Suami Sewaan

Suami Sewaan
Operasi


__ADS_3

Semua wajah cemas, Anggi dan ayu terus saja menangis, sementara Aisya sudah di bawa pulang kerumah Anggi beserta baby sitter yang merawatnya


"Mas, kamu harus kuat mas, aku disini dengan anakmu mas, kamu harus lihat betapa cantiknya anak kita.


Aku janji tidak akan pergi lagi menghindarimu, jika memang kita harus berpisah, maka kita akan berpisah secara baik-baik, demi anak kita" ucap Anggi dalam hati


"Putu berjalan mondar -mandir, wajahnya terlihat sangat tegang, sesekali ia melirik istrinya dan Anggi yang menangis saling berpelukan


"Ridwan tolong bawa mamamu, papa takut ia kelelahan" ucap Putu pada putranya


"Ma, ayo kita pulang duly, nanti papa akan mengabarkan perkembangan Satria" ucap Ridwan lembut


"Mama tidak mau kemana-mana, mama mau lihat cucu mama" ucap Ayu bersikeras


" Ma pulanglah dengan Anggi dan Irine, biar papa yang jaga cucu kita.


Bagus akan datang sebentar lagi, jadi lebih baik mama istirahat" bujuk Putu pada istrinya


"Gak, jangan paksa mama pergi, mama akan tetap disini, papa suka atau tidak" ucap Ayu tegas


"Aku juga kek, aku mau lihat mas Satria, tolong jangan paksa aku untuk pulang" ucap Anggi tak mau kalah


Putu hanya menggelengkan kepala, iaeminta Ridwan membelikan makanan dan minuman hangat untuk mereka, karena operasi Satria pastinya membutuhkan waktu yang lama


Bagus terlihat berjalan tergesa-gesa menghampiri mereka di ruang tunggu


"Assalamu'alaikum, maaf pa, ma bagus terlambat datang" ucap Bagus dengan nafas tersengal-sengal menciun kedua tangan orangtuanya


"Tak apa nak, kami mengerti"


"Bagaimana kondisi Satria pa? maaf Bagus lalai menjaganya" ucap Bagus merasa bersalah


"Nak, ponakanmu lelaki dewasa, kamu tidak perlu merasa bersalah" ucap Putu menepuk punggung putranya


"Sekarang Satria sedang di operasi, kita hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik untuk kesembuhan Satria" Ucap Putu menambahkan


Tiga Jam sudab berlalu, namun pintu ruang operasi belum juga terbuka, semua keluarga sudab terlihat lelah, mata mereka sembab karena terlalu banyak menangis


Tak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka, bebepa dokter yang mengoperasi Satria keluar


Putu segera menghampiri dokter tersebut dan menanyakan keadaan Satria


"Bagaimana keadaan cucu saya dok? " tanya Putu

__ADS_1


"Keadaan pasien masih belum stabil, namun operasinya berjalan dengan baik, kita sama-sama berdoa ya pak" ucap Dokter tersebut lalu pamit pergi


Satria masih dalam ruang pemulihan pasca operasi, Setengah jam kemudian Suster mendorong Satria yang masih memejamkan mata menuju ruang perawatan khusus atau ICU


Setelah Suster dan dokter memeriksa kembalu kondisi Satrua, satu persatu pihak keluarga di perkenankan masuk, namun bergiliran.


Wajah mereka terlihat masih tegang, namun ada sedikit kelegaan karena operasi berjalan dengan lancar, sehingga Satria sudab melewati masa keritisnya, hingga menunggu pemulihan saja


Anggi menatap Satria pilu, ia menangis, namun air matanya sudah habis terkuras, memandang Satria dari balik dinding kaca


"Kalian semua lebih baik kembali, biarkan Saya yang akan menjaga mereka" ucap Bagus


"Baiklah nak, kami percayakan padamu, jika kabari setiap perkembangan Satria, papa akan kembali bersama mamamu dan Anggi serta Irine" ucap Putu


Anggi dan Ayu sebenarnya enggan pulang, namun Putu mengancam akan melarang mereka menjenguk keesokan harinya jika mereka tidak mau mendengar perkataannya, akhirnya dengan berat hati mereja kembali ke rumah Anggi


#####


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka sampai, jam sudah menunjukkan pukul dua duni hari


Anggi berdiri sejenak menatap rumah yang sudah ia tinggalkan setahun lebih.


