Suami Sewaan

Suami Sewaan
Bimbang


__ADS_3

Setelah Widya mendengar penuturan Anggi, hati Widya terenyuh, ia ikut merasakan bagaimana penderitaan Anggi, Widya mulai bimbang dengan rencananya semula.


Widya mengusap perutnya, pikirannya melayang jauh. Jikalau suatu saat ia harus meninggalkan Satria, apakah anaknya dapat hidup layak?, apakah Bobby selalu ayah biologisnya bisa menjadi ayah yang baik?


Widya gundah. ia tak tau apa yang di lakukannya kini tepat atau malah menjadi jurang kehancurannya..Widya mengela nafas dan menggelengkan kepala, menghalau segala kekalutan hatinya


"Wid, Widya? kamu baik-baik saja?" tanya Anggi menepuk pundak Widya, membuatnya sadar akan lamunannya


"maafkan aku Nggi, aku jadi terhanyut sama pikiranku sendiri. maafkan juga sudah membuat kamu mengingat luka lamamu.


aku harap suatu saat nanti, kamu bisa menemukan orang yang bisa mencintaimu dan kamu cintai dengan tulus, yang mampu membahagiakan dan menjagamu" ucap Widya menguatkan Anggi


"sayangnya orang yang kucinta sudah bahagia bersamamu, dan aku takut memulai lagi dengan orang lain" gumam Anggi dalam hati


"Amiinnn, terima kasih Widya. Senang punya teman seperti kamu" ucap Anggi tulus


seorang pelayan membawakan pesanan mereka, lalu mereka langsung menikmati makanannya dan sibuk dengan pikiran masing-masing


"Anggi, bagaimana kalau sehabis ini kita shopping? aku kalau sedang banyak fikiran, bisa hilang dengan Shopping. Bagaimana?


sekalian cuci mata" ucap Widya sambil mengedipkan sebelah matanya


"ayoookkk" jawab Anggi membalas kesipan mata Widya lalu mereka tertawa bersama

__ADS_1


Anggi membayar semua makanan yang mereka makan, berulang kali Widya bersikukuh ingin membayar namun Anggi melarang, akhirnya Widya menyerah


mereka lalu melenggang penuh senyum menuju pusat perbelanjaan


Anggi mengajak Widya menuju beberapa outlet dengan brand ternama. Berkali-kali Widya hanya bisa menghela nafas melihat Anggi yang berbelanja beberapa tas dan sepatu branded.


Widya harus belajar berhemat untuk calon anaknya nanti


"Wid kamu ambil aja tas yang kamu mau, nanti biar aku yang bayar" ucap Anggi tersenyum sambil memilih beberapa tas


"ah gak usah Anggi.."ucap Widya canggung


walaupun ia sangat ingin memiliki sebuah tas yang menarik perhatiannya sejak baru masuk, namun Widya merasa malu jika Anggi yang membayarnyaf hiu qatar


setelah membayar, meraka pun menuju parkiran karena hari sudah sore


"Anggi, sampai ketemu lagi ya, thanks traktirannya, lain kali aku yang traktir" ucap Widya memeluk Anggi


"Aku yang makasih udah kamu temenin jalan-jalan. ini buat kamu" ucap Anggi sambil menyodorkan sebuah paperbag


"eh apa ini Nggi? aku kan gak beli? " tanya Widya menolak


"udah ambil aja, ini dari aku" ucap Anggi memaksa lalu bergegas menuju kendaraannya

__ADS_1


"Nggi makasih yaa" teriak widya yang di jawab lambaian tangan Anggi


"ahh gak gue sangka Anggi baik banget, pantes mas Satria dulu bisa jatuh cinta" ucap widya sumringah ketika melihat isi dalam paperbag tersebut. Tas branded yang sejak tadi menjadi perhatiannya


Widya melajukan kendaraannya sambil bersenandung, sekali-kali matanya melirik senang melihat tas pemberiam Anggi


Sesampainya Widya di rumah, ternyata Satria sudah pulang kerja.


"sayang kamu sudah pulang? cepat cuci tangan dan kakimu kita makan, mas sudab lapar" ucap Satria melihat istri tercinta nya


"mas, lihat deh, Anggi beliin aku tas. aku gak tau kalao dia belikan ini, tau-tau main kasih aku aja, ini tas yang aku idam-idamkan mas.


Anggi baik banget ya mas.


Gak heran mas dulu jatuh cinta sama dia" cerocos Widya sambil berjalan masuk ke kamar


"Kenapa kamu terima sayang? mas bisa belikan kalau kamu mau kan? " protes Satria


ia tak mau menyusahkan Anggi, terlebih setelah mengetahui kondisi Anggi kini. Satria sangat kwatir dengan Anggi, namun ia tidak bisa berbuat banyak, karena ia telab menikah dan Satria sangat mencintai Widya, ia tak ingin Widya salah paham karena hal tersebut


Widya sudah berganti pakaian, ia menghampiri Satria yang sudah menantinya di meja makan.


"Aku tadi sudah menolak , tapi Anggi memaksaku. Aku juga gak mau memintamu untuk membelikan tas itu. lebih baik aku simpan untuk masa depan si kecil" ucap Widya sambil mengelus perut nya

__ADS_1


__ADS_2