
Setelah berbincang cukup lama tentang rencana kedepannya, Widya pulang kerumah dan mulai menyusun rencana. Kali ini Bobby lah yang mengatur skenario bagaimana berjumpa dengan Anggi secara tidak sengaja.
Widya awalnya bingung, bagaimana Bobby bisa mendapatkan semua informasi mengenai Anggi dengan cepat dan terperinci, lalu Widya mendesak Bobby dan mengancam tidak mau mengikuti rencana Bobby jika ia tidak memberitahu semuanya, dan akhirnya Bobby menceritakan dari mana sumber informasi itu berasal, Bobby menggunakan pesona ketampanannya untuk memikat seorang asistan rumah tangga yang merangkap sebagai asisten pribadi Anggi.
" Huh, harusnya aku tak perlu bertanya dari mana Bobby mendapatkan info lengkap tentang Anggi, aku tahu dengan jelas lelaki macam apa bobby, lelaki bejat yang menghalalkan segala cara untuk menjerat targetnya" dengus Widya
***Keesokan Harinya***
Widya sudah rapih dengan balutan dress hamilnya, semenjak Hamil aura kecantikan Widya kian terpancar, selain tubuh Widya yang makin berisi, wajahnya pun bersinar.
Satria makin perhatian dan sayang dengan Widya, Satria semakin rajin meminta jatahnya hampir setiap hari, membuat Widya kelelahan
Tubuh Widya yang makin berisi sangat sexy dan menggairahkan di mata Satria, ia malah kecanduan ingin terus bermanja-manja dengan istrinya itu
"Badanku sakit semua, setelah bertemu Anggi aku ingin ke spa, rasanya tubuhku perlu pijatan" ucap Widya memandang Wajahnya di cermin yang terlihat pucat.
Widya lalu melajukan kendaraannya menuju sebuah mall. Ia sebenarnya beberapa hari lalu sudah berbelanja kebutuhan pokok, namun demi bisa mendapatkan moments pertemuan tak sengaja dengan Anggi, ia menuju ke sebuah supermarket bertepatan dengan Anggi yang siang itu juga berbelanja kebutuhan rumahnya, Semua sudah Bobby atur dengan bantuan orang kepercayaan Anggi
Widya berniat memasak spaghetti kesukaan Satria.
saat tangannya sedang memilih daging cincang, Anggi menegurnya
" Hai, Widya ya.. masih ingat gak sama aku? aku Anggi teman sekolah mas Satria" tegur Anggi ramah
"Hai Anggi, apa kabarnya, suami ku sudah menjelaskan semua, maaf ya tempo hari aku sedikit emosi "
"ah gak apa-apa kok, aku paham. oh ya kamu lagi hamil begini belanja sendiri? apa mas Satria gak nemenin? nanti kamu kecapean" tanya Anggi mengedarkan pandangan mencari keberadaan Satria
"Dasar cewe gatel, kalau bukan demi uang, gak sudi gue baik-baik sama loe. jelas-jelas gue istri mas Satria. pake cari alibi bilang gue cape segala" gerutu Widya dalam hati namun di luar ia berusaha tersenyum
"Aku sudah biasa kok. lagian cuma mau buatin mas Satria spaghetti kok" kilah Widya
"Aku salut sama kamu Wid, lagi hamil tapi gesit,memang istri idaman, pantas saja mas Satria sering memuji kamu" puji Anggi tulus
__ADS_1
Widya tak percaya suaminya memujinya di depan wanita yang ia cintai apa Anggi sedang berbohong???
tapi sinar matanya tak mengatakan ia berbohong.
"ah apa benar mas Satria memuji gue? apa mereka merencanakan sesuatu di belakang gue"gumam Widya dalam hati
"Oh ya sebagai permintaan maaf, aku traktir coffee, sekalian kita ngobrol-ngobrol cantik, kalau kamu punya waktu sehabis kita belanja, bagaimana? " tanya Widya
"uhmm ok lah, yuk belanjaan ku sudah selesai" ajak Anggi ramah
setelah membayar belanjaan, mereka menuju ke sebuah cafe dan memesan secangkir coffee dan beberapa cemilan
"Jadi Anggi, kamu sudah punya anak berapa? " tanya Widya membuka percakapan.
sekedar basa basi saja, karena Widya sudah tau dengan pasti kehidupan Anggi berdasarkan cerita Bobby
Anggi terdiam sambil mengaduk-aduk coffee dinginnya, angannya melayang mengenang kehidupan pahitnya.
