
Sementara di dalam ruangan, Satria memandangi foto balita kecil di dalam ponselnya
wajahnya yang cantik dengan pipi tembam merona merah, sangat menggemaskan dan benar saja, mata gadis kecil ini mirip dirinya, bulat dengan bola mata hitam dan bulu mata yang panjang menambah kecantikan balita itu
Entah mengapa ada sesuatu yang sulit Satria ungkapkan, ia merasa dekat dengan balita itu
”Aku merasa dekat dengan anak ini, apa benar ia anakku, perasaan macam apa ini yang kurasakan?" ucap Satria menyentuh foto Aisya dalam ponselnya
ada getaran yang tak bisa ia ungkapkan saat melihat Aisya, namun tiba-tiba alisnya berkerut memperhatikan gadis kecil yang terekspos di sebelah Aisya pada foto berikutnya, gadis itu memiliki wajah seperti Widya, Satria mulai bertanya-tanya dalam hati, apakah gadis ini adalah anak Widya dengannya, namun ia tidak merasakan apapun saat melihatnya
#######
Keesokan harinya
Sejak kejadian kemarin Ridwan memilih pulang dan yang menjaga Satria adalah Bagus, ada sedikit kecanggungan yang terukir diantara kedua pemuda itu.
Satria jelas melihat Bagus berusaha menghindarinya, berbicara seperlunya saja.
Bagus juga lebih banyak menghabiskan waktu bermain ponselnya
Satria menyadari jika sikap Bagus dikarenakan kelakuannya kemarin, dan itu juga alasan mengapa Ridwan hari ini tidak muncul , termasuk wanita yang mereka katakan adalah istrinya, Anggi
Hingga sore hari, tak seorangpun datang. Bagus sudah pulang beberapa waktu lalu dan ia hanya mengatakan jika esok ia akan kembali lagi kerumah sakit untuk menjada Satria, masih dengan wajah yang sulit di tebak oleh Satria
Tiga hari telah berlalu, Anggi belum juga menjenguk Satria, padahal banyak yang ingin di tanyakan Satria, namun wanita itu tak kunjung datang.
Hanya Bagus yang terus menunggui Satria, sedang Putu hanya mampir sebentar dan pergi lagi
Anggi sedang termenung sendirian di depan kolam ikan yang berada di belakang rumahnya bersebelahan dengan kolam renang, wajahnya terlihat sedang berfikir hingga tak menyadari kedatangan Ridwan
”Hayooo, lagi ngelamun apa?” ucap Ridwan membuat Anggi tersentak , lamunannya buyar
Anggi menoleh,melihat Ridwan ikut menceburkan kakinya di kolam ikan sambil memberi makan ikan mereka
__ADS_1
"Apa yang sedang kau pikirkan”ucap Ridwan membuka percakapan karena Anggi hanya tersenyum masam
"Banyak yang ku pikirkan kak, cobaan terus datang silih berganti.
Disaat aku ingin memaafkan Satria dan membuang egoku demi anak kami, musibah itu datang dan kini mas Satria tidak ingat tentangku"lirih Anggi menggigit bibir bawahnya, nampak matanya sudah menahan air mata yang sudah menggantung
”Percayalah, ini semua cobaan yang Allah berikan untuk menaikkan derajat mu, Allah tak akan memberikan cobaan di luar kemampuan umatnya, dan kamu orang yang kuat "ucap Ridwan tersenyum lembut,membuat Anggi merasa masalahnya sedikit berkurang.
Ridwan adalah sosok kakak yang selalu melindungi, mengayomi Anggi, di dekatnya Anggi merasa nyaman dan tenang
"Kak, apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tak punya keberanian menemui mas Satria, aku takut hati ini sakit kembali”ucp Anggi lirih
”Kakak mengerti, semuanya tak mudah, kita harus memiliki kesabaran ektra menghadapi Satria, kita harus membantunya mengingat semua nya, tanpa memaksanya.
