Suami Sewaan

Suami Sewaan
Keluarga


__ADS_3

"Kakek datang kesini ingin memberitahukan kamu sesuatu" ucap Putu menyerahkan amplop berwarna coklat pada Satria


Terlihat wajah bingung di wajah Satria, ia menatap Putu yang mengangguk.


Perlahan Satria membuka amplop coklat tersebut, matanya membulat sempurna membaca isi dalam amplop tersebut


"Apa maksud nya ini kek? apa? "


"Seperti yang kamu duga, saat kakek melihat tanda lahir mu, kami meminta Anggi memberikan sampel rambutmu pada kami, kami mohon maaf tidak meminta izin terlebih dahulu padamu, namun kerinduan kami mencari cucu kami yang hilang sejak lama, mendorong kami melakukan tes DNA itu "


"Jadi mama adalah anak yang kakek ceritakan waktu itu? "


"Iya nak, mama mu meninggal ketika kamu dilahirkan, dan papa mu meninggal beberapa waktu kemudian karena kecelakaan.


Mama mu memiliki tanda lahir yang sama dengan mu, itu tanda lahir turun temurun yang di warisi leluhur kita"


Satria mencari keberadaan dompetnya, ia membuka laci di sebelah tempat tidurnya lalu mengambil sebuah foto usang dari dalam dompetnya.


Foto itulah yang di berikan ibu asrama sebagai petunjuk orangtua Satria


Ayu mengambil foto tersebut dari tangan Satria lalu tiba-tiba ia lunglai tak bertenaga, beruntung Bagus dengan sigap menopang tubuh tua Ayu


Ayu memandang foto usang tersebut, anak perempuan satu-satu nya sedang memakai pakaian kebaya khas jawa dan di sebelahnya mantu nya, pria yang pernah Ayu usir karena tidak memiliki apa-apa


Ayu membelai foto itu dan menangis tersedu-sedu


"Maafkan mama nak, mama membuat hidupmu menderita, ego dan gengsi mama membuat mama harus kehilanganmu untuk selama nya"


Putu dengan lembut memeluk istrinya, wanita yang sudah di nikahi nya hampir setengah abad, ia tidak pernah bisa melihat wanita ini menangis


"Sudahlah yang sudah berlalu biarlah berlalu, sekarang kita akhirnya di pertemukan dengan cucu kita.


Akhirnya Allah mengabulkan doa-doa kita"


Satria hanya diam menatap kakek nenek nya, ia masih tak percaya akhirnya ia bisa menemukan keluarga nya, walau hanya kakek nenek nya yang tersisa


"Cucuku maafkan nenek ya, kamu pasti hidup menderita" ucap Ayu memeluk Satria yang masih terdiam


"Nenek tahu kamu pasti belum bisa menerima kami, kami. bisa maklumi itu.


Tapi kamu harus tahu, kami mencari keberadaan mu sampai sisa usia kami"


Satria memegang tangan keriput Ayu, ia bahagia namun rasanya lidahnya kelu


Satria tak tahu bagaimana harus mengekspresikan kebahagiaan nya


"Nek, Satria bahagia akhirnya punya keluarga" ucapnya tercekat


Ayu dan Satria menangis sambil berpelukan


Putu ikut memeluk cucu yang selama ini di carinya, mereka menangis karena bahagia, Bagus yang menjadi saksi penderitaan Ayu dan Putu ikut menitikkan air mata senang

__ADS_1


"Kamu sudah mengenal Bagus, panggil dia om, karena dia adik mama mu"


"Om Bagus, makasih sudah menjaga kakek dan nenek selama ini"


Bagus hanya mengangguk, memeluk ponakan nya erat.


Ia teringat akan mendiang kakak nya.


Sejak kecil Bagus sudah diadopsi, walau anak adopsi tapi putu maupun ayu tidak pernah membedakan kasih sayang nya.


"Sekarang kamu istirahat, cepatlah sembuh.


Setelah itu mari pikirkan langkah selanjut nya"


"Tapi kek, aku harus mencari Widya kek, dia sedang hamil cicit kakek"


"Bagaimana kamu bisa mencarinya jika kondisimu seperti ini, kakek mohon bersabarlah, jangan membuat pria tua renta ini khawatir"


"Benar yang kakekmu ucapkan, sembuh dulu, biar nanti kakek dan Bagus bantu kamu mencari istrimu itu" ucap Ayu meyakinkan


Akhirnya Satria menurut, ia hanya bisa mengangguk pelan


Satria tidak mau kakek dan nenek nya yang sudan lama menderita mencari keberadaan nya hingga harus tinggal di jalan kini harus khawatir lagi dengan nya


Ayu menyuapi bubur Satria lalu memberikan obat yang sudah di persiapkan perawat.


