
Anggi dan Satria menghabiskan bulan madu mereka dengan sederhana, mereka tidak keluar dari Villa, Anggi ingin berperan sebagai istri Satria sepenuhnya tanpa embel-embel status istri sirih atau istri kedua.
Anggi yang wanita karier itu ternyata jago masak dan masakannya sanggat memanjakan perut Satria.
Anggi sangat senang suami nya itu menyukai masakannya malah tak sungkan-sungkan memuji istrinya di depan kakek putu dan istrinya, membuat hati Anggi berbunga-bunga.
Terkadang mereka hanya menikmati mataharj terbenam dengan berjalan sambil bergandengan di keindahan lembut nya pasir putih.
Mereka sangat romantis sehingga siapapun yang melihat nya sangat yakin jika mereka saling jatuh cinta satu sama lainnya.
Mereka pasangan yang sangat cocok, satunya wanita yang sangat cantik dan yang satunya lagi pria tampan.
Tatapan kedua nya penuh dengan cinta yang meluap-luap.
Putu yang melihat cucu angkatnya terlihat sangat bahagia merasa bersyukur akhirnya Anggi bisa menemukan kebahagiaannya.
Kedua pasang suami istri sepuh itu saling bergandengan tangan dan tersenyum.
Mereka walau sudab menua, namun api cinta diantara mereka tidak pernah padam.
Putu berharap Anggi dan Satria bisa seperti mereka, saling mencintai sampai menua bersama.
Keesoka paginya
Anggi bangun pagi-pagi sekali, ia memasak sarapan pagi untuk semua penghuni rumah.
Tak berapa lama semua sudah berkumpul dan langsung sarapan pagi.
Mereka membicarakan rencana hari ini, sudah tiga hari mereka di Villa ini, Putu ingin mereka menikmati bulan madu dengan suasana lain
"Sayang, kakek mu bertanya, apa kamu tidak mau berwisata ke daerah lain? mumpung kalian di Bali,.
Kakek punya sahabat yang memiliki villa indah, asri penuh bunga dan ada kolam renang yang langsung di pinggir laut.
letaknya ada di sebuah bukit, kalian bisa berenang sambil menikmati indahnya hamparan laut luas"
__ADS_1
"Anggi tergantung mas Satria nek"
"Gimana nak Satria? apa kamu mau kesana?"
Satria memandang istrinya meminta pendapat
"Bagaimana sayang? apa kamu mau? "
"Anggi terserah mas aja"
"Baiklah, kapan kita berangkat? " tanya Satria
"Tidak nak, kami tidak ikut, kalian saja yang kesana. Nikmati bulan madu kalian sebaik mungkin dan cepat beri kabar baik pada kami hehehe" ucap Putu tertawa
"Kek, kami mau kalian ikut juga, lagi pula kami tidak lama disini. Kami bisa menikmati moment berdua kami di mana saja, tapi moment dengan keluarga sendiri akan sulit"
"Benar kata mas Satria kek, nek.
Kami ingin kalian ikut juga, gak seru kan cuma berdua"
"Baiklah, kita berangkat satu jam kemudian, tidak usah bawa makanan, disana sudah disiapkan"
"Tapi Anggi tidak pernah mendengar teman kakek punya Villa?" ucap Anggi berfikir keras, karena pada dasarnya Anggi tidak pernah bertanya tentang masalah pribadi kedua kakek nenek angkatnnya ini. Anggi hanya membantu mereka untuk memiliki tempat tinggal, beruntung ia baru saja membeli tempat tinggal di daerah itu karena sebua proyek pekerjaan yang menuntut nya stay di Bali.
"Kamu kan gak pernah nanya, bagaimana tahu" ucap kakek tersenyum penuh arti.
"iya juga sih hehehe" ucap Anggi tertaaa lugu
Anggi mengenal kedua orangtua itu kala ia membeli bahan makanan di swbuah mini market dan tak sengaja melihat seorang kakek yang menutupi kepala istrinya dengan kain agar tidak kehujanan, dan kala itu nenek Ayu sedang demam dan harus kehujanan Karen ruko yang letaknya di sebelah mini market itu atapnya bolong.
Anggi menawarkan bantuan yang awalnya di tolak si kakek, namun karena melihat istrinya demam, dengan terpaksa kakek mau menerima bantuan Anggi, dan itulah awal perkenalan mereka , hingga mereka tinggal satu atap selama tiga bulan.
Ketika proyek Anggi selesai, ia menyerahkan rumah itu untuk ditinggali kedua orangtua tersebut dan Menyewa seorang pembantu yang bertugas membersihkan rumah dan memasak untuk kedua kakek nenek yang sudah Anggi anggap kakek dan neneknya sendiri.
Setelah bersiap, mereka langsung menuju Villa yang di maksud.
__ADS_1
Sampailah mereka di sebuah Villa yang sangat indah besar megah dan etnik
di gerbang terdapat ukiran khas bali dan ketika masuk mereka di sambut oleh aneka bunga Anggrek baik lokal maupun import yang berjejer rapih, memberikan aroma tersendiri, Aroma harum bunga yang menyejukkan
Disisi lain pohon bonsai yang tersusun rapih dan ada kolam yang memutari bangunan Villa.Terdapat banyak sekali ikan koi yang besar berenang hilir mudik
Anggi memandang takjub dengan pemandangan di depannya.
Putu mengajak mereka masuk kedalam dan betapa mereka sangat bersemangat.
Suasana home jugle dengan aneka pohon yang tertata apik. di tengah bangunan terdapat bagian yang kolam yang menghubungkan dengan kolam di depan bangunan villa
"Ah villa ini luar biasa cantiknya"
"Nah kita malam ini menginap disini. di sudut sana kamar tidur mu, kami di sebelah sini" ucap putu menujuk arah sebuah kamar
"Kek, kemana teman kakek yang punya villa ini? mengapa kita tidak berjumpa Dengannya?
"Uhuk uhuk," Putu terbatuk
"Itu, yang punya villa sedang jalan, jalan.
sebaiknya kalian letakkan barang kalian di kamar dan ayo melihat suasana di belakang"ucap Ayu memotong pertanyaan Anggi.
Anggi dan Satria menuju kamar mereka lalu meletakkan barang bawaan mereka dan segera mengganti baju
"Nek, Anggi mau berenang sama mas Satria" ucap Anggi manja bergelayut pada nek Ayu
"Baik, ayo nenek antar" ucap Ayu menuju bagian belakang rumah
Pemandangan indah langsung terbentang luas.
Ada meja makan yang memang di siapkan jika ingin maka di alam terbuka bertema lesehan gaya jepang dan di belakangnya terdapat kolam renang seperti di spa, lengkap dengan air panas dan kolam kecil untuk teraphy
"Nek, ini benar-benar luar biasa, amat sangat luar biasa, Villa yang... "
__ADS_1
"Hahaha sudah, sudah sana kalian nikmati kolak renang nya. nenek ada kepeluan sama kakek" ucap Ayu hendak meninggalkan mereka namun ia termangu diam dengan wajah pucat seperti melihat setan