Suami Sewaan

Suami Sewaan
Terkejut


__ADS_3

Pemandangan indah langsung terbentang luas.


Ada meja makan yang memang di siapkan jika ingin maka di alam terbuka bertema lesehan gaya jepang dan di belakangnya terdapat kolam renang seperti di spa, lengkap dengan air panas dan kolam kecil untuk teraphy


"Nek, ini benar-benar luar biasa, amat sangat luar biasa, Villa yang... "


"Hahaha sudah, sudah sana kalian nikmati kolak renang nya. nenek ada kepeluan sama kakek" ucap Ayu hendak meninggalkan mereka namun ia termangu diam dengan wajah pucat seperti melihat setan


Ayu jatuh terduduk sambil menatap Satria tak berkedip, Anggi yang melihat nenek nya jatuh, sontak berlari ke arah Ayu


"Nenek Ayu kenapa nek, apa nenek sakit?" Tanya Anggi kawatir.


Namun Ayu tak mampu berkata apa-apa, suara nya tercekat ditenggorokan, ia hanya terus memandang lekat Satria


"Nek, apa nenek sakit? Tanya Satria lembut mendudukan Ayu di Sofa.


Memeriksa apakah Ayu mengalami luka atau tidak


Ayu menitikkan Air mata, ia memandang penuh kasih pada Satria.


"Nek katakan apa yang sakit, jangan hanya menangis nek, kami kawatir, sebaiknya kita kerumah sakit ya? " ucap Satria tanpa menunggu Ayu menjawab, ia langsung membopong tubuh tua Ayu masuk ke dalam rumah


"Turunkan nenek di sofa itu, nenek baik-baik saja" ucap Ayu sudah bisa menguasai perasaan nya.


Anggi datang bersama kakek Putu,


Putu yang melihat istrinya di bopong langsung berlari menghampiri istrinya


"Sayang, apa kamu terluka? " tanya Putu lembut sambil memeriksa kondisi istrinya


"Kek, aku baik-baik saja, akh hanya ingat masa lalu" ucap Ayu


"Kalian bisa lanjutkan berenang nya, biar kakek yang mengurus nenek kalian"


"Tapi kek, apa gak sebaiknya kita bawa nenek ke rumah sakit untuk di periksa? "

__ADS_1


"Tidak usah, nenek hanya terlalu banyak berfikir, istirahat sebentar juga baikan"


"Sudah sana kalian bersenang-senang"


"Baik kek, kami di belakang. Kalau ada apa-apa kakek panggil kami ya? "


"Iya nak Satria" ayo ajak istrimu kebelakang" ucap Putu.


Putu lalu menuntun istrinya ke ruang kerja yang terdapat pada villa tersebut


"Sayang apa yang terjadi padamu? mengapa kamu tiba-tiba tiba terjatuh? sebenarnya apa yang terjadi?


Apa gangguan cemas mu datang lagi? " Tanya Putu menggengam tangan Ayu yang gemetaran dan terasa dingin.


Putu dengan lembut menggosok-gosokan tangan Ayu dan dirinya


"Kek, kamu pasti tidak akan menyangka apa yang aku lihat? "


"Memang nya nenek lihat apa? "


"Kakek masih ingat waktu aku katakan aku menyukai Satria dan merasa dekat sejak pertama kita bertemu? dia cucu kita kek, cucu yang selama ini kita cari" ucap ayu mulai menangis


Kakek tahu nenek sangat berharap bisa bertemu dengan cucu kita, tapi jangan jadikan itu obsesi.


Kita serahkan semua pada tuhan, dan berdoa.


Suatu saat kita akan berkumpul kembali dengan cucu kita" ucap Putu memberi pengertian pada Ayu.


Putu takut penyakit Ayu kambuh. ia mengalami depresi berat dan gangguan panik parah akibat kehilangan anak nya, ditambah cucu semata wayangnya hilang tanpa kabar setelah kedua orangtua nya meninggal.


Ayu sangat menyesali keputusannya menentang pernikahan anak semata wayang nya, hanya karena pemuda yang menikahi putrinya adalah karyawan biasa.


"Putu, aku melihat tanda lahir yang sama seperti yang kamu punya, tiga tahi lalat yang membentuk segitiga ada di bahu pemuda itu, Satria" ucap Ayu


"Apakah benar yang kamu katakan? "

__ADS_1


"Aku bisa menjamin itu, aku bukan merasa depresi Putu, aku hanya shock sekaligus bahagia karena bisa jadi Satria cucu kita.


Tanda lahir yang diturunkan turun temurun oleh leluhurmu"


"Jika kau tidak percaya padaku, mengapa tidak kau pastikan kebenarannya.


Lakukan tes DNA dan minta hasilnya secepatnya" ucap Ayu bersemangat.


Namun Putu nampak ragu-ragu


"Cepat, aku tak bisa menunggu barang sedetik, aku sangat yakin dia cucu kita" bentak Ayu tak sabaran berusaha bangun dari tempat tidut


"Sayang, kamu istirahat saja, biar aku yang memastikan" ucap Putu buru-buru karena melihat istrinya hendak turun dari tempat tidur.


" Baik lah, aku akan menghubungi dokter Ridwan dan Bagus terlebih dahulu. Kita harus merahasiakan keberadaan kita atau nyawa kita terancam oleh Nyoman" ucap Putu


Ayu hanya mengangguk lesu, ia tak ingin ada pertumpah darahan antara dirinya dengan keponakannya hanya karena harta.


Setelah putu menelpon dokter Pribadi Ayu dan Bagus. Putu bergegas menuju kolam renang, ia akan berpura-pura menta Anggi membuat kan teh hangat untuk istrinya.


Belum sampai Putu ke kolam renang, terdengar suara Satria dari arah belakang nya


"Kek, bagaimana kondisi nenek? " tanya Satria cemas


"Oh nak Satria mengagetkan saja, nenek sudah tertidur, ia hanya kelelahan saja" ucap Putu


Kakek perlu Anggi?, biar Satria yang panggilkan"


"Ah tidak-tidak, kakek hanya mencari barang kakek yang kelupaan, setelah kakek ingat-ingat lagi, kakek tinggal di ruang tamu" ucap Putu beralibi


"Perlu Satria bantu kek? "


"Gak usah, kamu kembali saja pada istrimu, dia pasti kehausan ucap Kakek yang melihat Satria membawa dua kaleng Soft drink


Putu lalu berpura-pura berjalan, lalu ia membalik kan badan memastikan tanda lahir yang Ayu katakan, Putu terkejut, ternyata apa yang dikatakan istrinya benar adanya, ia merasa tak bertenaga dan hampir jatuh, ia memegang meja di sampingnya yangembuat Vas bunga diatasnya terjatuh dan pecah

__ADS_1


Satria sontak menoleh ke sumber suara dan mendapato Putu yang lemas tak bertenaga.


Satria lalu berlari dan membawa Putu duduk di bangku yang tak jauh dari tempatnya berdiri


__ADS_2