
”Kek , bagaimana penampilanku? dasi ku bagaimana kek? Apa Anggi sudah selesai di rias? mengapa dia lama sekali?”cerocos Satria tak henti-hentinya menyeka keringat yang menetes di dahinya sambil melirik jam yang melingkar di tangan kirinya
alih-alih menjawab, Putu hanya menggeleng pelan melihat kelakuan cucunya itu.
”Mengapa Anggi lama sekali” gumam Satria pelan
”Apa kau masih amnesia?ini bukan pernikahan pertamamu dan Anggi bukan mempelai pertamamu. tenanglah. apakah kamu harus setegang ini jika ini bukan kali pertama kau menikah dan menikah dengan wanita yang sama"ucap Putu menahan tawa, membuat wajah memerah karena malu
Harus ia akui ini memang bukan pernikahan pertamanya, namun entah mengapa ia merasa sangat gugup sehingga bersikap bodoh seperti tadi, membuat kakek dan om nya menertawakan kebodohannya.
”Shit kenapa gue jadi nervous begini ya, Satria bikin malu aja loe” gerutu Satria dalam hati
Penghulu yang mendengar hanya tersenyum simpul,
Tak lama kemudian Anggi keluar di iringi oleh Ayu, Prapti, dan istri Ridwan, Irine
Anggi mengenakan kebaya modern berwarna broken white dengan pakaian kebaya adat Sunda, terlihat sangat. cantik dan berwibawa , bak seorang putri raja
Satria tak berkedip memandang wanita yang paling iya cintai itu, kecantikannya, kebaikan hatinya membuat Satria jatuh cinta lagi dan lagi
”Lap tuh Iler, bikin malu aja”bisik Bagus menggoda keponakannya yang melongo karena terpesona oleh kecantikan Anggi.
Satria hanya mendengus kesal lalu mengalihkan pandangannya.
Sementara Anggi hanya menunduk malu.
Acara ijab qobul pun di mulai, semua hikmat mengikuti acara akad nikah itu
”Satria Adiputro bin almarhum Anjar Adiputro, saya nikahkan, saya kawinkan engkau yang perwaliannya di serahkan pada saya, dengan Anggi Larasati binti almarhum Handoko setiawan dengan mas kawin tersebut diatas Tunai”
"Saya terima nikah dan kawinnya Anggi Larasati binti almarhum Handoko setiawan dengan mas kawin tersebut diatas” ucap Satria lantang
”Bagaimana saksi????” tanya penghulu
”Sah, sah ,sah” teriak saksi dan para tamu undangan
”Alhamdulillah” Penghulu lalu membacakan doa sesudah menikah dan sedikit wejangan untuk kedua mempelai.
Setelah acara ijab qobul selesai, Anggi dan Satria lalu menerima ucapan selamat dari kakek dan nenek serta Ridwan dan Bagus serta irine dan Prapti.
Tak lupa Brams dan istrinya Kanza juga datang
__ADS_1
Hari ini adalah hari paling bahagia bagi Satria dan Anggi, hari dimana mereka dipersatukan kembali dalam ikatan pernikahan, kali ini bukan hanya secara agama namun juga secara hukum.
Kini Anggi sudah sah menjadi nyonya Satria Adiputro
Kinar berjalan mendekati kedua orangtuanya dan menggenggam tangan papa dan mamanya, sementara Aisya yang berada di gendongan Prapti seolah tak mau kalah membentangkan tangannya, meminta di gendong oleh Satria.
Anggi tak henti-hentinya tersenyum bahagia, kini ia memiliki keluarga lengkap dan suami yang akan selalu melindungi dan menemaninya
Setelah acara ijab qobul selesai, acara di lanjutkan resepsi yang di gelar sederhana saja, hanya beberapa rekan bisnis yang diundang.
Beberapa jam kemudian...
Anggi dan Satria tidak pulang kerumah, Putu sengaja menyewakan sebuah kamar yang ia persiapkan khusu untuk cucu nya tersebut. sedangkan Kinar dan Aisya dalam pengawasan Prapti, sehingga mau tak mau mereka menuruti kemauan Putu
Anggi merebahkan tubuhnya di kasur yang bertabur kelopak bunga mawar merah dengan beberapa kuntum bunga yang di bentuk di tengah-tengan tempat tidur.
Tubuhnya terasa sangat lelah setelah seharian banyak berdiri menerima tamu undangan yang mengucapkan selamat.
”Mas, apa gak sebaiknya kita pulang saja kerumah? anak-anak pasti mencari kita”ucap Anggi langsung duduk di pinggiran tempat tidur karena teringat putri kecil mereka
”Prapti sudah mengatakan pada mas tidak perlu khawatir, ia hanya ingin kita setelah dari sini membawa adik untuk Aisya dan Kinar”Ucao Satria tersenyum
”Mas aku tak tenang mereka pasti membutuhkanku”ucap Anggi membuat Satria tak senang
”Itu mah maunya kamu, pakai alasan kakek segala” gerutu Anggi memajukan bibirnya kesal
” kan mas sudah bilang, mas akan maafin kamu kalau kita buat adek untuk Kinar dan Aisya”
”Mas, kok masih bahas itu sih?”protes Anggi tak senang.
