Suami Sewaan

Suami Sewaan
Bulan Madu IV


__ADS_3

Satria semalam tidur di kamar Widya, ia sengaja melakukan itu karena pagi ini ia dan Anggi akan pergi honeymoon.


Sebelumnya Satria dipaksa Anggi agar tidur di kamar Widya mengingat ia akan bulan madu dan sepanjang itu Satria akan bersama nya. Anggi tak mau egois, ia harus lera berbagi dengan Widya, terlebih statusnya istri kedua Satria


Pagi ini Anggi sudah menyiapkan sarapan untuk Satria dan Widya, ia sengaja masak agar mereka sarapan bersama sebelum mereka berangkat bulan madu selama seminggu.


Jam sudah menunjukan pukul delapan, namun Satria dan Widya belun kunjung krluar kamar.


Anggi menatap nanar makanan di meja makan yang sudah ia siapkan sejak jam 6 tadi.


Anggi juga sudah bangun subuh demi memasak semua hidangan ini.


"Mba Anggi apa gam sebaiknya makan duluan aja? mungkin pak Satria dan bu Widya masih tidur"


"Gal mbak, aku nunggu mereka saja" ucap Anggi hingga setengah jam berlalu namun keduanya belum juga muncul


Anggi masih duduk diam di meja makan.


Prapti merasa kasian dengan majikannya ini.


ia lalu menghampiri Anggi yang melamun


"mba Anggi apa perlu saya bangunkan mereka? " tanya Prapti memecah lamunan Anggi


"Gak usah mba, biarkan mereka istirahat, jangan mengganggu mereka.

__ADS_1


Saya akan masuk kekamar dulu, kalau mereka sudab bangun, kabari akunya mba" ucap Anggi melangkah menuju kamar nya.


"Kasian mba Anggi, nasib nya kenapa seperti ini. Apa kurangnya mba Anggi? sudab cantik, kaya, baik dan dermawan. hanya sayang nasib nya kurang bagus" ucap Prapti menatap majikannya dengan sedih.


Anggi merebahkan tubuhnya di temoat tidur, beruntung penerbangan mereka sore nanti, Jika pagi, bisa di pastikan mereka akan ketinggalan pesawat karena hingga jam segini Satria belum juga keluar dari kamar Widya


Anggi menyentuh dada nya, ada rasa sakit di sana, ia merasa cemburu, namun ia hanyalah wanita kedua.


"Ya Allah berikan hamba kesabaran dan ke ikhlasan dalam menjalani semua.


Hamba hanya wanita yang lemah, yang penuh iri dengki dan cemburu. lapangkan lah hati hamba "


Anggi menahan lapar nya, sejak semalam ia belum makan hingga kini.


Sementara di kamar Widya, Satria mengerjapkan mata, ia memandang jam dinding menunjukan pukul sembilan lebih sepuluh.


Ia bangun siang sekali, semalam ia meminta jatahnya pada Widya, walau awalnya Widya menolak, namun akhirnya ia mau juga.


Satria selalu haus dan haus, jika bersama Widya ia akan meminta lagi dan lagi.


biasanya Widya hanya sanggup dua kali khususnya setelah ia hamil, namun kali ini mereka memadu kasih sepanjang malam. seolah tak ada hari esok lagi.


Widya masih pulas tertidur. Satria membenarkan selimut Widya lalu menuju kamar mandi membersihkan diri.


Setelah berpakaian Satria menuju ruang makan karena perutnya sudah sangat lapar.

__ADS_1


Ia terpana melihat banyak makanan terhidang di meja makan. namun semua nya masih utuh


"Mba Prapti, kemana istri saya? " tanya Satria


"Bukan bapak sama bu Widya? "


"Maksud saya Anggi, dia kan istri saya juga"


"Ternyata masih ingat" gerutu Prapti lirih namun masih terdengar oleh Satria


"Maksud kamu? "


"Ah gak apa-apa pak, mba Anggi semua yang masak ini, sejak subuh mba Anggi sudah masak dan selesai jam enam tadi, namun mba Anggi belum menyolek sedikitpun masakan di meja karena menunggu bapak dan bu Widya hingga sekarang mba Anggi belum makan, malah sejak malam belum makan.


Tadi saya paksa makan, mba Anggi gak mau dan bersikukuh menunggu bapak dan bu Widya"


Satria merasa bersalah, ia memandang semua masakan di meja makan. tentu Anggi berusaha menyengkan hatinya, namun ia malah membuat Anggi kecewa.


"Sekarang dimana Anggi nya? "


"Di kamar nya pak, biar saya panggilkan" ucap Prapti hendak berjalan menuju kamar Anggi


"Prapti gak usah, tolong buat kan juice alpukat saja buat Anggi, biar saya yang kekamar nya" ucap Satria melangkah menuju kamar Anggi


Satria membuka kamar Anggi, terlihat tubuh kurus Anggi meringkuk seperti bayi dengan wajah pucat.

__ADS_1


__ADS_2