
"Apaaaaa?? apa kamu sudah gila Widya, bisa-bisanya kamu menyuruh suamimu sendiri menikah dengan wanita lain,
kau pikir aku suami apaan? " Amarah Satria tidak terbendung mendengar apa yang diucapkan Widya
"Tolong mas, denger penjelasan ku dahulu" pinta Widya
"Cukup Wid, aku tak mau mendengar apapun darimu, aku anggap kamu tidak pernah mengucapkan itu. Ternyata sedangkal itu pemikiran mu.
Diam di kamar dan renungkan kesalahanmu.
Aku tak mengizinkan kamu bergaul lagi dengan Anggi" Satria berjalan keluar sambil membanting pintu kencang
Untuk pertama kalinya sepanjang pernikahan mereka, Widya baru melihat Satria murka.
Widya sempat gemetar dan tak menyangka jika reaksi Satria akan seperti ini.
Widya sangat senang ternyata Satria begitu mencintainya, namun disisi lain ia harus melepaskan Satria sebelum Satria yang mendepaknya keluar dari kehidupannya.
"Hufh andai saja aku lebih awal menyadari besarnya cinta mas Satria padaku, tentu aku kan mencintainya dengan sepenuh hati dan membuang Bobby jauh-jauh dari hidupku, namun kini nasi sudah menjadi bubur, se-cinta apapun mas Satria padaku, ia tak akan bisa menerima keadaanku hamil dengan pria lain.
Aku harus melancarkan rencana terakhirku untuk membuat mas Satria tunduk"
Widya menatap nanar pintu kamarnya dan mulai merencanakan sesuatu
Sementara di Ruang Tamu
__ADS_1
Satria menghisap dalam rokoknya, kondisi ruang tamu yang biasanya tertata rapih kini sudah porak poranda.
Satria meluapkan kekesalannya dengan membanting vas bunga dan kursi tamu, ia tak habis pikir dengan pemikiran istrinya, bagaimana dia punya ide gila itu????
apakah selama ini Widya tidak pernah mencintainya sehingga dengan mudahnya memikirkan rencana tak masuk akal itu, miris.
Satria lebih memilih melampiaskan kekesalannya pada benda di sekitarnya, karena ia tak mau menyakiti Widya karena emosinya kini
"Arrrrrgggghhhh, Widya, apa yang ada dipikiran mu, apakah perjuangan aku untuk mendapatkan cintamu selama ini sia-sia.
Terbuat dari apa hatimu, hingga tega mengatakan itu. aku mencintaimu sepenuh hati, begitu besar cintaku padamu, namun cintamu tak ada seujung kuku pun padaku, apakah ketulusanku selama ini tidak bisa menggerakkan hatimu yang membatu??? Satria mengacak-acak rambutnya dengan kasar karena frustasi
Satria bukan tipe lelaki yang bisa membagi hatinya, ia tipe yang setia hanya dengan pasangannya saja.
Satria sudah berjanji hanya akan mencintai Widya hingga akhir hayatnya, jika ia menikah dengan wanita lain, Satria takut menyakiti hati Widya yang artinya membuatnya tersiksa, walaupun wanita yang diajukan Widya adalah Anggi, wanita yang pernah mengisi hatinya dulu.
Suasana menjadi hening, tak terdengar suara Widya yang menangis, Satria lalu bangkit dan masuk ke dalam kamar.
Nampak Widya tertidur pulas, badannya meringkuk memeluk guling yang terhalang perutnya yang membesar
"Tau kah kamu aku sangat mencintaimu, jika kau minta gunung sekalipun, jika aku bisa, aku akan persembahkan padamu, tapi kali ini kamu meminta sesuatu yang tidak akan pernah aku bisa sanggupi, tahukah kamu, aku sangat menyayangimu, kamu sudah membuatku terluka” ucap Satria sambil membelai lembut wajah Widya yang sudah terbuai dalam mimpinya
"maaf sayang membuatmu menangis dan ketakutan" Satria merebahkan tubuhnya di samping Widya, ia memeluk tubuh Widya hingga terlelap tidur
Keesokan Harinya
__ADS_1
"aduh kepalaku sakit, semalam aku menangis, badanku rasanya sakit semua, ah mas Satria ternyata tidur di sampingku, mungkin ia sudah tidak marah lagi padaku, maafkan aku mas, aku memang butuh uang untuk masa depanku setelah aku pergi meninggalkanmu, dan Anggi lah orang yang tepat, ia memiliki banyak uang serta ia bisa menjagamu ketika aku pergi" Widya mengecup dahi Satria lalu berjalan keluar kamar
Widya sengaja langsung membereskan ruang tamu yang porak poranda akibat perbuatan Satria, bau asap rokok yang menyengat dan puntung rokok yang berhamburan di lantai membuat Widya terbatuk-batuk saat membersihkannya, namun ia tak mengeluh seperti biasanya, setelah ruang tamu bersih, ia lalu bergegas memasak makanan kesukaan Satria.
Tujuannya untuk memulai rencana selanjutnya.
Setelah masakan selesai, Widya menata nya di meja makan, lalu ia menyiapkan sup iga kesukaan Satria, Widya mencampur sesuatu kedalam sup Satria lalu Widya juga mempersiapkan sebuah mangkuk yang berisi hidangan yang sama di sudut meja , terakhir ia menyiapkan mangkuknya sendiri. Widya tersenyum penuh arti.
Tak selang lama terdengar suara ketukan,
Widya bergegas membuka pintu, Anggi sudah berdiri di depan pintu dengan sekeranjang buah-buahan di tangannya
Semalam Widya mendengar jika Satria menghubungi Anggi, lalu Widya menghubungi Anggi untuk memintanya datang kerumahnya pagi ini. Sehingga Widya mempersiapkan rencana ini
"Assalamu'alaikum" salam Anggi
”Wa'alaikum salam, ayo masuk”
”Apa aku tak menggangu kalian pagi-pagi sudah bertamu???"tanya Anggi ragu
"ya Enggak dong, aku sengaja mengundangmu mencicipi sup buatan ku, yuk masuk Anggi, sebentar ya, mas Satria masih tidur. aku bangunkan dulu. kamu duduk dulu ya" sapa Widya
Ternyata Satria sudah bangun dan sedang di kamar mandi, tak lama kemudian ia muncul dengan rambut basah dan memakai piyama
"Sayang, diluar ada Anggi, ayo kamu berpakaian, kami tunggu kamu di meja makan ya" Widya mencium Satria sekilas lalu pergi meninggalkan Satria
__ADS_1
"Hari ini aku akan menyelesaikan semuanya" gumam Satria lalu ia segera berpakaian