Anggi berfikir Satria sudah melupakan janji yang ia buat dengannya, nyatanya Satria malah menjadikan janji nya sebagai senjata memojokkan Anggi
Satria tersenyum penuh kemenangan melihat istrinya yang tak berkutik jika di singgung masalah janjinya tempo hari
”Aku mau mandi”ucap Anggi kesal lalu berjalan menuju kamar mandi, namun tak lama kemudian, terdengar suara Anggi memanggil namanya
”Masss, mas Satria” teriak Anggi dari dalam kamar mandi
Satria hanya tersenyum, Anggi karena marah lupa membuka pakaian yang ia kenakan saat resepsi, mustahil Anggi bisa membukanya sendiri tanpa bantuannya
Senyum jahil Satria merekah, ia berjalan sambil bersiul menuju kamar mandi
__ADS_1
”Ada apa??? apa kamu mau aku mandikan? apa minta temani?” goda Satria mengedipkan matanya genit.
dengan geram Anggi melempar handuk yang berada di sampingnya kearah Satria.
Dengan sigap Satria menangkapnya dan membawa keluar handuk itu
”Maaaasss, ih nyebelin, bantu aku buka pakaian ini sungguh menyiksaku” ucap Anggi memasang wajah memelas karena percuma ia menghindar, ia sangat tahu suaminya itu sungguh menyebalkan
Satria hanya mengangguk, lalu membantu Anggi membukakan pakaiannya,setelah itu Anggi mengusirnya dari kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, terdengar lagi Anggi memanggilnya, Anggi lupa jika Satria sengaja membawa keluar handuk yang ia lempar sebelumnya
Dengan santai Satria kembali masuk ke kamar mandi dengan wajah lugu, pura-pura tak tahu
”Mas, handuk” ucap Anggi bersembunyi di balik pintu
Satria menyerahkan handuknya, lalu tak lama Anggi keluar , baru beberapa langkah Anggi berjalan, Satria langsung membopongnya membuat Anggi terkejut dan memukul-mukul Satria
”Kamu terus saja menggodaku, sekarang terima akibatnya”bisik Satria pelan, lalu meletakkan Anggi dalam bathtub dan ia ikut masuk kedalamnya dan acara berlanjut dengan penuntasan sesuatu yang tertunda.
Satria melakukan pelepasan di kamar mandi hingga di tempat tidur, hingga Anggi tak bertenaga dan tertidur hingga pagi menjelang.
Keesokan paginya Anggi bangun dengan tubuh sakit karena perbuatan Satria semalam, mereka lalu langsung menuju tempat bulan madu selama dua Minggu meninggalkan anak-anak mereka.
Satu bulan kemudian, Anggi mengandung anak keduanya, ia mengalami mual muntah parah sehingga Satria sering bergadang karena Anggi kesulitan tidur dan hanya akan muntah saat matahari terbenam, berbeda dengan ibu-ibu hamil pada umumnya yang akan mengalami morning sick di pagi hari.
Beruntungnya Anggi kini bisa merasakan dimanja, di sayang, di perhatikan oleh suami tercinta. ia sangat bahagia Satria sosok suami siaga yang selalu siap jika di perlukan, termasuk jika Anggi ngidam makanan, subuh dini hari pun Satria akan berusaha mendapatkan apa yang diinginkan Anggi.
beberapa bulan kemudian lahirlah anak mereka yang kedua mereka, seorang anak laki-laki yang di beri nama Rayhan.
”Alhamdulillah sayang, kita sudah punya jagoan, tapi kurang satu lagi, bagaimana jika kita buat lagi???” ucap Satria tanpa rasa bersalah membuat Anggi kesal setengah mati.
Bagaimana bisa Satria berbicara tanpa berfikir, Anggi masih merasakan sakitnya persalinan dan suaminya dengan entengnya berkata mau nambah anak lagi
Anggi mencubit Satria dengan gemas, membuat Satria berteriak kencang
”Aduh” teriak Satria tertahan, sementara Anggi melotot kearah Satria
”Kenapa kamu ???” tanya Putu dan Ayu menghampiri cucunya
”Ini kek, masa Anggi mau nambah anak lagi, aku bilang nunggu Reyhan besar , eh Anggi ya gak mau kek”ucap Satria asal, memutar balikkan fakta membuat Anggi makin melotot marah , wajahnya merah merona menahan marah dan malu.
__ADS_1
”Mas Satriaaaaaa”teriaknya kesal
Sementara Satria berlari kecil meninggalkannya, ia tertawa cekikikan, membuat Putu hanya bisa menggeleng melihat kekonyolan cucu nya itu