Suami Sewaan

Suami Sewaan
Musibah


__ADS_3

Seminggu sudah Mariska di rawat, kesehatannya sudah membaik.


selama itu pula Kinar bolak balik rumah sakit untuk menjenguknya di karenakan Mariska acap kali menelponnya jika ia tak datang sehari saja dengan alasan kesepian


Dan Kinar sering bertemu dengan Dimas serta adiknya Damar, keduanya sama tampannya namun memilki perangai yang berbeda.


Dimas yang cuek, kasar dan arogan namun langsung melunak ketika Mariska merajuk.


Sementara si bungsu Damar orang yang sopan, periang dan sangat menyenangkan diajak bicara


Kini Kinar sudah bebas, ia sedang asik masak di dapur karena Mariska kemarin sudah pulang kerumah,Kinar juga yang mengantar Mariska hingga kerumahnya yang terletak di sebuah perumahan elite.


Kinar asik masak sambil bersenandung hingga takenydari keberadaan Anggi yang tersenyum melihat putrinya asik memasak dengan bahagia


”Eheem, kayanya ada yang bebas hari ini nih”goda Anggi mengejutkan Kinar


”Eh mama, hehehe iya ma Tante Mariska sudah kembali kerumahnya kemarin, jadi Kinar bebas deh” ucap Kinar


"Masak apa sayang, harum bnget baunya, bikin laper”ucap Anggi menghampiri putrinya


”Ikan kakap asam manis ma, kesukaan mama”


Anggi menelan liurnya melihat masakan kesukaannya membuat Kinar tersenyum


”Mama bantu ya?"


”Gak usah ma, sebentar lagi selesai” larang Kinar


”Ma, Kinar mau ngomong sesuatu”


”Ngomong apa sayang, ayo duduk disana"ajak Anggi menggandeng tangan Kinar


”Ma, Kinar mau ambil cuti beberapa waktu, Kinar mau rasain cari kerja sekalian cari pengalaman, boleh ya ma” pinta Kinar


”Gak boleh” jawab Anggi tegas


”Maaaa, Please, hanya beberapa bulan aja, Kinar janji gak akan telantarkan kuliah Kinar.


Kinar hanya lagi jenuh ma, di titik jenuh Kinar, percuma Kinar bertahan gak akan konsen juga” ucap Kinar mencari alasan.


Terlihat Anggi menatap mata Kinar mencari kebenaran dari kata-katanya


”Mama harap kamu gak lagi bohong sama mama.

__ADS_1


Sayang, mama dan papa sangat berharap kamu cepat selesai kuliah dan mengejar cita-cita kamu. mama dan papa akan berusaha membiayai kuliah kamu sampai kamu mendapatkan gelar mu, apa sekarang cita-cita kamu sudah berubah???”


”Gak akan ma, Kinar tetap konsisten kok, hanya saja Kinar memang mau rehat sejenak dari perkuliahan”


”Mama gak bisa maksa kalau itu mau kamu, tapi mama gak mau kuliah kamu berantakan nantinya jika kamu keenakan kerja, lagi pakai ijasah sekolah menengah atas kamu mau kerja jadi apa sayang?? apa kamu mau kerja di kantor papa atau kakek Bagus?? atau rumah sakit kakek Ridwan????”


”Enggak ma, pokoknya mama tenang aja, percaya sama Kinar” ucap Kinar sungguh-sungguh membuat Anggi tak bisa berbuat apa-apa


”Ya sudah kalau itu kemauan kamu, yang penting dimana pun kamu berada , kamu harus jujur dan giat, itu kunci sukses”


”Siap ma” ucap Kinar


"Sepertinya sudah matang, kita makan yu ma” ajak Kinar


”Tunggu papamu pulang sayang, papamu bilang akan pulang makan siang, tapi kok tumben sudah jam setengah satu papamu belum sampai” ucap Anggi sedikit cemas


”Macet kali ma, ditunggu aja, Kinar sholat dulu kalau begitu” ucap Kinar lalu berjalan menuju kamarnya.


Sementara Anggi berjalan menuju pintu depan menanti suaminya pulang, entah mengapa perasaan Anggi sejak pagi tidak enak, ia terus saja dah Dig duk tak tenang


Sampai satu jam kemudian Satria belum juga pulang. Kinar yang sudah selesai sholat menyusul mamanya di teras rumah, Anggi terlihat sangat cemas


"Ma, kok nunggu nya di depan begini? di dalam yuk ma panas”


”Kinar telepon papa dulu ya, mama sebaiknya masuk dulu ke dalam, cuaca sedang terik” ajak Kinar memapah tubuh Anggi yang lemas


Setelah membantu mamanya duduk, ia meraih ponselnya lalu menghubungi papa nya.


