
"Setelah makan malam di luar mereka langsung pulang karena Satria sangat lelah hari ini pekerjaan numpuk.
Kini mereka sudah berada di tempat tidur bersiap untuk tidur
”Mas ,aku mau tanya sesuatu, tapi janji mas harus bicara jujur, aku akan marah lalu mas berbohong padaku”
" Mau tanya apa sayang? mas gak punya rahasia apa-apa" ucap Satria menatap istrinya lembut
”Mas, apakah kamu masih mencintai Anggi?" tanya Widya sambil membelai wajah Satria
"Sayang, pertanyaan kamu aneh gitu??, aku cintanya sama kamu sayang, Anggi masa lalu aku, kenapa kamu bertanya seperti itu? tanya Satria tidak senang
"Uhmm aku kasian aj sama Anggi, dan menurutku dia masih mencintai mas" ucap Anggi menatap lekat wajah suaminya
"Widya, Widya kamu aneh- aneh aja, dari mana kamu punya pikiran seperti itu? Aku gak akan jatuh cinta lagi sama Anggi, karena aku sudah punya istri yang cantik dan hebat seperti kamu. kamu gak salah makan kan tadi???? ucap Satria mencubit hidup mancung Widya
"Mas, aku serius"
"Mas juga serius, kamu jangan mikir yang aneh-aneh.
Anggi itu masa lalu mas, dan kamu serta anak kita masa depan mas.
jangan membahas sesuatu yang gak penting" ucap Satria mengelus puncak kepala istrinya, walau sebenarnya ada sedikit rasa kasihan di hati Satria karena melihat penderitaan Anggi, namun ia sudah berkomitmen akan mencintai Widya sehidup semati dan ia orang yang selalu memegang teguh janji itu
"Mas tahu gak??? kehidupan Anggi ternyata amat menyakitkan ya mas, aku simpatik sama dia.
Menurut aku dia sosok yang kuat, kalau aku yang mengalaminya, mungkin aku sudah bunuh diri karena tidak kuat hidup seperti itu ucap Widya menerawang jauh
"Ya begitulah sayang, masing-masing orang menjalankan lakonnya sendiri-sendiri, dan Allah sudah memberikan takarannya sesuai dengan kemampuan umatnya.
namanya roda kehidupan, kadang di bawah, kadang diatas, kadang lewat jalan licin kadang lewat jalan berbatu dan berduri.
Sebagai seseorang yang pernah jadi masa lalu nya, mas cuma berharap Anggi bisa mendapatkan suami yang baik suatu saat nanti" ucap Satria menatap langit-langit kamarnya
"Mas gak tertarik kah sama Anggi??? terlebih sekarang ia seorang janda dan sedang dalam masa terpuruknya, tentu Anggi memerlukan seseorang untuk berbagi suka dan dukanya" ucap Widya, Satria menoleh kearah Widya sekilas lalu menggeleng pelan
"Udah malam sebaiknya kamu istirahat, jangan ngomong ngelantur gak jelas.
Anggi pasti suatu saat akan bertemu jodohnya. Sekalipun Anggi janda atau masih single, mas gak akan tergoda karena sudah punya kamu.
__ADS_1
Mas cinta dan sayang sama kamu.
Love u istriku tercinta" ucap satria memajukan badannya memeluk dan mengecup lembut kening Widya
"Makasih mas, I love u too " ucap Widya senang, hatinya berbunga-bunga mendengar ucapan suaminya
mereka lalu tidur saling berpelukan seolah takut berpisah
Keesokan paginya
Widya sedang menyelesaikan sarapannya, ia baru saja bangun tidur, sementara Satria yang memasak semua menu sarapan mereka.
Setelah sarapan mereka duduk di ruang tamu menghabiskan hari dengan menonton tv, karena hari ini Satria libur kerja
Widya merebahkan tubuhnya di sofa dengan kepala diatas pangkuan Satria
"Mas apa yang akan kamu lakukan bila aku menghilang? " tanya Widya tiba-tiba
"Sayang jangan bicara yang tidak-tidak"
"Aku bertanya mas, tolong jawab jujur" tanya Widya lagi
"Yang jelas aku tak kan membiarkanmu meninggalkanku, aku akan mencari mu walau ke ujung dunia sekalipun.
