
Ridwan mendorong kursi roda masuk ke dalam ruang perawatan, nampak wajah mamanya yang pucat masih menyunggingkan senyum bahagia melihat belahan jiwanya di dorong masuk oleh putranya, namun begitu dekat, terlihat Ayu memajukan bibirnya tak senang melihat selang infus di tangan Putu
”Sayang, bagaimana kondisimu?”tanya Putu langsung memegang tangan istrinya begitu sudah berada di sebelah Ayu
”Apa yang terjadi padamu? apa kau tidak bisa jaga kesehatanmu? bagaimana kamu merawat ku jika kamu saja sakit” gerutu Ayu tanpa niat mau membalas pertanyaan suaminya.
Putu nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
”Aku hanya sedikit kelelahan, kamu membuatku takut setengah mati”ucap Putu mencium kening istrinya
”Sudah ku katakan, aku kuat, kamu masih saja tak percaya huh” Dengus Ayu lagi
”Maaf,maaf, aku mengaku salah, sudah jangan marah-marah lagi ok???? Sekarang bagaimana kondisimu? apa yang sakit” tanya Putu lembut membuat Ayu akhirnya luluh
”Kelalaku sakit sekali dan pusing, aku ingin tidur, temani”ucap manja Ayu
./
Putu memberi kode pada anak dan cucu nya untuk keluar ruangan.
Ayu memang mempunyai kebiasaan jika suasana hatinya tak baik dan ingin tidur, ia harus melihat suaminya dan memegang wajah Putu, dan entah mengapa ia langsung terbuai mimpi, padahal beberapa waktu lalu ia sulit memejamkan mata jika bukan karena efek obat bius, ia pasti masih terjaga
Terdengar nafas halus Ayu, ia tertidur dengan lelap.
Putu merapihkan anak rambut di wajah istrinya lalu kembali mencium kening Ayu, membuat Ayu menggeliat karena kumis suaminya itu membuatnya terganggu
Putu mengusap wajahnya, ia tak sampai hati melihat Ayu seperti ini, walau masa kritisnya sudah lewat, namun Ayu masih dalam pengawasan dokter.
Satu Minggu sudah ayu di rawat, ia harusnya masih tetap tinggal di rumah sakit, namun Ayu terus mendesak Puti ingin pulang, dan berkata anaknya menunggunya, membuat Putu cemas.
"Nak, papa khawatir dengan mamamu, mengapa ia seperti tinggal di memorinya yang lama dalam beberapa saat kembali ke kondisi saat ini??? apakah ini ada penyebab dari operasi itu?”tanya Putu dengan mimik muka sedih
”Mungkin mama hanya bingung saat ini"ucap Ridwan pelan berusaha mengusir pikiran di kepalanya, ingatannya kembali saat Albert mengatakan efek samping dari operasi tersebut, sebagai dokter ia memahami jika saat ini Ayu mengalami gejala awal gangguan memori
”Baiklah, atur jadwal mamamu cek up selanjutnya”ucap Putu pelan
__ADS_1
lalu ia membawa Ayu pulang ke kediaman Anggi, sementara Ridwan kembali ke ruang kerjanya.
Mobil yang di kendarai Putu sampai di halaman rumah Anggi, Ayu hanya memandang kosong dan tak juga turun dari mobil
"Ayo turun, anak, cucu dan cicit kita sudah menantikan kedatanganmu” ucap Putu, namun Ayu masih duduk diam enggan untuk keluar dari mobil
”Sayang, apa kamu mendengar perkataan ku???"tanya Putu menengok ke dalam mobil, melihat istrinya hanya diam sambil menatap ke depan rumah dimana Anggi dan anak-anaknya serta menantu nya dan cucunya sedang menantikan kedatangan mereka
"Sayang, ap mereka anak, mantu dan cucu serta cicitku? mengapa aku sama sekali tak mengingatnya? apa yang terjadi denganku?”tanya Ayu muram
Memory ya hilang dengan cepat, Putu tertegun, ia tak mengira penyakit itu merenggut kebanggaannya dengan cepat.
Istrinya yang tajam ingatannya , selalu ia repot kan karena banyak hal yang ia lupa kini seperti melihat semua dari awal, kenangan semuanya berangsur hilang dari ingatannya.
”Ayo turun, pelan-pelan juga kamu akan mengingatnya. Kamu kelelahan dan habis operasi, wajar saja kamu sedikit lupa sesuatu” ucap Putu menghibur istrinya
”Apa kamu yakin hnaya karena itu?”
