Suami Sewaan

Suami Sewaan
Tertekan


__ADS_3

”Mas, Kinar mungkin benar bukan darah daging mu, tapi dia tetap anakku. Anak yang lahir dari hatiku.


Jangan buat aku memilih antara Kinar dan dirimu, aku tak akan sanggup mas, kalian hidupku” ucap Anggi dalam hati, memeluk erat Kinar dan menghujani Kinar dengan ciuman di kepala Kinar


Anggi bertekad tak akan melepaskan Kinar maupun Satria, di satu sisi Satria adalah lelaki yang paling ia cintai, di lain sisi Kinar adalah anaknya walau bukan berasal dari rahimnya sendiri


Sudah dua hari ponsel Satria tidak dapat di hubungi, hari ini, masuk hari ketiga sejak Satria pergi


Kinar selalu menanyakan papanya, ia akan menangis hingga akhirnya lelah dan tertidur.


Kondisi kesehatannya kian menurun karena ia banyak menangis dan bersedih, kondisinya tertekan, iaemjadi pendiam dan sulit makan, hingga pada puncaknya Kinar merasakan sakit kepala hebat hingga ia tak sadarkan diri dan harus di bawa ke rumah sakit untuk perawatan


Seluruh kelurga menjadi cemas, mereka terus mencari keberadaan Satria. mereka khawatir Satria akan melakukan sesuatu yang nekad, yang membahayakan nyawanya


Putu sudah menyebar anak buahnya, mendatangi Polsek dan beberapa rumah sakit, khawatir jika cucunya mengalami kecelakaan karena menurut bagus , Satria meninggalkan rumah dengan keadaan yang emosi.


Kinar kini kembali terbaring tak berdaya dengan selang infus terpasang di tangannya, dokter sudah memberikannya obat pereda sakit dan memasang infus karena Kinar kekurangan cairan akibat ia mogok makan dan menolak makan serta minum.


Kinar hanya duduk di teras depan rumah, menatap kosong ke depan berharap Satria datang, namun yang di tunggu-tunggu tak jua datang.


”Kek, apa mas Satria sudah diketahui kabarnya? Kinar sangat kehilangan papanya, apa yang harus aku lakukan kek? dia sudah tahu semuanya dan kini mas Satria pasti membenciku serta tidak mau mengakui Kinar anaknya lagi” ucap Anggi menangis


Putu menoleh kearah Kinar yang masih terpejam rapat, ia menghela nafas berat


”Kakek sudah memperingati mu , memberitahumu resikonya dan ini semua kini sudah terjadi, kamu harus siap menghadapi konsekuensinya.


Kamu harus meminta maaf dengan tulus pada Satria.


mengenai bagaimana Kinar, kamu harus terima apapun keputusan Satria nanti.


Menurut kakek ia akan kembali pada kalian, karena kakek sangat tahu jika Satria sangat mencintai keluarganya, dan ia sangat menyayangi Kinar.


Itu terbukti saat ia tahu golongan darahnya berbeda dengan Kinar, ia memilih menguburnya rapat-rapat dan lebih mementingkan kesehatan Kinar.


Pasti ada sesuatu yang membuat amarahnya meledak” ucap Putu

__ADS_1


Anggi hanya bisa menangis sambil menggigit bibir bawahnya, ia tahu Satria bukan marah akan satu hal, namun setelah kepergian Satria, Anggi menemukan berkas perjanjiannya dengan Widya, serta beberapa dokumen dan foto tentang perselingkuhan Widya


”Kamu tak perlu mengatakan apapun, kakek sudah tahu.


Kakek tak sengaja keruang kerjamu dan menemukan berkas perjanjian kontrak antara kamu dan Widya.


jujur kakek kecewa padamu, sangat kecewa.


Kamu permainkan ikatan suci pernikahan diatas selembar kertas.


Kakek bisa memahami perasaan Satria saat ini.


Kakek tak mau menyalahkan mu, kakek tahu posisimu saat itu sangat butuh seseorang yang bisa melindungi kamu dari mantan suamimu yang psikopat itu


Dan waktunya bertepatan dengan pertemuan pria masa lalu mu.