Ayu juga memanjakan cucu nya dengan membukakan buah dan menyuapi nya.


Sementara Puti dan Bagus hanya tersenyum melihat pemandangan yang indah bagi mereka, sesuatu yang awalnya hanya mereka pikir dalam khayalan kini menjadi nyata.


Tuhan mempunyai cara nya sendiri untuk mempertemukan yang hilang


membalas ketabahan dengan bahagia


Tiada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak


karena indah pada waktunya.


Setelah Tiga hari di rawat, sejak itu pula Anggi tak pernah muncul


Satria menyadari kekeliruannya, ia ingin meminta maaf pada Anggi, namun ego nya terlalu besar


Satria terlalu malu untuk bertanya pada kakeknya, namun Ayu mengatakan jika Anggi yang selalu menyiapkan bubur yang Ayu bawa


Hati Satria merasa terenyuh, wanita itu masih sudi memasakkan ia bubur setelah ia sakiti begitu dalam.


Satria berjanji, ia akan meminta maaf pada Anggi setelah ia keluar dari rumah sakit


Bagaimanapun ia merasa kehilangan sosok lembut penuh senyum dan penyabar itu.


"Anggi, maafkan mas sayang, mas sadar mas salah.

__ADS_1


tunggu mas keluar dari rumah sakit, mas janji akan memperbaiki kesalahan mas" gumam Satria menatap kosong taman di samping ruang rawatnya


"Gimana keadaan kamu? "


Pertanyaan kakek Putu membuyarkan lamunan nya


"Sudah baikan kek, besok sudah bisa pulang"


"Alhamdulillah, apa kamu tidak mau tahu keadaan istrimu? " tanya kakek lagi


"Apa kakek sudah mendapatkan kabar tentang Widya? "


"Apa di otak kecilmu hanya ada wanita itu??


Apa kamu hanya punya satu istri? " ucap Putu mencibir


"Ah maaf kek, aku hanya sedang... "


"Dengar nak, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut di sebrang lautan kelihatan, kami pasti tahu maksud ucapan kakek.


Jangan pernah kamu sia-siakan wanita yang benar-benar tulus mencintaimu, kamu akan menyesal.


Kakek berkata demikian bukan karena dia cucu angkat kakek, namun jika kamu mau jujur pada hatimu, kamu bisa melihat ketulusannya"


"Satria akan ingat kek dan Satria akan perbaiki hubungan engan Anggi"


"Bagus jika kamu mengerti, sebagai kepala keluarga kita harus bijak dalam bertindak dan bertutur kata.


Wanita itu lemah lembut, ia sangat perasa dan selalu menggunakan perasaannya daripada logika nya.


Namun, wanita juga bisa jadi sosok yang kuat dan tegas jika kita sakiti.


Kamu sudah memutuskan memiliki dua istri maka bersikap adil lah pada kedua nya.


Cintai lah kedua nya tanpa membedakan.


Berbicaralah dengan lemah lembut pada keduanya, bimbingan lah mereka menuju ridho Lillah, karena itu lah tugas imam"


"Satria mengerti kek, Satria hanya sedikit memberi perhatian pada Widya karena ia sedang hamil dan tiba-tiba hilang, suami manapun akan shock dan khawatir"


"Kakek tidak menyalahkan perasaanmu, tapi kakek menyalahkan tindakan mu.


Apakah karena Anggi belum hamil jadi bisa kamu abaikan, terlebih lagi kamu tinggalkan di bandara, kakek dengar ia shock dan jatuh pingsan, tidak makan hingga malam hari, itulah mengapa Bram datang untuk merawat istrimu. Kakek tahu semua yang terjadi karena Bram sebelum nya meminta izin kakek karena ia di panggil Anggi ke rumahnya"


ucap Putu panjang lebar menasehati Satria dan sekaligus mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya mengapa Bram terlihat di kamar Anggi


"Kakek harap apa yang telah kakek sampaikan bukan hanya kamu pahami, namun kamu harus amalkan di kehidupan berumah tanggamu.


intinya percaya dan saling melengkapi


tak ada manusia yang sempurna, namun bagaimana kita bisa saling melengkapi kekurangan pasangan kita masing-masing"

__ADS_1


Satria mengangguk, ia merasa amat bersalah pada Anggi.


__ADS_2