Dua tahun lalu Anggi sempat hamil, namun ia harus menelan pil pahit dengan kenyataan ia kehilangan anak dalam kandungannya akibat kekerasan seksual yang di lakukan suaminya sendiri.
"Anggi, maafkan aku gak maksud buat kamu sedih, maafkan aku" ucap Widya berpura-pura memasang wajah bersalah
"Gak apa-apa kok Wid, kamu gak salah. Aku hanya lagi melow aja teringat sesuatu.aku sentimentil jika membahas itu, ada kenangan buruk mengenai anak
aku punya anak, namun keguguran" ucap Anggi sedih
"Maaf Anggi aku gak tau, sabar ya, yang ikhlas. pasti Allah akan kasih kamu anak lagi. yang penting kamu sama suamimu sabar dan berusaha" ucap widya memberi semangat
Anggi diam seribu bahasa mendengar ucapan Widya yang menyinggung kata "suami"
bagaimana ia bisa mempunyai anak, jika kini statusnya saja sudah menjanda dan untuk membina rumah tangga lagi, Anggi trauma
Anggi memasang senyum lebar, ia tak ingin membahas statusnya saat ini, apalagi berbagi cerita dengan Widya, wanita yang baru dikenalnya, walaupun hubungan keduanya kini mulai dekat, Anggi merasa canggung bila harus berterus terang tentang hidupnya.
__ADS_1
Anggi dan Widya mengobrol ngalor ngidul, mereka menceritakan kehidupan masing-masing walau secara garis besarnya saja, karena keduanya masih saling menjaga jarak.
Dari obrolan mereka Widya menarik kesimpulan jika Anggi wanita yang baik hati dan tidak sombong, enak diajak ngobrol
Pantas saja suaminya sangat menyukai Anggi, lelaki manapun pasti akan tertarik melihat kecantikan Anggi, ditambah tutur katanya yang lembut
Anggi kemudian menceritakan kehidupan pribadinya tanpa Widya minta, entah mengapa Anggi merasa sreg berbicara dengan Widya padahal ini kali pertama mereka berbincang-bincang, hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore, Widya pamit dengan Anggi, namun Anggi bersikeras mengantar Widya pulang.
Akhirnya Anggi mengantar Widya hingga depan rumah, sementara kendaraannya ia minta supirnya yang membawa.
Anggi khawatir keselamatan Widya karena ia harus membawa kendaraannya sendiri saat hamil begini.
Anggi langsung pamit begitu mengantar Widya sampai depan rumahnya, Widya menatap kepergian Anggi, hatinya merasa bersalah karena punya niat buruk pada Anggi.
Belum sampai Widya membuka pintu, mobil suaminya datang, Satria pulang kantor
"Sayang, kamu dari mana? kok gak izin aku mau keluar? apa kamu naik motor ke supermarket? tanya Satria melirik sepeda motor yang terparkir di depan rumah
"Maaf mas, tadi aku ke supermarket karena mau membuatkan kamu spaghetti untuk makan malam kita, eh di supermarket ketemu sama Anggi, jadi kami ngobrol deh di coffee shop sampai lupa waktu.
Maaf ya mas, kamu gak marah kan.
tadi pulangnya diantar sama Anggi kok, sepeda motorku di bawa oleh supirnya" terang Widya
"Besok-besok kalau mau keluar kamu beri tahu mas, terus kamu gak mas perbolehkan lagi naik motor, ingat sayang berbahaya buatmu dan anak kita.
Kamu kan bisa naik taxi online "
"Iya mas”
"Kalau begitu kamu gak usah masak, nanti mas delivery makanan saja biar kamu gak capek”
"Aku mau makan keluar saja mas, aku bosan" ucap Widya manja
__ADS_1
"As u wish babe, ayo masuk dulu, sebentar lagi adzan, gak mau orang hamil Maghrib di luar rumah ”