
"Gue lagi gak becanda Bob, anak ini memang anak loe dan gue benci anak ini ada dalam rahim gue.
gue benci loe" ucap Widya mulai menangis lagi
”Cukup Wid, gue gak suka sama omongan loe, loe pasti bohong kan????” tanya Bobby tak percaya
"Dasar laki-laki banci, kenapa loe takut setelah tahu gue hamil??? loe gak bis tanggung jawab kan???
sialnya ini memang anak loe, gue udah lama gak berhubungan intim dengan mas Satria, huhuhu" Widya menangis tersedu-sedu hingga tubuhnya terguncang
"Argh kenapa loe gak pake pengaman atau pil kontrasepsi setelah berhubungan, gue belum siap jadi ayah"ucap Bobby mengacak-acak rambutnya frustasi
Kini gantian Bobby ynag jatuh terduduk di sofa, pandangannya kosong, tubuhnya tak bertenaga, anak??? ia tak pernah serius dengan Widya, bagaimana jika Widya meminta pertanggung jawabannya??? dari mana ia mendapatkan uang untuk menghidupi Widya Adan anaknya kelak???
Bobby kini masih kuliah, tepatnya ia mahasiswa abdi karena jarang kuliah dan nilainya sangat rendah di setiap mata kuliah hingga ayahnya saja sudah enggan berurusan dengannya
Niat Bobby yang awalnya membuat Widya membenci Satria dan terus dengannya sambil menguras uang Satria malah menjadi bumerang untuknya
"Arrrggggghhhhh... gue gak siap punya anak Wid, gue masih kuliah, gue gak punya uang buat kasih makan loe dan anak itu???? shi*t" umpat Bobby mengacak-acak kasar rambutnya
"Gue juga bingung harus bagaimana???mas Satria belum tau gue hamil. gue harus gimana?? huhuhu" Widya makin terguncang menerima kenyataan Bobby tidak mau tanggung jawab.
Widya tidak tahu harus bagaimana
Mereka terdiam dalam pikiran masing-masing
Widya masih menangis sementara Bobby terlihat sedang berfikir keras mencari jalan keluar permasalahan mereka. Tiba-tiba senyum licik terukir di bibir Bobby, ia langsung duduk mendekat pada Widya
"Gue ada ide. "ucap Bobby tiba-tiba
__ADS_1
"Gue harap ide loe itu bukan suruh gue gugurin darah daging loh sendiri"ucap Widya dingin
"Loe tetep pertahankan anak itu, buat Satria percaya bahwa itu anaknya" ucap Bobby menepuk tangan Widya
"Tapi bagaimana caranya???” tanya Widya menatap Bobby bingung
"Jawabannya loe lebih tau dari siapapun bagaimana caranya. buat seolah-olah Satria adalah bapak biologis anak dalam kandungan loe itu” ucap Bobby menyunggingkan senyum liciknya
"Dasar manusia bej*t . Loe mau enaknya doang, giliran gue hamil loe main lempar Seenaknya" Widya sewot dan melempar bantal kursi di dekatnya
"Sekarang pilihan di tangan loe, apa loe mau di depak sama Satria trus hidup susah, atau malah sebaliknya??
Loe bisa tetep miliki anak kita dan hidup senang.
Gue sangat yakin seratus persen, si bodoh itu cinta mati sama loe, dan akan lebih cinta lagi pas tau loe hamil anak dia.
Loe bayangin sendiri aja apa yang bakal loe sapat.
Widya diam, mencerna setiap perkataan Bobby walau nuraninya menolak, egonya membenarkan perkataan Bobby. Bobby menatap Widya yang terlihat bimbang, Widya sedang bergelut dengan pikirannya sendiri antara membenarkan ucapan menentang rencana Bobby . Bobby tersenyum penuh arti, melihat Widya terhasut oleh kata-katanya
"Dasar cewe bodoh masih aja gak sadar gue peralat. gue gak mau kehilangan sumber mata penghasilan gue babu. maaf" gumam Bobby dalam hati sambil memperhatikan Widya.
"Sebenarnya gue datang kesini karena mau nunjukin loe sesuatu."ucap bobby mendekati Widya dan menyerahkan ponselnya pada Widya
Widya terkejut, sebuah video dimana suaminya dengan seorang wanita sedang berada di sebuah restoran, merek terlihat sangat mesra. walau video itu tanpa suara tetap saja membuat Widya cemburu dan marah. Bobby buru-buru memegang ponselnya takut menjadi bahan pelampiasan emosi Widya. tangan Widya mengepal. air matanya jatuh berlinangan
"kirim semuanya ke ponsel gue Bob. Sekaraaaaang juga!!!!" ucap Widya penuh emosi
"Ok-ok, sebaiknya loe tenang jangan kebawa emosi. gue cuma kasian sama loe yang udah jatuh cinta sama dia , tapi malah di khianati gini" ucap Bobby menabur garam pada luka Widya
__ADS_1
Widya masih melihat video yang di kirimkan Bobby, sesekali tangan nya menghapus air mata yang menetes. tangan nya mengepal keras, tak terasa jari-jari kukunya menusuk di tangan nya,hingga darah keluar dari telapak tangan nya.
Widya lebih merasakan pedih hatinya karena pengkhianatan Satria.
Padahal beberapa bulan ini Widya sudah mencintai Satria, namun semua itu kini berubah jadi kebencian dan Balas dendam.tanpa Widya sadari, ada seseorang yang berbahagia dan mengambil keuntungan dari penderitaan yang dialami Widya, siapa lagi kalau bukan Bobby.
Bobby sangat bahagia melihat kemarahan Widya, ia menari-nari atas penderitaan Widya, dalam hati ia bersorak kegirangan, di permukaan ia menampakkan wajah ikut prihatin dengan apa yang Widya alami, sungguh munafik.
Bobby berusaha menenangkan Widya yang terus menangis hingga akhirnya Widya kecapean dan tertidur, Bobby langsung tancap gas meninggalkan rumah Widya, ia tak kembali ke kost-kostan nya melainkan menuju tempat kekasihnya, selama ini Bobby hanya memanfaatkan Widya karena Widya sangat loyal dengan uang dan selalu menuruti kemauan Bobby.
Widya tak pernah tahu jika selama ini ia hanya dimanfaatkan saja oleh Bobby, demi cintanya pada Bobby, Widya rela menikah dengan Satria demi memperoleh uang tanpa cape mencari.
Widya juga tidak tahu bahwa selama ini Bobby memiliki kekasih lain dan Bobby berfoya-foya dengan kekasihnya memakai uang yang ia peroleh dari Widya, sungguh hubungan yang rumit
Yang satu memanfaatkan yang lainnya.
Hubungan yang di dasari tanpa kejujuran maka akan berisi hanya kebohongan dan kebohongan lagi.
Widya memanfaatkan Satria, Justru ia dimanfaatkan oleh Bobby.
Widya sangat marah dan kecewa setelah melihat foto dan video yang diberikan oleh Bobby, namun Widya tak pernah berfikir bagaimana perasaan Satria suaminya jika ia tahu istrinya tidak pernah setia padanya bahkan telah berbohong dan berselingkuh sejak hari pertama pernikahan mereka.
Para reader ku yang baik hati
beberapa hari kedepan semua karya author akan ada beberapa revisi untuk penulisan yang typo dan kata-kata yang tersingkat, demi kenyamanan membaca.
terima kasih sudah membaca karya author
mohon bantuan likenya ya agar author lebih semangat lagi dan jangan lupa tinggalkan coment dan saran yang membangun.
__ADS_1
Terimakasih
---pooh--