Suami Sewaan

Suami Sewaan
Meminta Penjelasan


__ADS_3

Kini mereka bertiga duduk di meja makan menikmati sarapan pagi yang sudah di sediakan Widya.


Suasana menjadi canggung, baik Anggi maupun Satria mereka lebih memilih fokus menghabiskan makanan piringnya tanpa bersuara.


Widya memperhatikan kedua orang tersebut dan pura-pura tidak tahu


Setelah selesai makan, Widya meninggalkan Anggi dan Satria di ruang tamu, Widya beralasan badannya lengket sehabis masak dan ia ingin menyegarkan tubuhnya dengan mandi. Widya sengaja memberi kesempatan keduanya untuk berbicara.


Tak lupa ia meminta Satria menemani Anggi mengobrol selama Widya mandi


Widya lalu bergegas menuju kamar mandi dengan senyum licik menghias bibirnya.


Ia merencanakan sesuatu yang akan memuluskan rencana besarnya membuat Satria menuruti kemauannya


Dengan santai Widya membasuh badannya sambil bersenandung.


ia lalu berendam dalam bathtube yang sudah di siapkan nya. menikmati harumnya minyak Aromatherapy yang di teteskan kedalam bathtube sambil sesekali memainkan gelembung busa yang memenuhinya


Widya tinggal menunggu akhir dari rencananya karena ia sudah memasukkan sesuatu kedalam makanan mereka.


Widya juga sengaja berlama-lama, walau sebenarnya hatinya was-was jika mereka melakukan sesuatu.


Sementara suasana diruang tamu mencekam


baik Anggi maupun Satria masih terdiam tanpa suara.


Anggi menjadi sangat canggung atas perubahan Satria, ia menebak jika Widya sudah mengutarakan niatnya untuk menjodohkan mereka.


karena perubahan sikap Satria membenarkan itu.


Satria yang selama ini sangat perhatian dan lembut berubah menjadi kaku dan pendiam

__ADS_1


Anggi merasakan aura mencekam dan sorot ketidak suka an Satria tergambar jelas


"Mas, Anggi minta maaf kalau kehadiran Anggi pagi ini membuat mas Satria gak nyaman" ucap Anggi pelan karena melihat Satria masih diam saja walau di hatinya sakit


"Bagaimana keadaanmu sekarang" tanya Satria sambil menyulut rokoknya, jujur ia bukan tak senang melihat Anggi, bukan tak mau menolong Anggi seperti yang Widya minta, namun ia menekan semua perasaan yang masih ada demi tidak menyakiti Widya dan mengingkari janjinya.


Satria merasakan sesuatu yang lain, ia merasakan tubuhnya kini panas dan tidak enak , gelisah, terlebih lagi melihat Anggi yang sedari tadi bergerak gelisah sambil membasahi bibirnya, Seperti gerakan menggoda yang tanpa Anggi sadari, membuat Satria tak karuan.


Satria berusaha kuat menahan gejolak di dalam dirinya, ia butuh pelampiasan, tak mungkin ia melampiaskannya disaat Anggi disini, namun Widya telah lama berada di kamar mandi, kini di depan matanya hanya ada Anggi yang mulai terlihat seperti orang kegerahan,wajahnya memerah, ia terus saja membasahi bibirnya yang sexy lalu membuka kancing bajunya memamerkan kedua buah gundukan putih bersih berisi, membuat jakun Satria naik turun menahan nafsu.ditambah dua bukit kembar itu membuat Satria ingin meremasnya.


Anggi makin merasa tubuhnya panas , hasratnya menggebu, karena bergerak-gerak terus menerus membuat bawahan yang di pakainya tersingkap memperlihatkan kaki mulus Anggi yang basah oleh keringat.


Satria sudah tidak dapat menahan hasratnya lagi, libidonya sudah di ubun-ubun.


Satria mendekati Anggi dan langsung ******* bibir sexy Anggi dan ciumannya makin ganas, merembet turun ke leher jenjang Anggi dan meninggalkan kiss mark disana.


