Suami Sewaan

Suami Sewaan
Perawatan III


__ADS_3

Satria membawa Brian ke kamar Anggi


Mereka membuka pintu kamar Anggi, nampak sesosok wanita putih bersih tertidur dengan posisi telungkup, tubuhnya tanpa busana hanya selulimut yang menutupi pinggang dan kakinya


Wajah Anggi terlihat pucat namun tak mengurangi kecantikannya, ia terlihat tertidur pulas selepas Tinah memberikanya obat.


Bian menatap tak berkedip ke arah Anggi, ia bisa melihat dengan jelas jika sosok yang tertidur itu adalah wanita yang sangat cantik dengan body yang aduhai, walau kini tubuh mulusnya di penuhi luka


Satria menatap sahabatnya lalu mengertukan dahinya.


Ia melihat Brian yang terkesimak menatap Anggi, dihatinya ada rasa tak nyaman.


Ia tidak suka melihat Brian menatal mantan kekasihnya tersebut dengan pandangan memuja, Satria merasa cemburu dan Widya bisa menangkap kilatan kecemburuan itu


"Gila Satria punya istri sama mantan cakep-cakep banget, pake ilmu apa dia sampe punya mantan dan istri cakep gini, mana mereka akur lagi.


Biasa-bisa Satria punya istri dua kalau keadaanya seperti ini.


Apesnya jiwa jomblo gue meronta liat Satria yang hokky gini" gumam Brian dalam hati


"Bro, ayo masuk" Ajak Satria menyadarkan Brian


"Oh ya, sorry" ucap Brian menyadari kesalahannya.


Widya mendekatk Anggi, menepuk pipinga lembut.


Anggi perlahan membuka matanya dan melihat seseorang yang asing berada diantara Satria dan Widya

__ADS_1


"Anggi bangun, dokter Brian sudah datang" bisik Widya


"Anggi ini dokter yang aku ceritakan.


Brian ini Anggi


Anggi ini dokter Brian" ucap Satria memperkenalkan mereka


"Terima kasih dokter sudah mau datang memeriksa saya" ucap Anggi ketika berjabat tangan


"Dengan senang hati, terlebih Satria adalah sahabat saya, teman Satria teman saya juga.


Baiklah saya akan memeriksa keadaan kamu" ucap Dokter Brian langsung membuka tasny


Anggi sesekali meringis kesakitan ketika Brian menyentuh luka di punggungnya"


Namun kita harus membawanya ke rumah sakit"


"Apa tidak bisa di rawat dirumah saja dok?" tanya Anggi memelas


"Uhm jika melihat kondisinya seperti ini, sebagai dokter saya menyarankan yang terbaik, namun jika kamu memaksa di rawat dirumah, saya harus memastikan kamu dirawat dengan baik, saya akan merekomendasikan seorang suster yang akan merawat dan membersihkan luka di punggungmu"


"Bro, bisa kita bicara berdua" ucap Satria


Lalu dokter Brian memgikuti Satria yang keluar dari kamar Anggi.


setelah mereka agak jauh dari kamar Anggi Satria mulai berbicara

__ADS_1


"Gini bro, sebelumnya loe kan tanya kenapa gue mau loe periksa Anggi, dibandingkan gue bawa kerumah sakit"


Satria lalu mulai menceritakan kronologis kejadian yang menimpa Anggi dari awal. sampai. Akhir dan alasan Anggi menolak di bawa kerumah sakit, walau kondisinya sangat memprihatinkan


"Jadi begitu bro kejadiannya"


"Gue jadi emosi denger semua itu, gue harus lalukan visum dan kumpulkan bukti, biar suatu saat jika kalian bukti otentik tentang tindak kekerasan baji**an itu dia gak bisa mengelak. kita harus pastikan manusia keji itu mendapat ganjaran yang setimpal"


"Gue sama Widya juga berfikiran yang sama, gue gak akan biarin baji**an itu bebas.


Tapi bro untuk sekarang ini focus gue cuma kesembuhan Anggi, gue mohon loe mau bantu gue"


"Gue pasti bantu loe bro, jangan kwatir.


Gue akan merawat Anggi sampaj sembuh dan rahasia aman di tangan gue.


loe adalah sahabat gue, gue pasti akan nolong sembuhin Anggi semaksimal mungkin.


gelar gue sebagai jaminannya" ucap Dokter Brian menepuk bahu sahabatnya.


mereka lalu berpelukan berjabat tangan


"Thanks bro" ucap Satria penuh rasa syukur.


ia lega karena kini Anggi dapat perawatan dari ahlinya langsung.


"bagaimanapun caranya gue harus melindungi Anggi, itu janji yang gue ucapin sama Almarhum papa Anggi" ucap Satria dalam hati

__ADS_1


__ADS_2