
siang itu selepas bertemu dengan klien. satria nampak sedang menikmati makan siang nya di sudut sebuah restoran sederhana
restoran itu sudah menjadi langganan satria semenjak sma
dan ketika kuliah menjadi tempat favorit nya dengan anggi menikmati makam malam mereka
satria kembali mengenang masa lalu nya dan tanpa terasa senyum manis tersimpul di bibir nya
"anggi ah bagaimana kabar nya ya. terakhir jumpa dia masih seperi anggi ku yang dulu
hangat, baik hati dan sederhana. walau kini wajah nya sangat lah cantik, bahkan melebihi istriku...
ah mikir apa aku jadi yang gak2.
aku sudah menikah dan tidak mau menodai pernikahan ku" ucap satria memainkan cincin yang melingkar di jari manis nya
tiba2 lamunan nya buyar ketika seseorang berada di samping mejanya
"eheeemmm.... ngelamun nih... nanti makanan nya dingin g enak loh" celetuk seseorang yang terasa tak asing suaranya bagi satria
sontak satria menoleh ke sumber suara dan di dapati seorang wanita cantik dengan senyum merekah dan lesung pipit menambah kecantikan nya
"anggiii.... sejak kapan kamu di sini??" tanya satria kikuk. karena malu terciduk sedang melamun
"sejak mas satria senyum2 trus gak lama geleng2 kepala trus mainin cincin nya " jawab anggi lugu dan tertawa renyah
"ah anggi... mengapa senyum mu dan tawamu membuat hati ku tentram" gumam satria dalam hati sambil mempersilahkan anggi duduk
satria meneliti wajah anggi...
__ADS_1
dia lebih kurus dari terakhir mereka ketemu
ada kantung mata yang tak bisa di samarkan bahkan oleh make up sekalipun
wajah lelah...
"gimana kabar nya nggi... ?" tanya satria berbasa basi
"baik. " ucap anggi singkat
sambil memanggil waitress untuk memesan makanan
anggi salah tingkah karena satria trus memandangi nya tanpa berkedip
"jangan di pandang lama2 nanti kamu jatuh cinta lagi sama aku atau masih punya rasa " ucap goda anggi sambil mengedipkan mata nya memggoda
satria yang mendengar perkataan anggi hanya bisa tertawa
"iya..
terserah kau saja.
aku sudah lelah
ya... lebih cepat lebih baik. tapi jangan pernah kau sentuh anak ku" jawab anggi lalu mematikan Ponselnya mengakhiri panggilan.
nampak raut wajah nya berubah muram
ada kesedihan dan mata nya berkaca2.
__ADS_1
anggi beberapa kali menghembuskan nafas berat mengatur emosi nya yang kini sedang tak menentu, lalu berusaha tersenyum pada satria
"are u ok nggi? tanya satria yang melihat anggi berusaha menghalau air mata nya yang merembes keluar
"aaakkuuu... " anggi diam dan menangis dia menutup wajah nya dengan tangan.
satria yang terkejut bingung harus bagaimana,
satria bangkit mendekati anggi.
tangan nya mau membelaikepala anggi menenangkan nya, tapi dia urungkan .
satria serba salah.
tiba2 anggi memeluk satria dan menangis di bahu kekar satria.
satria yang terkejut buru2 menghilangkan terkejutan nya dan menepuk2 bahu anggi memberi anggi kekuatan.
setelah hampir satu jam anggi menangis. dan satria membiarkan anggi menumpahkan semua kesedihan dan airmatanya.
setelah anggi dapat mengontrol dirinya,
anggi lalu menarik tangannya
"maafkan aku sat... baju kamu basah karena airmata ku" ucap anggi malu. wajah nya bersemu merah. mata nya sembab,walau masih terdengar dia terisak sesekali
"kenapa harus malu. aku akan selalu ada buat kamu, karena aku teman mu" saut satria
"ah andai saja kamu suami ku mungkin aku tak mengalami penderitaan ini"gumam anggi dalam hati. ia menundukan kepala nya
__ADS_1
sementara di sudut lain tampak seseorang dengan senyum licik tertawa
orang tersebut merekam dan mengabadikan beberapa moment pertemuan satria dan anggi siang itu