
"Mas, aku serius, kalian butuh waktu berdua, pergilah bulan madu, dan bawakan aku kabar gembira setelah kalian pulang nanti" ucap Widya tersenyum lebar
"Sayang, aku tak tega meninggalkanmu di usia kandunganmu yang sudah besar ini, aku bisa bulan madu nanti-nanti setelah kamu melahirkan" ucap Satria menggenggam tangan Widya.
"Mas, aku bisa jaga diri, kan sudah aku bilang kalau persalinan ku masih lama, masih 3 minggu lagi mas"
"Aku harus bisa meyakinkan mas Satria untuk honeymoon, waktu ku tak banyak" gumam Widya dalam hati
"Apa kamu yakin? Aku.. " Satrua ragu, Widya meletakkan jari telunjuknya di bibir Satria, ia tak ingin di bantah
"Mba, aku setuju dengan mas Satria, kami akan honeymoon setelah mba lahiran" timpal Anggi.
"Anggi, aku mau lihat kamu bahagia, lagi pula ada Prapti yang mengurusku di rumah"
"Tapi mba? "
Widya menggeleng sambil tersenyum
"Jika mau mu begitu, mas nurut, tapu kalau ada apa-apa kabarin ya" ucap Satria mengecup kening Widya.
Satria berangkat ke kantor dengan di antar istri-istri tercinta nya sampai depan pintu.
"Alhamdulillah ya Allah, Akhirnya aku bisa melindungi Anggi.
semoga aku bisa bertindak adil dan bisa membahagiakan kedua wanita yang ku cintai, menuntun dan membimbing mereka menuju ridho sang pencipta.
Mobil Satria sudah menjauh, Anggi menuntun Widya masuk kedalam kamar nya.
setelah itu ia menuju ruang kerja.
Semenjak empat bulan lalu, Anggi tidak pernah ke kantor, ia hanya mengontrol semua pekerjaan bawahannya dari rumah karena semua pekerjaan kantor sudah di handle oleh
__ADS_1
Bagas.
Anggi di kantor hanya sebagai kosultan kuliner, tak ada yang tahu bahwa sebenarnya Anggi lah pemilik sah perusahaan yang bergerak di bisnis kuliner dan memiliki beberapa tempat makan, coffee shop dan distributor barang-barang food and beverage.
Anggi menatap angka-angka di depan laptopnya, pagi ini Bagas mengirimkan laporan keuangan pada Anggi.
Anggi baru membuka nya setelah Satria berangkat kerja.
Anggi bukan tidak mau memberitahukan prihal usaha nya, namun ia hanya menunggu waktu yang pas.
Anggi meraih ponselnya lalu mengetik pesan singkat pada Tommy, asisten pribadi nya
"Tom, siapkan dua ticket bulan madu, aku mau tempat yang romantis namun tidak ramai. suamiku tidak begitu suka keramaian.
Kamu atur tempatnya dan kabari aku secepatnya ya. makasih"
Tommy : "Siap mba Anggi, asik honey moon nih ye, semoga dapat baby ya sepulangnya.
jangan kasih kendor xixixi
"Sial si Tomy pikirannya" gerutu Anggi membaca pesan singkat Tommy
"Sudah bosan kerja ya?? "
Tommy :"Waaaaa, kabur wkwkkw"
Anggi tersenyum menatap layar ponselnya, ia sangat beruntung memiliki Tommy sebagai asisten nya, selain pekerja keras, loyal. Tommy juga humoris, sehingga Anggi kerap terhibur oleh celotehannya.
Beberapa saat kemudian, sebuah email masuk . Anggi memeriksa Email yang ternyata dari Tommy
Tommy mengirimi nya beberapa brosur paket honeymoon di tepi pantai yang private.
__ADS_1
"Tommy memang tahu seleraku" gumam Anggi menatap brosur paket wisata di depannya lalu tersenyum lebar.
Anggi berjalan menuju ruang kerja nya dan berpapasan dengan Widya yang terlihat berpakaian rapih
"Loh mba, mba Widya mau kemana? kenapa tadi gak bareng sama mas Satria aja, kan dia bisa antar mba sekalian ngantor"
"Oh anu, mba mau beli beberapa keperluan, sekalian ada janji sama teman"
"Oh ya udah, biar bang Jaka yang antar ya mba, ha hati-hati di jalan.
Sebentar... " Anggi berjalan ke kamar nya dan tak lama kemudian ia membawa sebuah kunci mobil
"Ini mba, bawa mobil ini. minta bang Jaka yang supirin, mba biar nyaman duduk aja.
Mulai hari ini, mobil itu punya mba Widya, sebagai kado dari aku"
"Kado? "
"Maaf ya mba aku gak tahu kalu kemarin hari ulang tahun mba, jadi ini kado buat mba Widya dari aku"
"Anggi, mba gak bisa nerima nya"
"Apa karena mobil bekas? apa mba mau yang bari, sebutkan aja nanti Anggi belikan"
"Bukan gitu, mba gak pantas dapat hadiah yang mahal gitu, cukup traktir mba makan bakso aja sudab cukup"
"Mba Widya sudah aku anggap kakak ku sendiri, jadi jangan pandang nilai nya, tapi niat nya.
Mobil itu dari beli gak aku pakai, sayang kan.
lebih baik buat mba aja, bisa buat mondar mandir mba kalau mau pergi ke luar, please mba mau ya? "
__ADS_1
Widya nampak bingung, ia merasa tak enak hati. Anggi terlalu baik padanya
"