Mungkin saja dengan kedatangan mu dan selalu dekat dengannya akan membuat ia perlahan mengingatmu, kamu harus tegar dan menguatkan hatimu, hanya kamu yang bisa membangkitkan memory Satria yang hilang" ucap Ridwan
"Apa menurut kakak seperti itu?” tanya Anggi antusias
"Tentu saja , aku yakin itu, jangan kau lupa kakakmu yang tampan ini adalah seorang dokter, apa kau lupa?" ucap Ridwan membanggakan dirinya
”Sedang apa kalian, sepertinya sedang seru?” tanya Ayu yang membawa buah segar di tangannya
di ikuti Prapti yang membawa nampan berisi minuman di tangannya
”Nenek ayo sini nek, ikan ini bisa untuk terapi kaki kita”ajak Anggi menarik Ayu bergabung dengan mereka
Prapti merasa canggung, ia meletakkan nampan berisi air minum dan berniat meninggalkan tempat itu, namun Anggi juga memanggilnya
”Mau kemana kamu? sini bergabung dengan kami, tak usah sungkan, sebentar lagi kamu akan jadi bagian keluarga kami, ya kan nek?”ucap Anggi mengedipkan sebelah matanya pada Ayu
”Sini nak, ikut mama disini”ucap Ayu tersenyum lebar
Prapti nampak ragu, Anggi lalu menarik tangannya
__ADS_1
”Sebentar lagi kak Bagus akan melamar mu , dan kamu akan jadi bagian keluarga besar Putu Prakasa .
come on, relax” ucap Anggi membuat wajah Prapti merona merah, matanya berkaca-kaca, ia tak menyangka jika hubungannya dengan Bagus di sambut baik oleh kedua orang tua Bagus dan Anggi
Ada bulir bening yang merembes keluar dari sudut matanya, air mata bahagia dan haru. Ia yang hanya orang desa dengan pendidikan seadanya bisa menjadi bagian dalam keluarga Bagus membuat hatinya bahagia sekaligus terharu
"Hei mengapa kau nangis adik kecilku? ” tanya Anggi menatap Prapti yang mulai menangis
”Terima kasih, terima kasih sudah bisa menerima Prapti yang serba kekurangan ini” ucapnya lirih di tengah tangisannya
”Astaga apa yang kalian lakukan pada kekasihku? tanya Bagus yang baru saja datang, mendekati Prapti dan membenamkan wajahnya dalam dada bidangnya
”Aku merasa bersyukur mas, mereka bisa menerima ku, ini tangis bahagia, terima kasih sudah Sudi mencintai aku yang hanya seorang pembantu”ucap Prapti lirih
”Prapti, aku tak pernah menganggap seperti itu, bagiku kamu saudaraku, adik kecilku”ucap Anggi ikut meneteskan air mata.
Anggi membawa Prapti ikut bersamanya saat gadis itu masih duduk di bangku kelas dua sekolah menengah pertama. Anggi pula yang menyekolahkannya hingga taman sekolah menengah atas, hanya saja Prapti tak mau melanjutkan ke perguruan tinggi dengan alasan tak punya waktu dan tak mau terus menerus merepotkan Anggi
Prapti memeluk Anggi erat, seolah mereka sudah lama tak bertemu
Keesokan harinya
Anggi sudah memantapkan hatinya, ia ingin membuat Satri mengingatnya kembali, demi Aisya anak mereka.
Anggi juga sudah mempersiapkan mentalnya menghadapi Satria, apabila pria itu nantinya membentaknya, membencinya atau apapun asal ingat Satria bisa kembali
Anggi perlahan membuka pintu ruang rawat Satria, nampak pria itu terlihat lebih kurus dari kemarin, Anggi membuatkan Satria kopi, aroma kopi yang kuat membangunkan Satria dari tidurnya.
Ia menatap penuh selidik melihat Anggi sudah berada di samping tempat tidurnya
”Apa yang kau lakukan di sini? apa kau sedang menertawai ku karena aku lupa ingatan?”tanya Satria dengan nada dingin
”Tidak, tidak , aku kesini hanya ingin merawat mu” ucap Anggi masih dengan senyum terhias di wajahnya yang cantik
__ADS_1
”Aku tak butuh perawat, aku bukan anak kecil. Kaki dan tubuhku masih berfungsi, hanya ingatanku yang rusak, namun aku masih mengingat jelas jika hanya Widya istriku.
Sebaiknya kamu pulang, banyak perawat disini, jadi keberadaan mu tidak ku butuhkan”ucap Satria sinis