
Widya terbangun dari tidurnya, ia terkejut mendapati dirinya berselimut.
Widya lalu melangkah ke dapur, di lihatnya Tinah sedang membuat teh hangat serta membawa sebotol madu dan semangkuk bubur yang tadi ia masak
"Eh ibu Widya sudah bangun, maaf Tinah gak berani bangunkan ibu sepertinya kelelahan sekali" ucap Tinah yang melihat kedatangan Widya
"Gak apa-apa Tinah, memang di usia kandunganku yang menginjak tujuh bulan, aku jadi gampang lelah, makasih ya selimutnya.
Oh ya apa Anggi sudah bangun? " tanya Widya
"Sudah bu, tapi saya jadi serba salah karena bu Anggi menangis, saya tanyakan apa yang sakit, bagian mana yang sakit, bu Anggi. bilang gak kenapa-napa. Saya gak tega liat keadaan bu Anggi" Ucap Tinah menghapus air matanya yang menetes
Tinah sudah mengikuti Anggi saat Anggi baru menikah, sedang Prapti lebih lama dari dirinya. Prapti mengikuti Anggi sejak Anggi masih belum menikah dengan Andi
"Mana nampannya saya saja yang bawakan, kamu tolong siapkan air hangat dan baju ganti nanti, saya mau bersihkan badannya sekalian mengoleskan salep lagi di luka yang tadi" ucap Widya meraih nampan Tinah
"Baik bu, oh iya tadi suami Bu Widya menelpon, saya tidak berani angkat, tadi bu Anggi yang angkat, mungkin sedang dalam perjalanan kesini" ucap Tinah
"Ya Tuhan, aku sampai lupa kabarin mas Satria, makasih ya Tinah, saya ke kamar Anggi dulu" Widya lalu berjalan menuju kamar Anggi dengan membawa nampan.
Widya lupa mengabari suaminya, pasti Satria sangat khawatir padanya, ia takut Satria memarahi Anggi karena salah paham
Widya tertegun melihat Anggi yang menangis. Widya buru-buru menghampiri Anggi karena berfikir jika saat ini Anggi sedang merasa kesakitan
"Nggi, sakit ya???, kamu makan dulu ya biar sehabis itu kamu minum obat penghilang sakit" ucap Widya
"Anggi baik-baik aja kok Wid, makasih ya, makasih banyak kamu sudah merawatku. Aku gak tahu dengan apa aku harus membalas kebaikanmu" ucap Anggi terharu
"Aku temanmu, sudah kewajiban ku" ucap Widya lirih.
walau awalnya ia ingin memanfaatkan Anggi namun kini ia merasa simpati dengan kehidupan Anggi yang malang
"Kamu makan dulu, aku sudah buatkan kamu bubur" ucap Widya lembut
"Nanti aku makan, aku gak mau merepotkan mu" ucap Anggi malu
__ADS_1
"Makan dulu, jangan bergerak dulu sementara" ucap Widya menyodorkan sendok berisi bubur, Awalnya ia ingin membuat Anggi duduk, namun rasanya posisi telungkup lebih nyaman daripada harus bergerak dan lukanya terbuka kembali
Nampak mata Anggi berkaca-kaca karena terharu, ia memakan bubur yang di suapi Widya.
Setelah selesai Widya mengoleskan madu di bibir Anggi yang pecah
"Oh ya Wid, tadi maaf aku angkat telepon mas Satria karena kata Tinah kamu tertidur pulas, mas Satria dalam perjalanan kesini, Dia sangat Khwatir padamu" ucap Anggi teringat belum memberitahu Widya
"Iya aku lupa memberi kabar mas Satria. Maaf ya Anggi, aku yakin pasti mas Satria berpikir yang gak gak dan menyalahkan kamu, aku minta maaf padamu atas namanya"
" Gak Apa-apa, wajar saja mas Satria kan khawatir, terlebih kamu sedang hamil.
