
Setelah sholat subuh, entah mengapa ia sangat mengantuk, ia memejamkan matanya sebentar, tiga puluh menit kemudian alarm ponselnya berbunyi, Kinar bangun lalu mencuci wajahnya dan menuju dapur untuk membuat sarapan, namun ia terkejut melihat mamanya sudah berada di dapur dan terlihat sibuk memasak sesuatu
Aroma harus memenuhi dapur, aroma yang dulu sering ia cium ketika mamanya sedang masak
"Mama.., mama lagi apa?? mama kan gak boleh cape" ucap Kinar bergegas mendekati mamanya yang tersenyum melihat kedatangannya
Terlihat dahi Anggi sudah berkeringat karena kelelahan
Kinar kemudian menuntun Anggi duduk di meja makan. walau Anggi meyakinkan dirinya jika ia merasa baik-baik saja, namun demi tidak membuat putrinya khawatir, Anggi menuruti saja saat Kinar menuntunnya duduk di meja makan
"Mama itu baik-baik saja sayang, sudah lama mama gak masak untuk kalian, mama rindu melihat kalian tersenyum sambil memakan masakan mama”ucap Anggi dengan wajah sedih, ia teringat rutinitasnya dulu ketika ia masih sehat
”Iya Anggi mengerti, tapi mama belum sehat benar,yang terpenting mama sehat itu cukup buat kami tersenyum.
Sekarang mama duduk aja, biar Kinar yang selesaikan.
”ucap Kinar tersenyum
Anggi hanya mengangguk pasrah membiarkan Kinar meneruskan pekerjaannya.
Ia duduk sambil memperhatikan putri sulungnya yang terlihat cekatan. tak terasa air matanya menetes, gadis kecil itu kini tumbuh besar, kini Kinar menjelma menjadi gadis yang cantik dengan lesung Pipit di kedua pipinya, kulitnya yang eksotik menambah kecantikan alaminya.
Tanpa make up pun Kinar terlihat manis.
”Bau nya enak nih kak, masak apa nih? bikin laper”teriak Aisya begitu sampai dapur
”Pagi mamaku sayang”ucap Aisya mencium pipi Anggi
”Pagi sayang
Mama buatkan sup ayam rempah, sini duduk kak Kinar lagi selesaikan masakannya"ajak Anggi menepuk bangku sebelahnya
”Asik, akhirnya Ais bisa makan lagi masakan mama. Tahu gak ma, masakan kak Kinar itu pedes, perut Ais sering sakit” bisik Aisya membuat Anggi tersenyum
Walau Aisya berbicara setengah berbisik, namun Kinar masih bisa dapat mendengar keluhan adiknya itu
"Hei anak males, sudah untung setiap berangkat kuliah kamu gak kelaparan, masih mencela masakan kakak lagi”cibir Kinar tak senang sambil mendelik ke arah Aisya
__ADS_1
"Ih lihat deh mah, kak Kinar tuh galak banget, pantes dia gak punya pacar, cowok pada kabur ada cewek"ucap Aisya terkekeh.
Sementara Kinar melotot kesal adiknya menjelek-jelekannya
Anggi menggeleng pelan melihat kedua putrinya yang berbeda tabiat itu.
Aisya yang manja dan cuek , bahkan cenderung malas melakukan pekerjaan wanita, dengan Kinar yang cekatan dalam pekerjaan rumah, namun memang agak pendiam dan belum pernah Kinar membawa teman cowok kerumah kecuali Adrian anak om Nugraha sahabat sejak kecilnya.
Sebenarnya Anggi sedikit khawatir Kinar menutup diri untu laki-laki, namun ia belum memiliki waktu yang pas untuk menyampaikan kegelisahannya itu.
Kinar rajut trauma semasa kecilnya membuat Kinar membenci laki-laki karena melihat kekerasan psikis yang dialami mama kandungnya dulu.
”Aisya ....Makannya kamu belajar masak dong sama kakak kamu, kamu kan wanita, setinggi apapun pendidikan dan jabatan kamu nanti, kodrat mu tetap ke dapur, suamimu juga butuh di layani, di masakan oleh kamu.
ingat perut suami inti keharmonisan.
Saat kamu menikah, setahun dua tahun suamimu akan memaklumi, namun seiring waktu suamimu akan jenuh karena ia seolah hanya menikahi wanita buat pajangan yang tak bisa apa-apa.
