlalu besar” ucap Satria lirih


”Maksud mas? "


”Aku bisa khilaf kalau terlalu lama di dekatmu tanpa ikatan resmi"ucap Satria lirih


Anggi tak percaya Satria akan berkata sejujur itu, ia juga merasakan hal yang sama, karena setiap Satria menciumnya, ia sangat menikmati dan seolah menantikannya


”Mas sabar ya, aku harap kamu bisa mengerti”ucap Anggi pelan


”Aku akan selalu menunggumu, kamu tahu itu”ucap Satria kembali mengecup kening Anggi


"Aku buatkan minuman madu untuk Aisya, kamu tolong jaga Aisya sebentar ya mas” ucap Anggi berjalan menuju dapur


Satria mengekor di belakangnya, ia tak rela jauh dari Anggi, sambil menggendong Aisya ia mengikuti Anggi menuju dapur


"Kok malah ikut mas?”


”Aku tak bisa jauh-juh dari kamu"ucap Satria tersenyum lebar


"Huh gombal, apa kecelakaan sudah merubah otakmu jadi seperti ini?”tanya Anggi acuh, walau di hatinya berbunga-bunga


"Aku memang seperti ini sejak dulu, romantis" ucap Satria dengan mimik muka serius


"Sayangnya aku tak percaya” ucap Anggi tergelak tertawa


"Aku serius, di dekatmu aku merasakan kehangatan di hatiku, seolah kamu lilin yang menerangi jalanku yang gelap, kamu cahaya hidupku"ucap Satria mengecup tangan Anggi


”Ckckxk ternyata habis kecelakaan bikin otak mas Satria gak sehat, pujangga kesiangan” ucap Prapti yang entah sejak kapan berada di sampingnya sambil menggendong Kinar


Anggi buru-buru menarik tangannya, wajahnya merona merah

__ADS_1


”Huh rese, ganggu aja orang lagi usaha" gerutu Satria mendelik ke arah Prapti yang mengangkat bahunya cuek meninggalkan Anggi dan Satria di dapur


Memang sejak kembali kerumah Anggi , hubungan Prapti dan Satria membaik, bahkan mereka akrab, sehingga tak jarang terdengar mereka saling menggoda layaknya kakak dan adik


__ADS_2