
Anggi sedang memasak di dapur, sejak menikah, ia akan selalu menyempatkan dirj memasak masakan kesukaan Satri serta masakan yang Widya suka
Anggi merasa berterima kasih pada Widya, karena akhirnya ia bisa menikah dengan pria yang di cintai nya, dan bisa merasakan apa yang namanya bahagia lagi, Dahulu kata bahagia itu hanya dalam angan nya saja.
Satria tersenyum melihat Anggi sedang menyeka keringat nya karena memasak.
Satria menghampiri Anggi lalu memeluk tubuh sexy Anggi belakang.
"Mas, kamu sudah bangun? bikin kaget aja.
Sarapanmu sebentar lagi siap, itu kopi mu di meja sudah aku siapkan"
"Makasih sayang, aku kangen kamu" ucap Satria memcium tengkuk Anggi, entah mengapa ia merasakan hasratnya sedang tinggi, terlebih Widya sudab menolaknya melakukan hubungan intim karena kondisi perutnya yang membuncit.
Widya sudah tidak mau melayani Satria tepatnya setelah Satria menikah lagi, Satria sudah coba bertanya dan jawaban Widya karena ia sudah tak nyaman berhubungan karena kehamilannya yang sudah memasuki bulannya.
Hal tersebutlah yang membuat Satria meminta Anggi terus melayani nya. Namun karena Satria harus adil pada istri-istrinya, ia semalam tidur di kamar Widya.
Dan kini melihat Anggi yang penuh peluh karena memasak malah terkesan sexy bagi Satria.
"Masss, nanti ada yang melihat, malu tau" ucap Anggi parau karena ulah Satria yang menciun dan menjilati leher nya.
"Mengapa setelah menikab kamu menjadi sangat mesun? menyebalkan" gerutu Anggi walau dalam hatinya senang karena bisa melayani suami tercinta nya.
"Aku mesum karena kamu mengapa menggodaku? "
"Mas sepertinya otakmu sudab tak sehat. Aku sedang memasak dan tidak sedang menggodamu" protes Anggi
__ADS_1
"Bagiku kamu sexy, luar dalam" ucap Satria berbisik lalu menggigit cuping telinga Anggi
"Mas kamu sungguh menyebalkan"
" Tapi kamu suka kan? " goda Satria menaik-turunkan alis nya memggoda Anggi
Anggi lalu menata masakan di meja makan, ia hendak memangil Widya di kamarnya, namun Satria menarik tangan Anggi, lalu membopongnya ala bridal
"Masss turunin, mau di bawa kemana aku? "
"Kamu bau sayang, mas mau mandikan kamu" ucap Satria terkekeh membawa masuk Anggi ke kamarnya
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kemesraan mereka, Widya ternyata sudah berdiri di ujung tembok kamarnya, namun ia kembali bersembunyi karena melihat kemesraan Anggi dan Satria.
Widya memegang dada nya, rasanya sakit sekali seperti tergores sembilu, perih.
Air mata Widya jatuh berlinang, ia buru-buru menghapus nya
Bukan nya loe udah jual suami loe sendiri sama wanita lain?
bukan nya loe juga yang sengaja pilih Anggi karena mau Suami loe nanti bahagia setelah loe pergi.
Loe gak pantas cemburu apalagi sakit hati, apa yang loe perbuat sama Satria lebih kejam, loe istri yang bodoh, melepas sebuah berlian di tangan demi sebuah batu kerikil di jalan" ucap Batin Widya.
Widya lalu kembali ke kamar nya, selera makannya sudah hilang menguap membayangkan Anggi dan Satria memadu Kasih di dalam sana
Tiga jam kemudian, Satria keluar di ikuti Anggi yang terlihat lelah, Satria menuntun istri nya tersebut duduk di meja makan
__ADS_1
"Mas, kamu sangat menyebalkan, aku tak bertenaga, lelah sekali" gerutu Anggi
"Sayang, kamu, kamu bilang mau anak secepatnya, mas lagi berusaha mengabulkan keinginan istri mas ini" ucap Satria menyolek hidung bangir Anggi
"Itu hanya alasanmu saja mas, alasan sebenarnya adalah karena kamu mesum dan hiper" dengus Anggi
"Ah tapi ku dengar tadi kamu meminta lagi"
"Siapa? hanya dalam mimpi mu" sanggah Anggi membuat Satria tertawa
"Mas seperti nya mba Widya belum makan, cepat mas lihat ke kamar nya" ucap Anggi
Satria lalu menuju kamar Widya, tak lama Widya keluar di tuntun Satria
"Mba mengapa kamu belun makan? apa kamu sakit? "
"Ah enggak, aku hanya sedikit lelah di kehamilan ku yang sudah besar ini"
"Mba mau makan apa? " tanya Anggi menawarkan
"Biar mba ambil sendiri, kalian makan saja" ucap Widya.
Mereka lalu makan sambil berbincang-bincang.
"Mas Satria, mengapa kamu tidak bawa Anggi honey moon?"
"Ah mba, kamu sebentar lagi melahirkan, mana bisa kami tinggalkan kamu sendiri"
__ADS_1
"Aku masih tiga minggu lagi mas, kalian pergilah honey moon" ucap Anggi meyakinkan
"Satria memandang Anggi, sementara Anggi hanya cuek mengangkat kedua bahu nya, ia memang ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan suami nya, namun melihat kodisi Widya, ia tak mau di bilang istri yang tak tahu kondisi, sedangkan nyonya utama sedang butuh suami nya, sedang ia hanya istri kedua.