Kenapa makin hari ucap mu makin aneh ngelantur ga jelas sayang???? apa kamu berniat meninggalkan mas??? kamu sama saja ingin membunuh maa”ucap Satria sambil mengelus lembut perut buncit Widya
"Apa kamu benar-benar mencintaiku mas? apakah kamu akan mengabulkan permintaanku jika aku meminta sesuatu? " tanya Widya memandang lekat suaminya
"Apapun itu, kecuali meninggalkanku" jawab Satria mantab
"Baiklah mas, aku pegang ucapan mu. makasih" Widya bangkit lalu mengecup pipi Satria
"Besok aku ada janji dengan Anggi" ucap Widya kemudian
"Lakukan apa yang kamu suka, temui Anggi, tapi ingat kamu harus jaga hati-hati anak kita, jangan terlalu lelah" Satria mengecup puncak kepala Widya lembut
"Siap bos, aku akan ingat" ucap Widya
Keesokan Harinya
__ADS_1
"Wid, kenapa gak bilang kalau mau jalan ke rumahku??? kan aku bisa menyuruh supir menjemputmu.
Kamu naik apa kesini tadi???" Anggi menyambut kedatangan Widya di depan pintu rumahnya, ia celingak-celinguk melihat ke kanan dan kiri
"Aku naik ojek online tadi, mas Satria tidak membolehkan ku naik sepeda motor, padahal menurutku itu lebih praktis" ucap Widya manyun
"Praktis menurutmu, tidak menurut mas Satria.
sudah seharusnya ia melarangmu naik sepeda motor sendiri saat hamil. Mas Satria sangat mencintaimu Wid, wajar ia khawatir padamu”
"Ia aku mengerti, tadi mas Satria antar aku ke taman, lalu setelah puas jalan-jalan aku baru kesini naik ojek online"
"Ayo kita masuk, jadi ngobrol di depan pintu" ajak Anggi
Mereka lalu menuju ke teras belakang rumah Anggi.
Widya terkesima dengan rumah Anggi yang bak istana, bahkan teras rumah belakangnya pun di tata cantik dengan beraneka bunga yang menghiasi tamannya
"Anggi, aku telah memikirkan masak-masak, dan aku mempunyai jalan keluar dari permasalahan mu" ucap Widya tiba-tiba
"Apa maksudmu?, aku gak mengerti" Anggi bingung mencoba mencerna ucapan Widya
"Beberapa waktu lalu kamu menceritakan jika mantan suamimu, mencari cara agar kamu bisa kembali padanya dan selalu mentelor mu untuk kembali padamu karena harta warisan mertuamu. Aku rasa , ada solusi dari semua itu"
"Apa kau tau solusinya??Aku harus mencari seorang laki-laki lalu menikahi nya bukan???
Widya, aku tidak bisa menikah lagi
Kondisiku saat ini tak memungkinkan, ditambah aku mengalami trauma pernikahan, Aku menjadi pesimis jika berdekatan dengan lawan jenis ku. Aku tak percaya pada laki-laki lagi.
Aku terlalu takut jika mereka akan menyakitiku seperti hal nya dengan mantan suamiku. aku sangat takut Wid, kejadian penyiksaan itu membuatku trauma yang mendalam hingga terbawa dalam mimpi.
Aku selalu di hantui mimpi buruk setiap malam" Anggi mulai menangis, pikirannya melayang mengenang penyiksaan yang di lakukan mantan suaminya
"Maafkan aku membuatmu sedih, aku tak bermaksud mengingatkanmu dengan masa lalu mu yang pahit" Widya memeluk Anggi, membelai rambutnya lembut
"Aku yang minta maaf padamu, tak seharusnya aku berprilaku seperti ini" Anggi menundukkan kepalanya, tangannya mengepal dan gemetar
"Aku tak perlu harta, aku cuma ingin tenang, bagiku uang bukan segalanya, asalkan bisa lepas dari baji**an itu aku sudah bersyukur"
__ADS_1
ucap Anggi lirih menghapus air matanya yang terus merembes keluar
"bagimu yang biasa hidup berkecukupan uang bukan segalanya, tapi bagiku, uang segalanya. semua yang ada di dunia ini berhubungan dengan uang" gumam Widya dalam hati