Kakek tebak, ini semua ide Widya, kamu hanya merasa sangat berterima kasih hingga memberi ia beberapa aset yang kamu miliki.


Namun.....


Para pria memiliki ego yang tinggi, ia merasa superior, namun membaca perjanjian itu pastinya Satria merasa sangat terhina, harga dirinya hancur di titik terendah hidupnya


Putu terus saja menghela nafas dan menggeleng


ia seakan berusaha tetap tenang


beberapa waktu ini, kejadian datang silih berganti, membuatnya banyak berfikir dan sulit tidur


Kini ia terlihat makin menua dengan kantong mata tergambar jelas di wajahnya


Ia tak tahu harus berkata apa lagi, Putu memilih keluar dari ruang tunggu dan berjalan menuju taman di depan ruang rawat Kinar, sementara Ayu masih berusaha menenangkan Anggi, ia memberi kode pada putra bungsunya untuk mengikuti Putu keluar.


”Pa, sebaiknya papa dan mama istirahat.


Aku dan kak Ridwan yang akan menjaga di rumah sakit.

__ADS_1


serta mencari keberadaan Satria.


Papa tinggal nunggu kabar dari kami” bujuk Bagus pada papa nya


”Papa merasa sudah terlalu lama hidup nak, papa kira setelah bertemu dengan keponakanmu papa dan mamamu bisa bahagia, menebus Kesalahan kami pada saudarimu, namun pada kenyataannya semua tak seindah yang papa dan mamamu bayangkan” gumam Putu, suaranya bergetar , perasaannya campur aduk jadi satu


”Papa jangan berkata seperti itu, papa harus hidup lama dan melihat Bagus dan kak Ridwan menikah dan memiliki anak. melihat cicit-cicit papa bertumbuh dan berprestasi. Bagus mohon pa, jangan pernah berkata seperti itu lagi”ucap Bagus parau, ia memeluk Putu.


Bagus sangat takut kehilangan papa angkatnya yang seperti malaikat baginya


“Nak, papa hanya mengatakan yang sebenarnya, manusia berencana, tuhan yang menentukan.


Jodoh, maut, rejeki, ajal sudah menjadi ketetapannya yang tidak bisa di ganggu gugat”


”Bagus sellau berdoa untuk kalian, papa dan mama selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah.


sejak papa mengadopsi kami, sejak saat itu pula kami anak papa dan mama dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun. kalian orangtua kami yang paling kami cintai dan hormati”Bagus menitikkan air mata. terbayang masa lalu nya saat masih di panti dan sebuah keberuntungan terbesar baginya bisa menjadi anak dari Putu dan Ayu


”Kamu masih seperti saat kamu kecil, lembut dan melankolis nak”ucap Bagus menepuk punggung putra bungsunya


”Papa tahu mengapa kamu mendukung keputusan Anggi, karena kamu tak mau Kinar merasakan apa yang kamu rasakan dulu, hidup tanpa kasih sayang” ucap Putu menatap putra nya tersebut yang di balas anggukan kecil Bagus


kini keduanya terdiam, menatap lurus kedepan dimana terlihat beberapa pasien sedang berjemur di pagi hari.


mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, hingga suara dering ponsel membuyarkan lamunan mereka


Bagus merogoh ponsel dalam sakunya dan langsung mengangkat telepon tersebut


”Hallo, ada berita apa? Alhamdulillah, dimana? apa kau sudah memastikan jika itu dia???


Baiklah pastikan kalian menjaganya dan jangan sampai ia menghilang lagi, aku akan meluncur kesana sekarang juga”


Bagus mengakhiri panggilan teleponnya, ia menatap Putu sekilas, terlihat wajah tak sabaran Putu meminta penjelasan


“Pa, sepertinya anak buah ku sudah menemukan keberadaan Satria, hanya saja aku perlu memastikan apakah orang yang di maksud bener adalah Satria atau bukan ” ucap Bagus bangkit dari duduknya

__ADS_1


”Papa ikut” sambar Putu langsung, ia sangat cemas pada Satria sehingga ia perlu menenangkan ketegangan dalam pikirannya


__ADS_2