
Anggi duduk di sebuah kursi sambil menggenggam erat tangan seorang pria tua yang terpejam dengan beberapa alat medis terpasang di tubuhnya
entah sudah berapa lama Anggi terjaga dengan mata sembab karena terus menangis melihat keadaaan orang tua nya
"ayah maafkan Anggi. semua karena Anggi ayah jadi seperti ini, cepat bangun yah, Anggi cuma punya ayah hikhikhik" Anggi menangis
hatinya hancur melihat orangtua satu-satunya yang dimilikinya terbaring tak berdaya
sejak dua tahun lalu ibunda Anggi sudah berpulang, sehingga kini Anggi hanya memiliki ayah saja, dan sejak istrinya wafat,
Handoko, ayah Anggi baru menyadari semua kesalahanya pada putri semata wayangnya ini.
ia menjerumuskan anaknya sendiri demi ego, membuat putri semata wayangnya hidup dalam neraka yang di ciptakannya.
ayah Anggi sendiri yang mengetahui penderitaan Anggi, ketika salah seorang pembantu Anggi memberitahukan padanya jika Anggi di rawat karena cidera yang di sebabkan suaminya.
sudah sejak lama ia berusaha agar Anggi lepas dari cengkraman suaminya yang psikopat namun semua usahanya sia-sia. justru ia mendapatkan ancaman dari mantu durhakanya itu, membuat Handoko depresi karena rasa bersalahnya dan kemudian kesehatannya berangsur-angsur menurun hari demi hari
"ayah, buka matamu yah, maafkan Anggi yang tidak berbakti pada ayah"
tok tok tok
suara ketukan pintu dan masuklah seseorang pria ke dalam ruangan tersebut
"masss satriaa huhuhu" Anggi berlari ke arah Satria
"sudah kamu yang sabar ya. doakan ayahmu lelas sembuh"
"mas tau darimana ayah di rawat di sini?"
"tadi mas kerumahmu, pembantu rumah yang kasih tau. Maaf baru bisa jenguk sekarang, bagaimana kondisi ayahmu? tanya Satria memandang ke arah tempat tidur
__ADS_1
"ayah belum sadarkan diri mas sejak kemarin, aku takut mas. Beliau satu-satunya keluarga yang aku punya" Anggi mulai sesegukan
"istighfar dan banyak berdoa, smoga Allah kasih kesembuhan untuk ayahmu"
"mas kesini izin sama Widya gak? aku gak mau dia salah paham tentang aku"
"kamu tenang saja, istriku mengerti "ucap Satria berbohong, karena tidak mungkin Widya akan mengizinkan dia bertemu dengan Anggi walau untuk menjenguk ayahnya.
tiba-tiba Handoko membuka mata dan memanggil nama Anggi lirih
"aaaangggii"
"Ayah kau sudah bangun? Alhamdulillah. ini Anggi yah" ucap Anggi seraya menggenggam tangan ayahnya erat
"maafkan ayah nak, telah membuat hidupmu susah. Ayah sungguh orang tua yang tak berguna " Handoko menangis
"Ayah gak perlu minta maaf, Anggi ikhlas jalanin semua. ini bukan salah ayah, semua sudah di tentukan sama Allah"
"om jangan memikirkan yang lain, sebaiknya om banyak istirahat agar cepat sembuh"timpal Satria
"Satria sudah maafin om sejak dulu. om yang membuat Satria kuat seperti sekarang"
lelaki tua itu menatap keduanya. anak yang sangat di sayangi dan lelaki yang mencintai anaknya lalu tersenyum penuh arti
"nak Satria mendekatlah, om mau bicara denganmu berdua" ucap ayah Anggi
Anggi yang mengerti kemauan ayahnya meninggalkan ruangan tersebut, kini tinggalah ayah nya dengan Satria yang masih diliputi rasa penasaran tentang yang akan di sampaikan ayah Anggi
nampak orang tua tersebut menatap dengan teliti ke arah Satria dan menghela nafas sambil mengangguk
"nak satria, om mempunya permintaan terakhir. om harap ini bisa menebus segala kesalahan yang telah om perbuat di masa lalu walaupun sudah agak terlambat. berjanjilah pada om kamu akan menjalankan nya" ucap Ayah Anggi
__ADS_1
"katakanlah om jika itu bisa Satria laksanakan akan satria penuhi, asal tidak melanggar norma agama dan hukum"
"umur om sudah tidak lama lagi, om tau penyakit ini sudah menggerogoti tubuh om dan tidak bisa di sembuhkan lagi. om mohon sama kamu, sepeninggalan om nanti, tolong jaga dan nikahi Anggi. Om tau kalian masih saling mencintai. om bisa tenang jika Anggi berada dengan orang yang tepat. om mohon padamu" Handoko menangkupkan kedua tangan nya, bulir air matanya jatuh. tubuhnya terguncang menahan tangis
"om tapi aku.... "
"om mohon nak... umur om sudah tidak lama lagi dan kamu adalah harapan terakhir om" ucapnya terbanta-banta
"baik om akan saya pertimbangkan"
"terima kasih nak, tolong panggilkan Anggi"ucapnya lemah
tak lama Anggi masuk dan langsung memegang dan menciumi tangan ayah nya
"Anggi anakku, ayah mohon maaf ya nak atas segala kekhilafan ayah, ayah sudah tidak kuat lagi. ibumu sudah menjemput ayah. baik-baiklah kamu dengan Satria
innaliilahi waa.... innaaa illahi rojiun"
ttittttttttttttttttttttt
layar monitor jantung nampak garis lurus
"Ayaaaaahhhhh tidaaaakkkk, jangan tinggalkan Anggiii.... " Anggi histeris menangis
dokter dan perawat dengan sigap memberikan pertolongan namun nyawa ayaj Anggi sudah tak dapat di selamatkan
Anggi masih menangis dalam dekapan Satria menanti team dokter yang menangani ayah Anggi. lalu suster di iringi dokter keluar dari kamar tersebut
"keluarga pasien atas nama bapak Handoko"
"ba bagaimana ayah saya dokter?
__ADS_1
"maafkan kami sudah melakukan yang terbaik, ayah anda sudah menghadap yang maha kuasa, saya turut berduka" ucap dokter
Anggi yang mendengar kabar tersebut langsung ambruk, tak sadarkan diri