”Iya, sudah ayo cepat, lihat wajah-wajah kelurga kita ubah merindukanmu” Putu membantu Ayu keluar dari mobil, ia membimbingnya duduk di kursi roda setelah itu Putu mendorong Ayu memasuki rumah Anggi.
Anggi, Prapti, Irine dan anak-anak mereka tersenyum bahagia. Kinar dan Reyhan dan farel berlari menghampiri Ayu sambil berteriak kegirangan
"Nenek buyut, Rey kangen, kak Kinar juga kangen nenek buyut.
Kakak Kinar ajak Rey sholat ,berdoa sama Allah untuk kesembuhan nenek buyut”celoteh Reyhan mengadu pada Ayu.
Ayu mengangguk sambil tersenyum, walau ia sama-samar mengingat dan belum sepenuhnya mengerti namun ada rasa hangat dan bahagia melihat anak-anak kecil itu berebutan memeluknya.
Dan pandangan matanya tertuju pada Gadis kecil yang sedang menghapus air matanya, Ayu melambaikan tangan padanya. dan memeluknya
”Nenek buyut, Alhamdulillah nenek sudah sehat. Kinar senang nek, nenek buyut jangan sakit lagi ya"ucap Kinar sesegukan.
Ayu merasa sangat bahagia ia memeluk semuanya, cucu dan cicitnya, menciumi kening mereka satu persatu.
Sementara di tempatnya orangtua mereka juga terlihat terharu dan bahagia atas kepulangan Ayu.
__ADS_1
"Sudah-sudah lanjut di dalam ya, nenek harus istirahat biar cepat sembuh"ucap Putu pada cucu dan cicitnya
"Kakek buyut, boleh kah Kinar aja yang mendorong nenek ke dalam, please”ucap Kinar dengan pandangan memohon. Ayu menoleh dan menepuk punggung tangan Putu sambil mengangguk, memberi persetujuan
"Aku juga mau dorong nenek buyut"teriak Reyhan
"Aku juga”timpal Farel tak mau kalah.
mereka membantu Kinar mendorong Ayu memasuki rumah.
Satu persatu mereka memeluk Ayu, melepas kerinduan mereka seraya bersyukur atas kepulangan Ayu.
Setelah berbincang sebentar, Ayu di bawa ke kamarnya untuk istirahat.
Setelah memastikan istrinya tertidur, Putu keluar kamar untuk menemui anak dan mantunya serta cucu nya
Mereka akan mengadakan rapat keluarga, mumpung Ayu sedang tertidur, jadi mereka lebih leluasa berbicara.
Putu memasuki ruang keluarga, nampak semua orang sudah menantikan kedatangannya.
Ia lalu duduk dan mulai membuka suara maksud dari rapat keluarga mendadak ini
"Assalamu'alaikum.
Saya ucapkan terima kasih kalian sudah berkumpul di ruangan ini.
Maksud dari rapat kali ini membahas kondisi mama atau nenek kalian” Putu menghela nafas sejenak, ia membuka kacamatanya dan meletakkannya di meja.
kepalanya yang pusing seolah makin berat dengan mengenakan kaca mata.
"Ridwan, jelaskan kondisi mamamu. Papa yakin kami bisa menjelaskan sedetail mungkin dan mengapa mamamu secepat ini hilang ingatannya”ucap Puti memandang anak sulungnya itu
” Operasi mama bisa dikatakan berhasil, namun seperti yang kita tahu ternyata kondisi nya lebih parah dari yang kita kira, itu lah mengapa di tengah operasi ada persetujuan tambahan, karena ternyata ada benjolan tumor yang menempel di syaraf otak mama, sehingga harus segera diangkat, jika tidak maka akan berbahaya.
Namun pengangkatan itu bukan tidak beresiko, kemungkinan mama akan lupa ingatan selamanya, namun bertahap.
__ADS_1
Namun ternyata gejalanya lebih cepat dari yang aku kira, saat ini mama sudah mulai lupa sedikit demi sedikit. Aku harap semua orang bisa membantu mama dan bersabar dengan ujian ini”ucap Ridwan tak bisa menutupi kesedihannya, air mata nya jatuh begitu saja
Anggi terkejut dan menangis dalam pelukan Satria, tak terkecuali Prapti dan juga Irine menangis dalam pelukan suami mereka masing-masing.