Suami Sewaan

Suami Sewaan
Dia Anakku


__ADS_3

Satria yang tak sengaja mendengar bahwa Anggi di rumah sakit, ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Anggi, ia sebenarnya masih sangat kecewa dan marah dengan Anggi, namun tak bisa di pungkiri, ia merindukan sosok wanita itu.


”Dimana Anggi kak?” tanya Satria pada Bagus, namun Bagus malah menengok ke arah Putu dan Ridwan.


Putu maupun Ridwan saling pandang dan terdiam


”Kek apa yang terjadi dengan Anggi, dimana dia?? katakan kek !!!!!” ucap Satria menekan kalimatnya


"Anggi ....” Ridwan menatap papa nya seolah meminta izin dan Putu pun mengangguk samar, memberi izin pada Ridwan


”Anggi memang sedang di rumah sakit ini, namun ia berada di ruangan lain”ucap Ridwan kembali terdiam


"Apa terjadi sesuatu pada Anggi kak? aku mau lihat Anggi, biarkan aku menemuinya kek, kak Ridwan.


Tunjukkan dimana , di kamar mana dia di rawat” cerocos Satria tak sabaran


”Anggi tidak sedang di rawat, kamu tak perlu khawatir”ucap Putu pelan


”Lalu, untuk apa dia disini? apa yang dia lakukan?”tanya Satria bingung


”Uhm, dia sedang menunggui seseorang”ucap Ridwan lirih


Ridwan hanya tak ingin mengatakan yang sebenarnya, ia khawatir mood Satria akan berubah dan membuatnya tertekan kembali


”Siapa yang Anggi tungguin, jangan katakan jika itu Aisya, anakku”


”Bukan, bukan Aisya” jawab Ridwan


”Apa itu Kinar?” tebak Satria karena Ridwan langsung terdiam, ia merasa tebakannya benar.


Ada rasa sedih yang tak bisa ia ungkapkan, perasaannya bergejolak


Putu dan Ridwan saling melempar pandangan, mereka lalu menatap Satria yang menutup wajahnya frustasi.


Kenyataan tentang latar belakang Kinar membuat semua keluarga memaklumi sikap Satri, mereka tak sepenuhnya menyalahkan Satria akan kelakuannya, namun hanya menyayangkan semua terbongkar saat Satria belum mendapatkan memorinya kembali


”Kakek akan meninggalkanmu sebentar, nenekmu pasti sudah lelah seharian menunggui Kinar”ucap Putu ingin pergi keruangan Kinar


"Bawa, bawa aku”ucap Satria lirih, membuat Putu menghentikan langkahnya dan menatapnya tak percaya, memastikan kalimat yang keluar dari mulut cucunya tersebut


”Aku ingin menjenguk anak itu”ucap Satria singkat


Putu lalu meminta Ridwan menyiapkan kursi roda untuk cucunya.

__ADS_1


Awalnya Satria menolak, namun Putu malah mengancam tidak akan membawanya menemui Kinar jika Satria masih keras kepala.


Saat ini memang kondisi Satria sudah stabil, ia juga sudah tak mengalami sakit kepala, namun Putu tidak mau ambil resiko jika Satria jatuh


Mereka bertiga lalu menuju kamar rawat Kinar.


Sementara di ruangan rawat Kinar, Anggi masih terjaga, memegang erat tangan Kinar, sedang Ayu sudah tertidur di kursi tunggu, terlihat wajah letih Ayu, membuat Anggi merasa bersalah.


Anggi berjalan menuju bangku, menyelimuti tubuh lalu Ayu.


Barru saja ingin melangkah, pintu kamar di ketuk lalu masuklah kakeknya, senyum Anggi mengembang, namun tiba-tiba hilang saat melihat orang yang berada di belakang Putu, wajah Anggi langsung pucat pasi seolah baru saja melihat setan


”Ma,,mas Satria? "sapa Anggi lirih


”uhm” gumam Satria tanpa niat membalas, ia meminta Ridwan mendorongnya mendekat ke tempat tidur Kinar


Anggi makin pucat, dengan bergetar ia berkata


”Maafkan aku mas, tapi anak itu tidak bersalah, jika kamu mau marah, maka marahlah padaku, aku mohon jangan benci Kinar”rengek Anggi mulai menangis


Satria hanya diam, menatap tak suka pada Anggi.


