Suami Sewaan

Suami Sewaan
Pernikahan Anggi III


__ADS_3

Akhirnya pernikahan Anggi dengan Satria di majukan, penghulu nikah mereka seorang tokoh agama yang menuntun mereka menikah secara Agama karena Satria sudah memiliki istri sebelumnya.


Acara berlangsung hikmat dan terlihat Anggi maupun Widya menangis saat acara di gelar.


Acara pernikahan itu hanya di hadiri keluarga Anggi, Brian, dan Widya, karena Satria sudah tidak memiliki orangtua.


Prapti terlihat tersenyum sambil menangis melihat majikannya akhirnya menikah dengan pria yang dicintai nya.


Setelah mereka sah secara Agama, Satria menyematkan cincin mas putih yang serupa dengan yang digunakannya dengan ukiran nama mereka di balik cincin nya. dan sebuah berlian kecil di tengah-tengah cincin Anggi, terlihat sederhana namun cantik.


Anggi yang pagi itu memakai kebaya berwarna putih dengan riasan khas jawa menambah kecantikannya, membuat setiap mata memandang takjub.


Tak akan ada yang mengira jika Anggi adalah seorang janda jika melihat penampilan Anggi saat ini, cantik, anggun dan berkarisma.


Brian yang melihat Anggi pun membisikkan sesuatu pada Satria yang tak berkedip memandang wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut


"Bro, kalau tahu gitu, gue aja yang jadi laki nya Anggi, beruntung banget loe, dapat dua bidadari. mak loe dulu ngelahirin loe banyak doa nya nih mah" ucap Brian berbisik di telinga Satria membuat Satria mendelik


"Jaga tuh mata, dia kakak ipar loe sekarang, mending loe cari yang lain" ucap Satria meledek


"Ya elah gitu aja sewot, lap tuh iler, malu banget gue punya saudara yang ketahuan ileran liat bini sendiri yang bening" goda Brian terkekeh


"Biarin, loe ngiri kan? makannya jangan jomblo aja, truk aja gandengan, masa loe gandeng steroskop molo ahahha" Satria tertawa meninggalkan Brian yang mendengus kesal


"Saudara yang kejam, bukan cariin gue bini yang kaya bini-bini loe, malah bully" gerutu Brian menyusul Satria


Satria menghampiri Widya yabg sedang berpelukan dengan Anggi


"Sayang mengapa kalian menangis? apa kalian sedih menikah denganku? "


"Iya" jawab Widya dan Anggi serempak lalu tertawa bersama.

__ADS_1


"Mba Widya makasih ya, kamu ikhlas menerima ku menjadi pendamping kedua suamimu, terima kasih" ucap Anggi lirih


Widya tersenyum dan memeluk Anggi.


Setelah semua orang pulang, tinggal lah Satria bersama kedua istrinya.


Sementara Prapti mengawasi para pembantu yang merapihkan tempat acara.


Widya menguap, ia berpamitan pada Anggi dan Satria akan tidur.


Kini tinggal Satria dan Anggi yang terlihat canggung


"Sayang, mas ke kamar Widya dulu ya, nanti mas ke kamarmu, kasian dia di kehamilan nya sulit tidur"


"Iya mas, Anggi masuk duluan ya" ucap Anggi mengalah, walau ada rasa nyeri di hati nya selalu di nomor dua kan


"Sabar Anggi, kamu harus sadar posisimu" ucap batin Anggi.


lalu Anggi melepaskan kebayanya dan berjalan menuju kamar mandi, ia merendam tubuhnya di bath tube menghilangkan lelah dan tegangnya


Widya yang sangat kelelahan di usia kehamilannya yang sudah tua hanya bisa melakukan sekali, lalu ia tertidur, sedangkan Satria masih merasakan gairahnya di ubun-ubun.


Satria memakai baju lalu menyelimuti tubuh Widya lalu meninggalkan kamar Widya.


Ternyata Widya hanya pura-pura tertidur, setelah kepergian Satria ia menangis.


"Mulai saat ini kamu bukan milikku lagi mas, Anggi yang lebih berhak atas dirimu" ucap Widya lirih menggigit bibir nya agar tangis nya tak terdengar.


Satria memasuki kamar Anggi dan mendapati baju kebaya Anggi sudah tergeletak di lantai, dan terdengar suara shower nyala.


Satria masuk kedalam kamar mandi, lalu menanggalkan pakaiannya.

__ADS_1


Anggi yang terkejut akan kedatangan Satria menutup wajahnya karena malu melihat Satria yang sudah tak memakai sehelai benang pun.


masuk ke dalam bath tube lalu menarik Anggi mendekat. mereka lalu berendam dalam bath tube dengan posisi Anggi membelakangi dirinya.


Tubuh Anggi kaku, walau ia sudah pernah menikah, suami nya yang dulu tidak pernah mandi dengannya, jadi ini pengalaman pertama bagi Anggi


"Mengapa tubuhmu tegang seperti itu? " tanya Satria membuka mata nya


"Aanu mas, airnya sudah tidak hangat, sebaiknya aku tambahkan" ucap Anggi ingin bangkit, namun Satria mendekapnya dari belakang


"Bukankah ini sudah hangat, apa kamu mau lebih hangat? tanya Satria yang mulutnya sudah menyelusuri leher jenjang Anggi, Anggi kaku dan menikmati setiap sentuhan Satria, kini tangan Satria mulai membelai dada dan puncak Anggi, memelintir dan membelai kadang meremas membuat Anggi merintih tanpa ia sadari.


Satria kian bernafsu, ia menghadapkan badan Anggi ke arahnya dan ******* bibir Anggi yang merekah, Anggi merasakan sesuatu yang keras di bawahnya bergerak-gerak


"Sayang, bolehkah? mas mau" ucap Satria parau.


Anggi mengangguk, lalu Satria mulai menyatukan tubuhnya dengan gerakan perlahan, ia tak ingin Anggi sakit dan teringat trauma nya, hingga beberapa kali mereka melakukan di tempat berbeda.


Anggi tak mengira di balik tampang Satria yang kalem ternyata ada sisi buas nya. dan mereka tertidur dengan tubuh saling berpelukan, hingga pagi hari.


Anggi bangun dan mendapati Satria tertidur di sampingnya tanpa pakaian, mereka tertidur karena kelelahan


Anggi yang ingin bangkit dari kasur tiba-tiba di tarik Satria yang masih memejamkan matanya.


"Mas aku bau, belum mandi" ucap Anggi meronta


Namun Satria malah menciumi tubuh Anggi dan meremas dada Anggi, hingga Anggi mendesah dan secepat kilat Satria bangkit dan mulai menyatukan dirinya dengan Anggi.


mereka terus melakukannya hingga jam menunjukan pukul sebelas siang.


Anggi merasa perih di bagian kewanitaannya, ia berjalan pelan menuju kamar mandi, Satria membopongnya ke kamar mandi

__ADS_1


"Mas kamu suami yang mesum, aku sangat lelah kamu kerjain dari malam hingga tadi" gerutu Anggi memanyunkan bibirnya


Satria terkekeh, ia lalu membantu Anggi mandi lalu membawakan makanan ke kamar untuk mereka makan.


__ADS_2