Suami Sewaan

Suami Sewaan
Dua Saudara


__ADS_3

Dimas akhirnya sampai juga di ruang perawatan mamanya, wajahnya terlihat buruk, marah dan khawatir


Damar datang dan menghampiri lalu menghadiahkan kakaknya bogem mentah yang mendarat telak di wajah Dimas.


Dimas yang tak menduga adiknya akan melakukan itu terkejut dan tak siap, tubuhnya terdorong dan bibirnya pecah.


Dimas tak mengerti mengapa adiknya yang selama ini cuek bisa berbuat nekad bahkan tak sopan padanya


”Apa-apaan loe, udah berani loe sama kakak loe sendiri???” tanya Dimas tersulut emosi sambil menghapus darah yang keluar dari ujung bibirnya


”Kalau loe emang merasa kakak, seharusnya kelakuan loe bisa buat contoh.


Loe cuma bisa nyakitin dan buat mama sakit.


Dimana pacar yang loe pertahanan untuk loe nikahi sampai loe tentang mama hanya karena loe cinta wanita munafik itu, mana?????”teriak Damar sudah lepas kontrol


”Jaga ucapan loe Mar !!!!” geram Dimas masih berusaha menahan amarahnya, ia sadar disini bukan tempat dan saat yang tepat bertengkar dengan adiknya.


Kinar menarik tangan Damar dan menggeleng lemah, ia juga tak ingin kedua saudara ini bertengkar di rumah sakit, terlebih lagi di depan ruangan perawatan mama mereka, bisa-bisa mereka akan di usir security dan membuat kesehatan Mariska menurun karena melihat anaknya bertengkar


”Lepasin gue kak, gue harus beri pelajaran sama manusia egois ini” ucap Damar memohon Kinar melepaskannya


”Lepasin dia, gue mau tahu apa yang mau bocah kecil ini lakukan.


Dengar Damar, gue gak tahu kenapa loe marah-marah gak jelas terus mukul gue.


Gue anggap hari ini gue sial karena kena pukulan loe, gue anggap itu gak terjadi”ucap Dimas menatap tajam adiknya, namun yang ditatap makin marah


”Loe udah salah masih aja pura-pura gak tahu lagi” cibir Damar


”Maksud loe apa, jangan buat kesabaran gue habis.


Jangan karena loe di bela wanita jelek itu, loe kira gue gak berani bikin loe gak bisa bangun dari tempat tidur selama sebulan”Ancam Dimas marah


”Mama kena serangan jantung gara-gara loe.


Kekasih loe kabur hilang entah kemana sejak kemarin pagi.


Loe bodoh banget sampai gak tahu” tawa menghina Damar


Dimas terkejut mendengar ucapan Damar, ia menarik kaus damar ingin meminta penjelasan


”Apa maksud loe”


”Bella, calon istri loe kabur dari rumah dari kemarin pagi, mama di kabari keluarga Bella pagi ini dan loe tahu sendiri kelanjutannya” ucap Damar cuek

__ADS_1


Dimas menghempas Damar, melepas cengkeramannya.


Ia tak percaya wanita yang sangat ia cintai kabur meninggalkannya menjelang pernikahan


Dimas menggeleng pelan tak percaya, ia melangkah mundur beberapa langkah dan buru-buru meraih ponselnya, mengecek kebenaran kabar tersebut.


Dimas tak percaya dengan perkataan Adiknya.


Ia dan Bella sudah berpacaran hampir lima tahun dan selama itu tak pernah ada masalah, dan ia sudah memperjuangkan Bella walaupun mamanya menentang pernikahan mereka ia memohon dan memohon hingga restu itu ia peroleh, namun....


Dimas menatap ponselnya, mencengkram erat benda tersebut.


sebuah pesan singkat di tulis Bella yang mengatakan


" Maaf, jangan mencari ku ”


Dimas beberpa kali berusaha menghubungi ponsel Bela, namun nomernya sudah tidak aktif


Ia kemudian menelpon orangtua Bella, Dimas dekat dengan mamanya Bella, ia langsung berinisiatif menelpon Rania orangtua Bella


Rania dengan suara serak memberitahunya jika Bella melarikan diri, Bella juga meninggalkan pesan singkat untuk keluarganya.


Dimas lemas tak berdaya, tubuhnya merosot, jatuh terduduk.


ponselnya pun terlepas dari genggaman tangannya.