Ia tak akan bis membenci Anggi, namun saat ini ia masih kecewa dengan Anggi, ditambah pemikiran Anggi yg picik, membuatnya makin kesal


Kini tinggal Anggi dan Satria serta Kinar dalam ruangan tersebut, karena Ridwan memilih keluar dan meneruskan pekerjaannya.


Ia sudah meminta suster mengabarkan dirinya jika terjadi sesuatu pada pasien di kamar itu ataupun pada Satria.


Susana menjadi mencekam karena Satria hanya memandang Anggi tanpa niat untuk menjawab pertanyaan Anggi


”Aku hanya datang untuk menjenguk Kinar, masalah lainnya kita akan bahas nanti, namun aku bukan berarti sudah memaafkan kesalahanmu, kesalahanmu terlalu besar padaku, dan aku masih belum bisa menerima semua itu begitu saja”ucap Satria lalu menghela nafas panjang


”Aku tahu mas, maafkan aku”


"Sebaiknya kamu simpan kata maaf mu , jangan mudah mengatakan maaf karena semudah itu pula kamu akan mengulangnya lagi.” ucap Satria dingin.


Jika Satria mau jujur, ia mungkin akan menerima Akibat jika saja Anggi tak membohonginya dengan kebohongan-kebohongan lainnya, jika mengingat Surat perjanjian itu darahnya mendidih hingga serasa bisa meledakkan emosinya


Satria mengacuhkan. Anggi, ia berjalan mendekati ranjang Kinar, lalu duduk di samping Kinar.


Satria hanya menatap Kinar dalam diam, sementara Anggi mengawasi mereka dari jauh


”aku tak bisa pungkiri jika aku sangat menyayangi anak ini, perasaanku seolah tak bisa goyah walau kini ku tahu dia bukan anakku.

__ADS_1


Jauh di dalam hatiku kamu anakku, Kinar” gumam Satria dalam hati sambil menatap lekat Kinar


"Papa, papa jangan pergi pa, papa.


Maafin Kinar pa, papa” ucap Kinar mengigau


Namun matanya masih terpejam dengan air mata menetes di pipinya yang chubby


Hati Satria terenyuh melihat pemandangan di depannya, anak ini sakit karena dirinya.


Betapa egoisnya ia.


Satria nampak ragu-ragu mengulurkan tangannya ingin membelai Kinar, menghapus air mata di pipi Kinar


”Papa Kinar kangen”ucapnya lagi


”Deg” Jantung Satria seakan berdetak, ia juga merasakan hal yang sama, sangat merindukan anak ini


Akhirnya Satria mengulurkan tangannya, membelai rambut Kinar, sementara tangan satunya menggenggam erat tangan Kinar


”Maafkan papa nak, maafkan papa”isak Satria tertahan


membuat Kinar terbangun dan menatap Satria dengan mata berbinar


”Papaaaaaa”teriaknya senang, ia langsung bangun dan memeluk Satria erat


Satria membalas pelukan Kinar dengan perasaan bahagia


”Maafkan papa ya nak”ucap Satria lirih


”Kinar janji gak akan nakal lagi, jaga mama dan dedek Aisya , tapi papa jangan pergi lagi” Rajuk Kinar


”Papa gak marah sama kau, papi gak akan pergi sayang, papa akan ada untuk kamu dan dedek Aisya” ucap Satria menghapus air matanya


Jika Kinar bukan anaknya, memang mengapa????


Satria sudah terlanjut jatuh hati pada gadis kecil ini


Bagaimanapun latar belakang Kinar, anak ini adalah tanggung jawab Satria


Anggi yang menyaksikan mereka ikut menangis, ia sudah bisa sedikit lega karena Satria bisa menerima Kinar.


Kini tinggal nasib rumah tangganya, karena tak bisa di pungkiri jika Satria masih sangat marah padanya

__ADS_1


__ADS_2