Anggi mendesah menikmati permainan lidah Satria, lalu mereka terus bercumbu, hingga semua pakaian mereka sudah berserakan di lantai.


Widya sudah selesai mandi dan berpakaian, ia hanya berfikir suaminya saat ini pasti sedang berciuman dengan Anggi. membayangkannya Widya tersenyum sendiri


Ia pasti akan mudah meminta suaminya menikahi Anggi dengan alasan yang sudah ia siapkan


Baru saja Widya membuka pintu kamarnya, ia terkejut melihat pakaian berserakan di lantai, hatinya langsung masam, pikirannya langsung gelisah dan kedua matanya membulat sempurna


"Masss??????" panggil Widya lalu tubuhnya menjadi Kaku melihat pemandangan di depannya, walaupun Widya memberikan obat perangsang kepada Anggi dan Satria namun ia tidak mengira jika efeknya akan di luar prediksi.


Kini Widya melihat suaminya sedang memeluk Anggi tanpa busana dan matanya terpejam karena kelelahan


Widya kini menyesali kebodohannya, ia mengira mereka hanya akan berciuman dan meraba, nyatanya obat yang di berikan oleh Bobby efeknya luar biasa atau, Bobby sengaja memberikan obat yang dosisnya tinggi???


Widya sungguh menyesalinya

__ADS_1


Air matanya jatuh, hatinya terasa amat sakit dan marah saat bersamaan


"maaassss, apa yang kalian lakukan" teriak Widya marah


Satria tiba-tiba tersadar dan buru-buru menyingkirkan Anggi yang berada di pangkuannya. Anggi pun tak kalah kaget ia buru-buru meraih pakaiannya untuk menutupi tubuhnya


"Sayang maafkan aku khilaf. Percayalah aku hanya cinta kamu, tadi entah mengapa aku merasa bergairah sekali dan Anggi lah yang berada di depanku. maafkan aku, please maafkan aku" Satria berusaha memeluk Widya yang memberontak dan mulai menangis.


"Bobby ban***t dia beri obat yang keras banget sampe mas Satria seperti ini, gue hanya berharap mas Satria dan Anggi bermesraan tapi tidak sampai seperti ini. Bobby sialan sengaja bikin hati gue sakit " Widya marah dan kecewa pada dirinya sendiri


Sementara Anggi menunduk malu sambil menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun


"Aku gak percaya kalian tega melakukan ini padaku, aku tahu kalian saling mencinta, kalian bisa menipu semua orang namun tidak denganku.


Kamu Anggi, aku kurang baik apa padamu, aku sudah menawarkan suamiku untuk membantumu dari mantan suamimu, tidak bisakah kamu bersabar dan tidak menggoda suamiku, apa kau berharap hamil sehingga mas Satria bisa meninggalkanku???


”Sayang, Anggi tak bersalah, aku yang memaksa dia tadi" ucap Satria merasa kasihan


"Kamu sudah bersalah padaku masih membela wanita ini??? kamu bener-bener mencintai dia mas? tega kamu sama aku ya” Widya makin sesegukan


”Sayang aku bukan membela dia, tapi ini murni karena kesalahanku”


” Sudah mas, ini juga kesalahanku, maafkan aku” ucap Anggi sesegukan


"Bagus, sangat bagus. kalian berdua menjijikan saling membela di depan mataku, apa kalian tidak punya hati???”


ucap Widya bergetar karena marah


"Cukup sayang, ingat kamu sedang hamil, jaga kesehatan kamu dan anak kita, maafkan mas sudah melakukan kesalahan yang fatal.


Mas tahu kesalahan mas sulit kamu maafkan, mas ikhlas kamu pukul atau benci tapi jangan menangis lagi, kasian bayi kita" bujuk Satria yang melihat Widya sudah susah bernafas karena terlalu lama menangis

__ADS_1


”Sekarang kamu ingat aku dan anakmu, kemana tadi akal sehatmu beberapa waktu lalu??? apa kamu tidak memikirkan aku dan anakmu??? jangan berkata yang membuatku tertawa mas, aku benci kamu, benci" teriak Widya dengan air mata mengalir


__ADS_2