Apa kamu mengerti sayang???” tanya Anggi lembut.
”Kalau Sabtu atau Minggu, luangkan waktumu belajar masak, bangun pagi setelah sholat subuh jangan tidur lagi, bantu-bantu kak Kinar. saudara itu saling sayang dan membantu.
Nanti kalau kak Kinar menikah, kan pasti di bawa suaminya, nah jadi kamu sudah bisa masak”
"Tapi kan ma, tugas Aisya cuma ngepel sama jaga Joshua setelah pulang kuliah, masa harus masak juga???"protes Aisya tak terima
”Mama tahu, tapi sebagai wanita kamu harus bisa masak. Apa kamu mau nanti suamimu makan di luar rumah, terus kecantol cewek yang bisa masak? mau???”
”Enggak ma, iya Aisya mau belajar"ucap Aisya bergidik membayangkan apa yang Anggi katakan
”Mama bukan memarahi kamu sayang, mama berkata begitu karena mama sayang kamu, dan mama mau kamu hidup senang dan harmonis ketika suatu saat nanti menikah” ucap Anggi membelai rambut ikal Aisya
"Sekarang kamu bantu kakakmu persiapkan sarapan kita, maaf mama akan banyak merepotkan kalian kedepannya. Mama hanya berharap Allah memberi mama umur panjang agar bisa melihat kalian menikah dan punya anak” ucap Anggi menghapus air matanya yang tak terasa menetes
Kinar dan Aisya menatap mamanya dan langsung menghampiri Anggi lalu memeluknya
”Mama pasti akan sehat dan panjang umur. mama harus optimis, Kami semua masih butuh mama" ucap Kinar serak
__ADS_1
Setelah sarapan pagi, Kinar pamit pada Anggi untuk menjenguk Bu Mariska, Kinar juga membawa soul ayam rempah yang sudah di persiapkan Anggi untuk wanita Yaang di tolong Kinar itu.
Sesampainya di rumah sakit Kinar langsung menuju ruangan dimana Mariska di rawat
Di depan kamar rawat Mariska, Kinar terkejut mendengar Mariska berteriak marah, lalu tak lama keluarkan seorang Pria muda, Kinar tidak melihat wajahnya jelas, karena ia terkejut dan tiba-tiba saja pria itu keluar dan menabraknya hingga ia terjatuh, beruntung sup ayam buatan mamanya tidak tumpah karena Kinar memeluknya, bukanya minta maaf, pria itu malah marah dan langsung pergi tanpa menolong Kinar yang terjatuh karena dirinya
”Woi cowok Gilak, dasar gak punya mata dan otak"teriak Kinar kesal, namun si pria tersebut sudah berjalan jauh dan tak perduli umpatan marah Kinar
"Heran, pakaian rapih aja tapi otaknya minim”gerutu Kinar lalu ia teringat Mariska dan segera masuk kedalam
"Tante, Tante kenapa? diapain sama cowok Gilak tadi?”
tanya Kinar karena melihat Mariska menangis
"Tante gak kenapa-napa"ucap Mariska menghapus air matanya
"Awas aja kalau ketemu lagi Kinar tendang bokongnya, siapa sih cowok songong tadi,nyebelin banget ” ucap Kinar berapi-api
”Bukan cuma songong, tapi pembunuh berdarah dingin, dia mau bunuh Tante pelan-pelan, huhuhu” Mariska kembali menangis lagi membuat Kinar memeluknya menenangkan
"Pasti dia kurang diajar sama orangtuanya"ucap Kinar mengepalkan tangan nya
"Sudah diajar tapi memang gak tahu diri"timpal Mariska
"Jadi penasaran siapa orangtuanya , kasian banget punya anak kurang ajar begitu" geleng Kinar pelan
”Tante orangtuanya, kasian kan?”
"ckckck, ia kasian, eh maksud Tante? tanya Kinar
"Iya anak yang gila dan songong itu anak tante” ucap Mariska pelan.
Gleeekk, Kinar susah menelan Saliva nya sendiri karena terkejut
"Ma..maaf Tan, Kinar gak tahu cowok tadi anak Tante"ucap Kinar nyengir kuda
"Gak apa-apa memang kenyataanya Tante gagal mendidik dia, Dimas namanya. putra sulung Tante"ucap Mariska menjelaskan, sementara Kinar hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena malu
__ADS_1