Suami Sewaan

Suami Sewaan
Menjalankan Rencana


__ADS_3

"Aku tak perlu harta, aku cuma ingin tenang, bagiku uang bukan segalanya, asalkan bisa lepas dari baji**an itu aku sudah bersyukur"


ucap Anggi lirih menghapus air matanya yang terus merembas keluar


"bagimu yang biasa hidup berkecukupan uang bukan segalanya, tapj bagiku, uang segalanya. semua yang ada di dunia ini berhubungan dengan uang" gumam Widya dalam hati


"menikahlah secara sirih dengan suamiku, mas Satria"


Anggi terkejut hingga ia tersedak, matanya melotot tak percaya dengan perkataan Widya


"Widya aku sedang tak mah bercanda, terlebih lagi itu mas Satria suamimu.


Apa kau tau? bagi mas Satria aku adalah masa lalunya dan kamu kini orang yang di cintainya"


"aku gak percanda Nggi, aku tau kamu trauma dengan laki-laki, namun aku juga sangat tahu kamu masih mencintai suamiku" ucap Widya tenang sambil menyeruput minumnya


"Aku sedang tidak bercanda Wid, tolong kamu jangan mempermainkan aku, aku sudah tidak punya perasaan apa-apa dengan mas Satria, tolong percaya itu"


"aku percaya kamu masih memiliki perasaan cinta pada suamiku, sebenarnya aku juga sangan mencintai mas Satria, dan tak rela ia bersama wanita lain, termasuk kamu, namun...

__ADS_1


kehamilanku, ini bukan anak mas Satria. Aku sangat takut jika ia mengetahui hal ini dan meninggalkanku untuk bersamamu, akan lebih menyakitkan. Terlebih lagi Bobby mengancamku. aku harus menjalankan rencana Bobby demi masa depanku dan anakku" ucap Widya dalam hati


"Wid kamu dengar tidak ucapanku, aku akan lupakan apa yang kamu ucapkan tadi, aku anggap kamu gak pernah ngomong itu"


Widya tersadar dari lamunannya, ia lalu meraih tangan Anggi, mengenggamnya erat


"Anggi, aku sudah menganggap kamu saudara perempuanku, aku juga tau kamu trauma, hanya mas Satria yang kamu percaya. bukankah kamu ingin lepas dari bayang-bayang mantan suamimu?


Aku mengikhlaskan mas Satria pura-pura mencintaimu dan menikahimu" ucap Widya sungguh-sungguh


"Widya aku tak berfikir ini ide yang gila, aku gak bisa mengorbankan kebahagiaanmu untuk ku"


"aku yakin dalam hatimu berkata lain, kamu pasti sedang menari karena bahagia mendengar aku rela berbagi suami denganmu, cihhh


walau aku simpati padamu, jika saja kondisiku tak seperti ini, aku tak akan sudi melepaskan mas Satria untukmu. demi uang yang akan ku dapat, apa boleh buat" Widya bergumam, mengumpat dalam hati


"tapi Wid, bagaimana kalau mas Satria menolak" Anggi menggigit jarinya panik


"itu urusanku, kamu hanya tau beres" Widya tersenyum

__ADS_1


"aku tak tau harus bagaimana membalas kebaikanmu. Selama ini aku hidup seorang diri berjuang, tak memiliki kasih sayang maupun orang yang perhatian.


namun kini aku memiliki kamu, sahabat sekaligus saudara perempuanku" mereka berpelukan erat. senyum tak lepas dari bibir Anggi, namun Widya memasang wajah penuh kebencian, jikalau saja Anggi tau bahwa semua itu adalah rencana yang di susun Widya untuk menjebak Anggi guna mendapatkan uang, harta kekayaan Anggi


"Widya, terima kasih" ucap Anggi


waktu berjalan cepat, sore telah datang,.


Widya pamit untuk pulang.


Satria menjemput Widya di rumah Anggi,


Widya dapat melihat tingkah Anggi yang serba salah dan canggung ketika bertemu dengan Satria dan Widya bisa melihat jika Anggi cemburu melihat kemesraan antara Satria dan widya.


Satria pria yang sangat penyayang dan romantis, ia menuntun Widya sambil memeluk mesra istrinya menuju mobil mereka yang sudah terparkir di halaman rumah Anggi, hingga mereka pergi meninggalkan pekarangan rumahnya, Anggi masih menatap kedepan


"jika saja kamu tahu mas, betapa aku iri dengan Widya, dia mendapatkan cintamu yang begitu besar, sedang aku disini kesepian.


akankah kamu menerima rencana Widya??

__ADS_1


apa aku menjadi orang yang egois demi kebahagiaanku sendiri, entahlah" Anggi berjalan lesu menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur menatap lagit-langit kamarnya. Hampa


__ADS_2