Partie membukakan pintu untuk mereka dan langsung mendekap Anggi sambil menangis


"Alhamdulillah baik, kamu baik-baik aja kan? " tanya Anggi yang di jawab anggukan kecil Prapti


"Mba istirahat aja, Aisya sudah tidur di kamar mba, tadi kami langsung pindahkan box yang berada di kamar mba Widya karena urgent"


"Iya gak apa-apa Praptu, saya istirahat dulu ya?, kek, nek, Irine, Anggi istirahat duluan" ucap Anggi lalu melangkah masuk ke kamarnya


Sementara Putu dan Ayu juga Irine mereka menuju kamar masing-masing


Keesokan harinya


Anggi sudah bersiap untuk menjenguk Satria, Ia juga membawakan sarapan untuk Ridwan dan Bagus yang menunggu Satria di rumah sakit.


Sementara Putu dan Ayu memutuskan siang nanti mereka baru kerumah sakit sekalian membawa makan untuk mereka


Sedangkan dokter Irine memilih kembalu kerumahnya karena sudah lama ia tak pulang kerumah kedua orangtuanya


Anggi memilih membawa mobil sendiri, ia mempersiapkan semya yang di perlukan termasuk handuk dan bajy ganti untuk Satria.


Sebelum Anggi pergi, ia juga sudah menyimpan beberapa stock Asi untuk Aisya putri kecilnya karena ia tidak mau memberikan Aisya kecil susu formula, ia bertekad memberikan Asi ekslusive untuk anaknya tersebut

__ADS_1


Anggi memarkirkan kendaraannya, ia lalu bergegas menuju ruangan di mana Satria di rawat.


Sesampainya di sana, ia melihat Ridwan tertidur di ruang tunggu pasien ICU, sementara Bagus sedang duduk di dalam.


Anggi menggetuk dinding kaca, lalu keluarlah Bagus, Anggi segera menyerahkan makanan dan kopi hangat yang ia beli tadi di cafetaria yang berada di lantai dasar


Anggi memakai pakaian streril lalu masuk menemui Satria


"Mas, ini Anggi, mas cepat sembuh ya?


Mas belum bertemu anak kita, dia perempuan mas, cantik dengan lesung pipi dan hidung yang mancung sepertimu.


Namanya Aisya, ia bayi yang sehat dan lincah, mas harus sembuh, mas harus melihat Aisya tumbuh " ucap Anggie sambil menghapus air matanya


"Mas harus sehat ya? kita rawat anak kita bersama-sama, Anggi mohon mas, buka mata mas" ucap Anggi sesegukan


Setelah mengeluarkan unek-unek hatinya, Anggi keluar, ia melihat Bagus dan Ridwan sedang makan, Anggi memilih berdiri memandang Satria dari kejauhan


Tiba-tiba seorang Suster datang menghampiri Anggi


"Mba maaf, saya mau menyampaikan sesuatu, saat pak Satria kecelakaan, ia datang bersama seorang wanita dan menurut keterangan Polisi di tempat kejadian perkara, pak Satria sedang mengejar wanita itu dan pak Satria tertabrak mobil.


Wanita itu ikut dalam Ambulance dan tiba-tiba pingsan karena pendarahan hebat, kini pasien wanita itu sedang kritis, dokter ingin bertemu dengan pihak keluarganya, namun kami tidak menemukan tanda pengenal apapun pada wanita itu" ucap suster


"Baik sus, bawa saya kesana" ucap Anggi mengikuti suster tersebut, Ridwan yang melihat Anggi pergi, mengikutinya dari belakang


Suster membawa Angginke sebuah ruangan ICU yang taj jauh dari tempat di mana Satria di rawat, dan matanya membulat sempurna melihat wanita yang terbaring tak berdaya di dalam ruang ICU tersebut adalah Widya, istri pertama Satria.


Walau banyak yang berubah daru Widya, Anggi masih bisa mengenali Widya dengan baik.


"Mba Widya??" pekik Anggi langsung menghampiri Widya yang


"Karena mba mengenal pasien, apa mba punya ikatan keluarga dengan pasien? " tanya si suster


"Di,, dia kakak angkat saya" ucap Anggi


"Baiklah mba, saya akan mengantar andaememui dokter Krisno, beliau dokter yang menangani kakak anda" ucapnya suster lalu mengantar Anggi menemui dokter Krisno


"Aku akan ikut denganmu"ucap Ridwan tahu-tahu sudah berada di sebelah Anggi


"Kak Ridwan? " ucap Anggi terkejut


"Ayo" ajak Ridwan, mereka berjalan menuju ruangan dokter Krisno

__ADS_1


__ADS_2