
"Aku tahu batasannya. memang dia suamiku tapi kamu cinta dan ingin dia kan? gak usah munafik, aku tahu itu.
Aku sudah berbaik hati memberikan suamiku padamu, hanya sebagai suami dalam kertas. Sampai masalahmu selesai, maka saat itu kontrakmu dengan suamiku berakhir"
"Aku... "Anggi nampak terkejut dengen keterusterangan Widya
"Kamu bisa memikirkannya, seperti yang mas Satria katakan, kami akan tetap disini selama dua minggu, jika dalam kurun waktu itu mantan suami mu tak datang, maka kesepakatan kita gagal, tapi jika datang, kamu butuh orang yang bisa di jadikan alibi agar mantanmu tak mengganggu kehidupanmu lagi"
Anggi diam, ia merasa bersalah pada Widya, namun juga tak mengerti jalan pikiran widya.
Walaupun saat ini menikahi Satria jalan keluar bagi Anggi, namun Anggi ragu Satria akan meluluskan keinginan Widya, terlebih perkataan Satria tadi siang masih terngiang-ngiang di telinganya
"Kita bicarakan lagi nanti Wid, aku menyesal dan meminta maaf atas kejadian yang kamu saksikan tadi, tapi kamu percaya sama aku, mas Satria sangat mencintaimu"
"Aku tahu.. " ucap Singkat Widya
"Apa kamu tidak mencintai mas Satria? " tanya Anggi penasaran
"Aku sangat mencintai mas Satria selamanya"
uca Widya bergetar dan ada nada getir disana
__ADS_1
"Lalu mengapa kamu menyarankan sesuatu yang gak logis, apa kamu gak cemburu nantinya?
"Cemburu"
"Lalu? "
"Aku percaya mas Satria, ia tidak akan mengkhianatiku. walaupun mungkin ia masih menyayangimu, tapi ia akan memilihku karena ia sangat mencintaiku, baginya kamu hanya masa lalu bagi nya"
Anggi tertegun sejenak, apa yang Widya katakan benar adanya, Satria tipe pria setia pada pasangannya, dan ia sudah menegaskan itu pada Widya
"Apa yang kamu inginkan jika mas Satria menjadi suami kontrakku"
"Sejumlah uang yang sesuai dengan apa yang aku korbankan yang pastinya cukup untuk masa depan anak ku"
"Itu urusanku, alasanya hanya aku yang tahu, tapi aku yakin mas Satria kelak akan berterima kasih padaku"
"Apa maksud mu? "
"Lupakan, jadi bagaimana? apa kamu tertarik? "
"Entahlah, aku belum tahu, aku juga ingin tahu alasanmu dibalik semua ini"
__ADS_1
"Uhm, aku hanya ingin anak dalam kandunganku terjamin masa depannya,
jujur aku bersimpatik dengan keadaanmu,
aku ingin membantumu sebagai sesama wanita, aku tak ingin melihatmu di tindas dan di aniaya oleh binatang itu, dan selebihnya kamu akan tahu nanti"
"Aku pastikan jika nanti kami menikah sirih, suamimu akan tetap suamimu dan aku berterima kasih atas kebaikanmu mau menolongku, aku juga bisa pastikan kamu mendapatkan imbalan yang setimpal untuk pengorbananmu.
Tapi aku mau melihat dua minggu kedepan, apakah mas Andy masih mengganggu ku atau tidak, dan kamu juga harus meyakinkan mas Satria untuk itu"
"Serahkan sisanya padaku"
"Aku mau istirahat, bisakah kamu meninggalkan ku sendiri" ucap Anggi memejamkan matanya
Widya bangkit lalu meninggalkan kamar Anggi.
Sementara Anggi memijit pelipisnya yang berdenyut
"Sebenarnya apa yang ada dalam pikiranmu Wid? apakah harta lebih penting dari suamimu, walau toh kamu ingin menolongku.
bukankah mas Satria pria dan ayah yang akan bertanggung jawab buat masa depan anakmu nanti, mengapa kamu merisaukan masa depan anakmu? apa sebenarnya yang kau rencanakan?
__ADS_1
Semoga saja mas Andy sudah tidak akan kembali kerumah ini lagi karena sudah dapat pelajaran dari mas Satria, sehingga aku tak harus menikahi seseorang yang hatinya ada wanita lain. Walaupun aku masih sangat mencintainya namun aku tak ingin menempatkan mas Satria dalam dilema" ucap Anggi lirih