Suami Sewaan

Suami Sewaan
Pernikahan Anggi II


__ADS_3

Anggi menggigil ketika Satria meletakkan kompres di kening Anggi.


ia berjalan menuju lemari pakaian Anggi untuk mencari baju hangat dan selimut tambahan.


Setelah itu ia menyibak selimut yang menutup tubuh Anggi dan Satria terkejut, karena di balik selimut yang Anggi gunakan, ia memakai lingerie yang amat sexy, menampakkan body Anggi yang sempurna dengan belahan dada yang membusung penuh, sementara dibawahnya Anggi memakai g-string berbentuk tali yang hanya menutupi sebagian area wanita Anggi.


Satria merasakan libido nya yang naik, buru-buru hendak menutup selimut Anggi, namun Anggi yang kedinginan malah menarik tubuh Satria, membuat Satria jatuh tepat di dada Anggi yang padat, beruntung Satria berhasil menopang tubuhnya, sehingga ia tidak jatuh menghantam tubuh Anggi, namun posisinya kini lebih berbahaya.


Anggi mendekap wajah Satria tepat di bagian dadanya sehingga bibir Satria menyentuh puncak dada Anggi.


Satria merasa panas dingin menahan gairahnya. Ia baru saja pelepasan dengan Widya, namun belum puas, Widya sudah kelelahan dan tertidur, sehingga gairah itu kini bangkit dan menggebu-gebu


"Sayang lepaskan mas" ucap Satria parau, alih-alih melepaskan, Anggi malah mengeratkan pelukannya.


Satria yang sudah tak kuasa melihat godaan di depannya, langsung menyedot pucak dada Anggi dengan rakus, membuat Anggi merintih dan mendesah penuh nafsu, mendengar itu Satria makin hilang akal, ia meninggalkan beberapa kiss mark di dada Anggi.


kini sesuatu yang tertidur sudah bangun dengan sempurna,


Anggi mendesah panjang, tanda ia sudah sampai puncak.


Satria menyentuh **** ********** Anggi yang sudah basah, lalu ia membuka celananya dan bersiap menuntaskan.

__ADS_1


Anggi menutup mata nya dan menggigit bibir nya menanti pelepasan Satria.


Namun Satria berhenti dan segera bangkit menuju kamar mandi.


terdengar air shower berbunyi.


Satria membasahi kepala dan tubuhnya untuk meredam gairahnya.


Anggi menatap nanar kepergian Satria. ia merasa sedih.


Anggi membenamkan wajahnya di bantal guling karena malu, ia merasa murahan sekali di depan Satria.


Satria keluar dari kamar Anggi hanya memakai handuk dan melihat Anggi yang menangis dari balik bantal.


Satria menghampiri Anggi, membuka bantal yang menutupi wajahnya


"Sayang maafkan mas, mas tidak bermaksud. mas harap kamu tidak berfikiran buruk tentang mas" ucap Satria mencoba merayu Anggi yang masih menutupi wajahnya dengan bantal


"Mas keluar, Anggi memang gak sesempurna Widya, sekarang mas pasti jijik kan, menganggap Anggi murahan" ucap Anggi di sela tangis nya


"Sayang sini" ucap Satria membawa Anggi dalam dekapannya

__ADS_1


"Mas Sayang kamu, mas juga sulit menjelaskannya, mas sayang kamu maupun Widya, kalian wanita yang berarti dalam hidup mas.


jangan menangis ok. mas sedikitpun tidak pernah berfikiran seperti itu. justru mas merasa salah padamu jika kita melakukannya sekarang, sebelum kita nikah.


Percayalah, mas gila jika melihatmu dengan pakaian itu" ucap Satria malu-malu"


"Jadi bukan karena mas tidak mau Anggi? "


"Laki-laki mana yang tidak menginginkanmu, mas normal tentu menginginkanmu, tapi sebagai istri dulu tentu nya" ucap Satria membelai rambut Anggi.


"Lihat lah mas sudah membuat tanda kepemilikan disana yang artinya kamu milik mas" ucap Satria menunjuk dada Anggi yang membuat Anggi malu


"Mas bagaimana jika pernikahan kita di percepat?"


"Apa kamu sebegitu inginnya menjadi nyonya Satria? "


"Huh sepertinya mas yang mau segera memakanku" ucap Anggi memanyunkan bibir nya dan Satria pun tertawa, mengacak -acak rambut Anggi


"Sepertinya obatku lebih manjur dari pada obat dokter mesum itu" ucap Satria melirik Anggi sambil memakai baju


"Masssss" teriak Anggi malu melempar bantal ke arah Satria

__ADS_1


__ADS_2