
"Baju bu Widya kosong bu, hanya beberapa pakaian saja yang masih di sana.
Pakaian si kecil juga gak ada beserta koper-koper yang kemarin saya lihat ada di depan lemari"
"Apaaaaa?? " Anggi terkejut, ia berteriak dan langsung tak sadarkan diri. beruntung Bagus yang sejak tadi ada tak jauh dari tempat Widya berlari menyelamatkan tubuh Widya yang roboh hendak menghantam ubin.
Satria yang baru pulang joging terkejut, ia langsung mendekati mereka dan terkejut mendapati keadaan Anggi yang baru saja siuman dari pingsan nya
"Sayang kamu kenapa? " tanya Satria panik penggenggam tangan istrinya
"Mas kita harus pulang segera, mba Widya...."
"Kenapa Widya? katakan segera... "
Mendengar nama Widya di sebut, perasaan Satria langsung tak tenang, ditambah kondisi Anggi kini, ia yakin telah terjadj sesuatu pada istri pertama nya, dengan tak sabar Satria menggoncang tubuh Anggi yang masih saja menangis tanpa menjelaskan
"Katakan kenapa Widya, jangan buat mas tidak tenang"
"Mba Widya hilang mas"
__ADS_1
"Apaaaaaaa?? " teriak Satria terkejut, ia lalu langsung berlari menuju kamar, Satria tak lagi perduli keadaan Anggi, membuat Anggi menggigit bibir nya karena merasa kan ada rasa sakit yang menyergap
"Mas, sebegitu cinta nya kamu dengan mba Widya, hingga saat kamu mendengar namanya di sebut, ke kwatiranmu lebih besar padanya ketimbang diriku yang berada di sini"
Anggi menatap kepergian suami nya, ia berusaha tersenyum walau terpaksa, hatinya serasa sakit.
Anggi juga dapat melihat wajah penasaran orang-orang di dekat nya yang seolah mempertanyakan sikap Satria memgapa demikian, tak terkecuali putu dan Ayu
Kedua orangtua tersebut terlihat terkejut dengan perubahan sikap Satria, Anggi hanya bisa tersenyum kecut.
Ridwan dan Bagus meninggalkan mereka, kini tinggal Anggi dan kedua kakek nenek Angkat nya
"Kek, Anggi tahu kakek pasti bingung mengapa mas Satria seperti itu, tapi percayalah, mas Satria tidak bermaksud seperti itu."
"Kek, maaf Anggi tidak jujur bahwa mas Satria dan wanita yang tadi Anggi sebut adalah suami istri, dan Anggi hanya istri sirihl ucap Anggi lirih
"Apaaaaa?? " ucap Ayu dan putu berbarengan
"Nanti Anggi jelaskan kek, nen.
__ADS_1
Maaf Anggi harus segera kembalj ke jakarta"
"Pergilah, kami tidak tahu harus berkata apa, ini keputusanmu. nenek hanya minta perbanyak bersabar ya. Kami akan menyusulmu ke jakarta setelah urusan disini selesai" ucap Ayu memeluk Anggi memberi kekuatan
"Makasih kek, nek, Anggi ke kamar dulu" ucap Anggi lirih.
Sesampainya ia di kamar, nampak kamar sudah berantakan, Satria nampak sedang kesal
"Kakek sudah memesankan tiket, satu jam lagi kita terbang" ucap Anggi langsung mengganti pakaiannya dan membereskan pakiannya masuk ke dalam travel bag nya.
Satria hanya menoleh sebentar namun kembali menjambak rambut nya sendiri. Terlihat ia sangat kawatir hingga Anggi melihat suami nya yang selama ini tegar menangis
Anggi menangi dalam hati, ia merasa sangat amat tak berarti, walaupun ia tahu jika Satrua amat mencintai Widya, namun Anggi beberapa waktu ini merasa juga dicintai oleh Satria, namun kenyataan nya kini ia bisa melihat dengan sangat jelas perbandingan cinta Widya dan dirinya sangat jauh, walau kini mereka sudah sama-sama pendamping Satria.
Anggi menghapus air mata nya, ia harus berbesar hati, tok sejak awal ia sadar akan seperti ini, ia sudah mempersiapkan dirinya, namun tetap saja ia merasa sakit hati.
Satria hanya diam saja ketika Anggi berbicara, ia hanya bergumam pelan
"Sayang kamu dimana? jangan tinggalkan mas sayang" hanya itu yang keluar dari bibir Satria.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudia mereka langsung menuju bandara untuk penerbangan ke Jakarta.
Putu dan Ayu memandang iba kepada Anggi, mereka ikut merasakan apa yang kini di rasakan Anggi.