Maafkan, semua karena aku kamu jadi sibuk" ucap Anggi menundukkan kepala merasa bersalah
"Ah tenang aja, mas Satria tidak akan marah padaku, ia sangat mencintaiku" ucap Widya tanpa sadar, Widya bukan ingin pamer, namun ia melihat raut sedih di wajah Anggi
"Beruntungnya kamu Wid, cintai dan jaga baik-baik mas Satria. Kamu wanita paling beruntung di dunia" ucap Anggi menggenggam tangan Widya
"Aku memang beruntung mempunya suami mas Satria, harusnya aku wanita paling bahagia, namun kebodohanmu membuatku hancur. aku kan menyerahkan mas Satria padamu Anggi, aku tahu kamu masih mencintai mas Satria dan ku harap mas Satria bisa berbahagia denganmu setelah kepergian ku nanti" gumam Widya dalam hati, ia berusaha menyunggingkan senyum, Widya teringat akan dosa dan kebodohannya sehingga ia harus merelakan cinta Satria untuk Anggi
"Kamu juga akan bahagia suatu saat nanti, roda kehidupan berputar. Semua akan indah pada saatnya, jadi kamu sabar ya" ucap Widya menenangkan hati Anggi
"Hei kamu harus yakin dong, jangan pesimis seperti itu" ucap Widya mencolek hidung bangir Anggi yang di balas senyum Anggi
Tinah masuk ke dalam kamar Anggi membawa air hangat, lalu ia mengambil pakaian di lemari Anggi
"Ayo aku bersihkan tubuhmu" ucap Widya memegang handuk kecil
"Wid, biarkan Tinah atau Prapti yang melakukannya, sebaiknya kamu istirahat" tolak Anggi dengan wajah memerah karena malu
"Aku sekalian akan mempraktekan biar Tinah atau Prapti bisa melakukan persis seperti aku" ucap Widya ngotot, akhirnya Anggi hanya bisa pasrah
Setelah semua selesai terdengar ketukan pintu
masuklah bik Mumun pembantu rumah tangga Anggi
__ADS_1
"maaf bu, ada tamu, katanya suami bu Widya" yvapnya
"iya bik makasih" ucap Anggi
"Wid suamimu sudah jemput" ucap Anggi
"Aku nemuin mas Satria dulu ya, kamu istirahat aja" ucap Widya yang di balas anggukan kepala Anggi.
Widya langsung menuju ruang tamu,
nampak Satria yang duduk tak tenang di ruang tamu
"Mas Satria" panggil Widya
"Sayang, ya Allah kamu bikin mas jantungan tahu, dari siang mas hubungi gak diangkat-angkat, mas khwatir sama. kamu" Ucap Satria langsung memeluk istrinya, mengecup kening Widya berkali-kali
"Uh mas bau keringet, mas lepasin malu ah ini di rumah orang.
maaf ya mas, sebenarnya aku mau kabari mas, tapi kondisinya darurat eh jadi lupa deh" ucap widya cengengesan memamerkan deretan giginya yang tersusun rapih
"Bagaimanapun kamu harus ngabarin. jangan begitu lagi ya lain kali, bikin suaminya jantungnya copot, lagi se- urgent apa sih sampai kamu lupa kabarin????
paling juga keasikan ngobrol sampai suami di abaikan" ucap Satria merajuk, namun melihat ekspresi wajah Widya yang sedih Satria tahu istrinya bicara serius, apa ini ada kaitannya dengan Anggi??? Feeling Satria langsung tidak enak
Widya lalu menyerahkan ponselnya kepada Satria
"Apa ini? "tanya Satria bingung
"Mas lihat dulu foto dalam ponselku" ucap Widya sudah membuka galeri fotonya dimana ia menyimpan foto Anggi setelah ia obati tadi
Satria lalu mengambil ponsel yang di sodorkan Widya lalu matanya membulat karena terkejut dan ngeri
"Sayang..??" tanya Satria
"Ya itu urgent nya, foto itu aku ambil tadi siang. Itu foto kondisi Anggi saat ini" terang Widya
__ADS_1
Tangan Satria mengepal menahan amarah melihat luka yang di derita Anggi
"Bagaimana Anggi bisa mendapat luka itu? " geramnya, terlihat Satria sangat marah melihat betapa mengerikannya luka yang Anggi alami, sekujur tubuhnya, bahkan kaki dan tangan nya memar bekas ikatan tali, sungguh biadab