Terdengar nada sambung dan panggilan diangkat


"Selamat siang” suara Barito pria terdengar di ujung telepon


"Siang, anda siapa? dimana papa saya?” tanya Kinar


"Maaf hubungan anda dengan saudara Satria?" tanya si pria tersebut


"Saya anaknya, anda siapa? kenapa ponsel papa saya sama anda?" selidik Kinar


”Begini mba, papa anda mengalami kecelakaan lalu lintas satu jam lalu, kami baru selesai mengisi batu baterai ponsel papa anda dan baru saja di hidupkan ponselnya anda menelpon”


”Astaghfirullah, bagaimana keadaan papa saya? baik, baik, saya akan menuju kesana, terima kasih” ucap Kinar bergetar


sementara Anggi menatap bingung pada Kinar dari kejauhan.

__ADS_1


Kinar tak tahu apa Yaang harus ia lalukan, tubuhnya seolah tak bertenaga mendengar berita kecelakaan papanya, dengan langkah gontai Kinar menghampiri mamanya, bertepatan dengan pulangnya Aisya dan Rey


”Assalamu'alaikum" ucap Aisya dan Rey bersamaan


"Kalian sudah pulang, cepat cuci tangan terus langsung makan”ucap Anggi setelah kedua anaknya mencium punggung tangannya, sementara Kinar masih berdiri di tempatnya dengan wajah pucat pasi


”Loe kenapa kak? muka loe kaya zombie gitu”celetuk Aisya terkekeh melihat wajah Kinar yang pucat pasi


”Gimana sayang sudah telepon papa?" tanya Anggi kemudian


Tangis Kinar pecah, ia bingung harus bagaimana


" Ma, kita harus pergi untuk menemui papa, papa kecelakaan satu jam lalu saat akan pulang kerumah”


Jederrrrr.....


Anggi langsung menangis histeris mendengar kabar tersebut, ia bangkit namun kakinya tak mampu menopang tubuhnya, ia oleng, beruntung Reyhan dengan sigap menyangga tubuh mamanya


”Kak Kinar sama mama ayo gue antar ke rumah sakit, kak Ais lie tunggu si kembar pulang sama jaga di kecil dirumah sementara kami pergi”perintah Rey tegas


”Kenapa gue yang di rumah, gue mau lihat papa, huhuhu”isak Aisya


”loe nurut, nanti gue kabarin, ayo kak” ajak Reyhan memapah Anggi berjalan menuju mobil Kinar.


Kinar dengan patuh duduk di bangku penumpang memeluk mamanya yang menangis tersedu-sedu


Setengah jam kemudian barulah mereka sampa di rumah sakit, seorang polisi langsung menghampiri mereka dan membawa mereka menuju ruangan dimana Satria di rawat.


Polisi menjelaskan kecelakaan yang menimpa Satria pada Reyhan, sementara Anggi dan Kinar hanya bisa menangis di balik pintu kaca menatap Satria yang tak berdaya dengan selang infus dan alat bantu pernafasan terpasang di tubuhnya


”Mas, bangun mas” ratap Anggi pilu


Kinar hanya menangis tanpa suara menatap papanya


"Kinar papamu Kinar, mama takut sayang"ucap Anggi lirih menangis dalam pelukan Kinar


”Istighfar ma, Papa pasti kuat, papa pasti bisa melewati semuanya. mama harus percaya itu” hibur Kinar


Sementara Anggi terlihat rapuh dan sedang berusaha di tenangkan kakaknya, Reyhan menghubungi keluarga besarnya memberitahu keadaan Satria pada Bagus dan Ridwan


Satria mengalami pendarahan di kepalanya dan patah tulang di beberapa bagian kakinya akibat benturan yang sangat keras saat ia menghindari seorang anak yang tiba-tiba mengejar kucing peliharaannya saat Satria melintas.


Satria banting setir ke kanan jalan dan menabrak pembatas jalan hingga mobilnya masuk ke dalam sungai.

__ADS_1


tulang pahanya tergencet body mobil, kecelakaan beruntun terjadi hanya karena menghindari seorang anak kecil yang lepas dari pengawasan orangtuanya.


__ADS_2