”Ini gak mungkin, dia gak mungkin ninggalin gue, gak, gak, ini gak benar” sanggahnya sambil terus meracau.


Damar yang awalnya emosi, kini berubah tak tega melihat kakaknya seperti orang hilang akal karena kehilangan wanita yang amat dia cintai.


Damar merasa sangat kasian pada kakaknya ini, cinta telah membutakannya.


Walau ia dan mamanya sudah memberitahukan bahwa Bela bukan wanita baik-baik, namun Dimas tak percaya.


Dimas malah membenci keluarganya saat menjelekan kekasihnya, padahal itulah kenyataannya nya. namun Dimas menutup mata untuk semua keburukan Bella


”Sebaiknya loe pikirin bagaimana keluar dari masalah ini, kalau sampai terjadi sesuatu sama mama, gue gak akan perduli lagi sekalipun loe adalah kakak kandung gue” ucap Damar menatap tajam Dimas.


Suster keluar dari ruangan dan mendorong bed tempat Mariska di rawat untuk di pindahkan keruangan perawatan.


Mariska sudah siuman. ia menatap kosong sambil sesekali air matanya keluar.


Kinar menggenggam tangan Mariska, ia tak tahu harus bagaimana. Kinar hanya berharap Mariska bisa lebih tabah menghadapi semua musibah ini.


Mereka meninggalkan Dimas yang masih terduduk diam seperti orang linglung.

__ADS_1


Ia kemudian baru tersadar dan berjalan menyusul mama dan adiknya yang sudah jauh di depan.


Rasa malu dan kecewa Mariska rasakan.


Bagaimana tidak??? acara pernikahan akan di gelar dua hari lagi, namun mempelai wanitanya kabur menjelang pernikahan.


Wanita yang di perjuangkan oleh anaknya walau ia tentang habis-habisan, namun demi kebahagiaan anaknya, Mariska rela mengalah.


Sudah lelah Mariska menasehati anak sulungnya ia jika wanita yang ia ingin jadikan istri bukan wanita baik-baik.


Saat adik ipar suaminya berkunjung ke kota mereka, Mariska dan adik iparnya bertemu di sebuah hotel, namun tak di duga ia melihat kekasih anaknya itu keluar dari lift hotel.


Mariska bukan orang yang kolot dan kaki, ia juga berfikiran terbuka dan tidak akan menuduh yang bukan-bukan


Wanita itu keluar dengan seorang pria dengan mesra, si pria merangkul pinggangnya dan Bella bergelayut manja, bahkan mereka berpelukan di muka umum, terlihat sekali hubungan mereka sangat dekat.


Padahal saat itu Bella sudah bertunangan dengan Dimas.


Sesampainya di ruang perawatan, Damar menggenggam tangan mamanya dan membisikkan sesuatu. Mariska membelelakan mata lalu menggeleng, entah apa yang Damar bisikkan, karena beberapa saat kemudian Mariska mengangguk.


Tatapan Mariska. terarah pada Kinar.


Kinar hanya bisa melepas senyum canggung karena tatapan mata Mariska sulit ia pahami.


Tak lama kemudian Dimas tiba dan langsung bersimpuh di sisi tempat tidur, ia memohon ampun pada mamanya.


Mariska menangis dan memalingkan wajahnya, ia sangat kecewa dengan putranya itu


”Ma, maafkan Dimas ma. maafkan Dimas”ucap Dimas memohon


”Mama tak menyangka kamu tega seperti ini sama mama nak, apa salah mama sama kamu???


Bagaimana Mama menaruh muka mama di depan keluarga besar kita dan di depan semua kenalan kita???


itu wanita yang kamu bangga-bangga kan dan perjuangkan?? Apa kamu puas??” ucap Mariska berlinangan air mata


Kinar merasa tak enak hati, ia lalu memilih keluar dari ruangan dan menunggunya di sana.


Sementara di dalam ruangan Dimas masih menangis, menyesal dan marah dengan keadaan.


Ia kecewa dan marah dengan kekasihnya Bella yang tega berbuat ini padanya.


”Ma, maafkan Dimas” ucap Dimas lirih


”Mama sulit memaafkan mu” ucap Mariska singkat

__ADS_1


"Dimas janji akan menuruti semua apa kata mama, asalkan mama mau memaafkan Dimas”ucap Dimas putus asa karena mama nya seolah benci padanya


__ADS_2