Suami Sewaan

Suami Sewaan
Akhirnya


__ADS_3

Dua minggu kemudian


Satria sedang mengemas pakaiannya dalam travel bag.


Hari ini tepat sudah dua minggu dari rencana mereka menetap, dan hari ini mereka akan kembali kerumah mereka sendiri seperti perjanjian awal yang mereka buat.


Satria terus bersenandung dan bersiul kecil karen lega tak harus menikahi Anggi, Satria berfikir masih banyak cara lain untuk melindungi Anggi tanpa harus menikah.


Sementara Widya masih lesu tiduran di kasur, ia merasa kecewa karena kalab dengan taruhan yang telah di buat nya.


"Apa kau harus sebahagia itu mas? menyebalkan"


"Apa kamu harus sesedih itu karena aku tak menikahi Anggi, sayang harusnya kamu bahagia karena suami mu hanya milikmu seorang"


"Aku memang bahagia karena kamu hanya milikku seorang, namun di saat yang sama aku sedih karena aku gagal mendapat jackpot untuk masa depan anak dalam kandunganku"


Widya berkali-kali menghela nafas kesal, ia hanya memandang langit-langit kamarnya.


sementara Satria hanya bisa menggelengkan kepala melihat kalakuan istrinya.

__ADS_1


Di tempat lain


Anggi sedang menikmati Udara pagi hari sambil berjemur


luka ditubuhnya sudah sembuh total dan meninggalkan sedikit bekas yang akan hilang dalam beberapa minggu.


anggi sangat bersyukur, Satria mengenalkannya pada sahabatnya,


Dokter Brian bukan hanya baik hati dan telaten, Ia juga sosok yang humoris dan sangat mengerti wanita, Walaupun dokter Brian masih single namun ia sangat tahu apa yang ada dipikiran wanita.


Dokter Brian pula lah yang merekomendasikan beberapa obat dan bagus untuk memghilangkan bekas luka pada tubuh Anggi sehingga kembali seperti sedia kala.


Walau Anggi kurang memperhatikan hal tersebut, dokter Brian lah yang memaksanya, agar Anggi jadi percaya diri lagi dan melupakan kejadian buruk yang menimpanya.


Hingga Anggi merasakan bibir seseorang menciumnya dengan ganas sambil berusaha membuka bagian atas bikininya


Mata Anggi melotot dan marah mendapati perlakuan tidak senonoh tersebut dan langsung berusaha melepaskan cengkraman tangan laki-laki tersebut. ia menggigit bibir laki-laki iti, darah segar menetes dari bibitnya yang terluka


"Baj*ngan lepasin" teriak Anggi meronta

__ADS_1


"Dasar ******, aku belum lama menceraikanmu dan kamu sudah mencari laki-laki lain, apa kamu menyewanya? benar dugaanku jika laki-laki itu hanya berpura-pura jadi kekasihmu. Kamu bayar apa laki-laki itu apa kami bayar dengan tubuhmu yang sexy ini? " tanya laki-laki tersebut menatap ****** ke arah Anggi yang kini hanya mengenakan celana renang karena atasanya sudah berhasil di tarik Andy


"Dasar pesikopat, binatang. Aku gak serendah itu, aku punya harga diri. Kamu manusia rendahan jangan sama kan aku dwngan dirimu" Hardik Anggi, biasanya Anggi hanya akan diam dan menangis menerima perlakuan Andy, namun kali ini entah keberanian dari mana membuat Anggi bisa melawan Andy, mantan suaminya


Mendengar perkataan Anggi, bukan marah malah membuat Andy terkekeh dan memyeringai


Ia kembali menerjang Anggi dab memberikan ciuman dan gigitan-gigitan kecil pada tubuh Anggi.


Walau Anggi berusaha menghindar, kekuatan Andy lebih besar darinya


"Aku lebih suka kamu yang seperti ini sayang, lebih binal membuatku makin bernafsu denganmu" ucap Andy melepas baju dan celananya, kini hanya tinggal pakaian dalam Andy yang menampilkan tonjolan sesuatu benda di dalamnya


Anggi bergidik ngeri, ia muak, jijik dan merasa terhina


"Toloooong, prapti, mas Satriaaaa" ucap Anggi yang lalu di bekap mulutnya oleh Andy, dengan sigap Andy menjadikan dasinya sebagai pengikat tangab Anggi dan kemejanya sebagai pengikat kaki Anggi, kini Anggi tak bisa berkutik, kaki dan tangannya sudah terikat. dengan sigap Andy melepaskan celana dalamnya lalu menjejalkan di mulut Anggi


Anggi mual dan muntah, namun tak bisa melakukan apa-apa, air matanya sudah mengalir deras.


"Apakah aku harus seperti uni Tuhan, mas Satria tolong aku" gumam Anggi sambil memejamkan mata karena muak dengan pemandangan di depannya

__ADS_1


Prapti yang mendengar teriak Anggi terdiam melihat pemandangan di depannya, ia ingin membantu tapi ia sadar tidak bisa melakukan apapum, tenaga nya kalah besar dengan mantan majikannya tersebut.


Prapti berlari ke arah kamar Satria yang berada di ruang depan, lalu menggendor pintunya sambil berteriak-teriak


__ADS_2