Suami Sewaan

Suami Sewaan
Tamu Tak Diundang II


__ADS_3

Andy masih berlutut dengan tangan terkunci dibelakang, ia lalu memerintahkan para bodyguard nya untuk membantunya, namun dengan lihat Satria menjadikan Andy sebagai tamengnya, beberapa tendangan dan bogem mentah yang di layangkan para bodyguard nya malah bersarang di tubuh Andy, membuat Andy babak belur


"Dasar bodyguard bodoh, percuma loe gue bayar mahal, ngadepin kecoa kaya dia gak bisa malah kena gue


"Ma.. maaaf boss, gak sengaja" ucap si Pria yang bertubuh lebih kecil


"Hahaha sudah jangan bertengkar, nih gue balikin bos loe" ucap Satria mendorong Andy ke arah bodyguard nya, Andy jatuh tersungkur dan mengaduh kesakitan


"Tunggu aja pembalasan gue" ucap Andy


"Gue tunggu, tapi gue gak akan jamin kalau nanti loe datang lagi masih bisa di kenali.


Itu balasan yang loe atas apa yang loe lakukan sama Anggi, belum setimpal menurut gue, tapi gue bisa melakukan yang lebih kalau loe berani pegang Anggi seujung kuku aja. loe bisa pegang ucapan gue" ucap Arya dingin membuat Andy merasa ancaman Satria tidak main-main.


Andy harus mencari cara bagaimana mendekati Anggi tanpa mengusik Satria

__ADS_1


"Jangan mencari cara untuk mendekati Anggu di belakang gue, atau loe tahu sendiri akibatnya, gue akan bikin loe mendekam di hotel prodeo, dab loe harus ingat, gue bukan Anggi yang baik hati. gue gak akan peduli sekalipun orang tua loe yang sakit tahu kelakuan bejat anaknya"


"Deg, jantung Andy berhenti berdetak. ia merasa kesulitan bernafas. memang ia terakhir kali memaksa Anggi hingga menyiksa Anggi, namun ia berfikir jika Anggi tidak mengadukannya pada kedua orangtuanya ataupun pada pihak berwajib karena Anggi masih cinta padanya, ternyata pikiran Andy salah"


Andy menelan salivanya dan meminta bodyguardnya memapahnya kelur dari rumah Anggi.


Satria menatap kepergian Andy dengan wajah tak bisa di ekspresikan, lalu ia menghela nafas panjang


Sementara Prapti dan Widya serta Anggi yang sudah tak mendengar suara ribut di luar kamarnya seketika saling memandang


Widya yang penasaran ingin melihat namun di tahan Anggi karena ia kawatir Andy masih di sana dan bisa berbuat sesuatu yang buruk pada Widya.


Prapti membuka pintu kamar lebih besar dan melihat hanya Satria yang berdiri membelakanginya, sementara keberadaan Andy dan anak buah nya sudah tidak ada


"Pak, pak Satria, apa bapak baik-baik saja? " tanya Prapti karena melihat ada bercak darah di lantai

__ADS_1


"Oh, saya baik-baik saja, kamu rapihkan ya kekacauan ini, saya mau membersihkan diri" ucap Satria meninggalkan Prapti yang masih termangu menatap dirinya yang mulus tanpa luka


"Ah, pak Satria cowo idaman banget, udah ganteng, baik hati, jago karate lagi.


Kalau jadi suami bu Anggi cocok banget,


Astaga apa yang saya pikirkan ya? pak Satria kan sudah punya bu Widya yang cantik dan baik hati tapi serasa ada yang misterius pada diri bu Widya walau dia terlihat sempurna, namun kenapa ya menurut Prapti bu Widya bukan orang yang cocok bersanding sama pak Satria?


huh Prapti ngomong apa sih, jadi ngelantur" gumam Prapti lirih lalu bergegas membersihkan lantai dan bangku-bangku yang berubah posisi akibat perkelahian tadi.


Widya yang tak bisa menahan penasarannya lalu keluar dari kamar Anggi dan mendapati Prapti sedang membersihkan ruangan tersebut


"Loh Prapti, kemana suami saya? "


"Pak Satria sedang membersihkan diri di kamarnya bu, keren pak Andy sama anak buahnya kabur sudah"

__ADS_1


"Ohh"


Widya hanya berkata singkat lalu menuju kamarnya untuk melihat keadaan Satria, ia tak pernab tahu jika Satria jago bela diri


__ADS_2